Home » 2015 » May » 5 » Sudah Bersatukah Indonesia?
5:10 PM
Sudah Bersatukah Indonesia?

Mencapai Negara Indonesia yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur adalah visi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa sejak awal kemerdekaan bangsa ini. Visi kemerdekaan tersebut merupakan perjalanan langkah demi langkah yang harus ditempuh oleh bangsa ini sampai dengan terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur sebagaimana yang kita cita-cita dan yang telah menjadi nyanyian kerinduan kita sejak lama. Saat ini memang bangsa ini telah merdeka. Kita sudah tidak lagi dijajah oleh bangsa lain. Kita sudah mempunyai negara dan pemerintahan sendiri. Tapi tentu merdeka saja tidaklah cukup. Merdeka saja tidak secara otomatis akan membawa kita kepada adil-makmur yang kita impikan. Ada langkah-langkah besar lainnya yang harus kita lakukan untuk dapat sampai kepada Indonesia yang adil dan makmur itu. Dan langkah besar pertama yang harus kita perjuangkan setelah tercapainya kemerdekaan adalah mewujudkan Indonesia yang bersatu. Salah satu pertanyaan pentingnya berkaitan dengan ini adalah bilamanakah bangsa Indonesia dapat disebut telah bersatu? Apakah dengan telah berikrarnya kita sebagai satu kesatuan tanah air, bangsa dan bahasa berarti bahwa kita telah bersatu? Apakah dengan telah terhimpunnya kita dalam satu tatanan negara kesatuan Indonesia adalah berarti kita telah bersatu? Apakah dengan telah ditetapkannya Pancasila sebagai dasar pemersatu bangsa adalah berarti kita telah bersatu?

Di dalam salah satu pidatonya, ketika beliau tengah menggas Conefo, Bung Karno pernah menggunakan falsafah Tat Twam Asi sebagai sebuah penggambaran tentang persatuan yang diharapkan. Tat Twam Asi yang mempunyai makna “aku adalah kamu, kamu adalah aku” ini dipakai oleh Bung Karno sebagai ukuran persatuan umat manusia. Di dalam agama-agama yang kita kenal pun terdapat juga ajaran serupa itu yang mengajarkan kepada kita untuk mencitai orang lain seperti kita mencintai diri sendiri atau juga mengajarkan kepada kita untuk memperlakukan orang lain sebagaimana kita sendiri ingin diperlakukan. Dari ini kita dapat memahami bahwa persatuan yang dimaksud dan diharapkan oleh Bung Karno bukanlah persatuan yang ala kadarnya saja melainkan persatuan yang sebenar-benarnya persatuan. Sebuah persatuan yang diladasi oleh cinta kasih. Sebuah persatuan yang menempatkan kita satu sama lain sebagai saudara. Dalam keberagaman yang kita miliki, tentu saja mencapai hal tersebut bukanlah hal mudah. Diperlukan kedewasaan berpikir dan kesadaran yang tinggi untuk dapat terwujudnya persatuan yang demikian itu. Sebuah kesadaran yang dapat menghancurkan sekat-sekat yang telah memisahkan kita dalam kotak-kotak suku, golongan ataupun agama. Sebuah kesadaran yang dapat membuat melihat bahwa segala perbedaan yang ada bukanlah alasan kita untuk tidak bersaudara. Sebuah kesadaran yang dapat membuat kita dapat melihat yang TUNGGAL dibalik yang BHINEKA.

Betul memang bahwa ber-SATU itu adalah sama dengan menjadi SATU. Namun men-SATU-kan yang harus kita lakukan adalah men-SATU-kan di atas kemerdekaan setiap golongan dan kelompok. Kita tidaklah bermaksud untuk membuat yang beragam itu hanyalah tinggal satu saja adanya, melainkan menyadarkan bahwa hakekatnya yang beragam itu adalah satu adanya. Dapatlah kita katakan bahwa upaya untuk mewujudkan kesadaran kolektif akan ke-TUNGGAL-an dibalik ke-BHINEKA-an yang kita miliki itulah jalan bagi kita untuk dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa ini. Dan untuk alasan itulah Pancasila hadir ditengah-tengah kita bangsa Indonesia. Pancasila hadir untuk menyadarkan kita bahwa sekalipun kita BHINEKA dalam beragama tapi kita TUNGGAL dalam Ketuhanan. Meskipun kita BHINEKA dalam cara pandang kita tentang kebenaran tapi kita TUNGGAL dalam Kemanusiaan. dan meskipun kita BHINEKA dalam adat istiadat TUNGGAL dalam Kebangsaan. Dan hanya ketika kita telah sama-sama melihat ke-TUNGGAL-an di dalam ke-BHINEKA-an kita sajalah kita dapat bersatu dengan sebenar-benarnya bersatu. Hanya ketika kita dapat melihat ke-SAMA-an di dalam ke-RAGAM-an kita sajalah kita dapat berkata: AKU ADALAH KAMU, KAMU ADALAH AKU.

Category: Nasionalisme Indonesia | Views: 867 | Added by: GitaMerdeka | Tags: indonesia, Bersatu | Rating: 5.0/1
Total comments: 1
avatar
0 Spam
1
Dr penjelasan diatas berarti bukan pki pobhie right? Or komunisme pobhi right? Who are u btw? cry dry
avatar