Home » 2015 » June » 4 » REVOLUSI INDONESIA: MEWUJUDKAN DUNIA BARU
10:03 PM
REVOLUSI INDONESIA: MEWUJUDKAN DUNIA BARU

Revolusi kita bukan sekadar mengusir Pemerintahan Belanda dari Indonesia. Revolusi kita menuju lebih jauh lagi daripada itu. Revolusi Indonesia menuju tiga kerangka yang sudah terkenal. Revolusi Indonesia menuju kepada Sosialisme! Revolusi Indonesia menuju kepada DUNIA BARU tanpa ‘exploitation de l‘homme par l‘homme’ dan ‘exploitation de nation par nation’.  ~ Bung Karno

Dunia lama; dunia jajah-menjajah; dunia imperialisme dan kolonialisme telah terbukukan dalam catatan sejarah peradaban manusia sebagai sebentuk dunia yang telah banyak menimbulkan kerusakan, penderitaan dan kehancuran bagi umat manusia. Telah nyata bagi kita berbagai kehancuran yang ditimbulkan dari budaya takluk-menaklukan yang berjalan di atas ideologi imperialisme dan kolonialisme ini. Telah pasti buat kita keharusan untuk sesegera mungkin menghentikan dan membersihkan dunia dari budaya dunia lama tersebut. Dari budaya imperialisme dan kolonialisme yang telah berjalan selama ribuan tahun ini. Umat manusia kini telah memasuki sebuah zaman baru. Zaman modernisasi dan globalisasi yang tidak lagi memungkinkan untuk memberi ruang bagi imperialisme dan kolonialisme apapaun bentuk dan rupanya. Moderinasi membuat perang menjadi sebuah tragedi kemanusiaan yang mengerikan. Jatuhnya bom atom di Hirosima telah menjadi satu contoh dan bukti nyata bagi manusia betapa dahsyatnya kehancuran yang dapat ditimbulkan dari teknologi manusia yang semakin canggih itu. Di sisi yang lain zaman globaliasi yang tercipta dari kemampuan kita untuk mengatasi batas-batas ruang dan waktu dengan teknologi transportasi dan komunikasi, telah membuat kita terhubung sedemikian rupa satu dengan yang lain. Nyaris tidak lagi ada jarak yang cukup berarti bagi manusia di zaman ini. Setiap saat dan setiap waktu kita dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain di belahan dunia manapun. Kita dapat dengan mudah bertemu dan mengunjungi orang lain di belahan bumi manapun tanpa kesulitan yang berarti. Umat manusia kini telah terhubung dan terkoneksi dengan sangat rapih dan dengan sendirinya telah membentuk masyarakat dunia sebagai sebuah masyarakat yang satu. Sebagai sebuah masyarakat dunia baru.

Keadaan zaman yang demikian itulah yang mengharuskan umat manusia untuk membatalkan dan meninggalkan sepenuhnya imperialisme dan kolonialisme yang merupakan warisan dari dunia lama. Dan, atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa jualah bangsa Indonesia hadir menjadi sebuah bangsa yang melalui Deklarasi Kemerdekaannya membatalkan budaya imperialisme dan kolonialisme tersebut. Budaya dunia lama yang telah dijalankan oleh bangsa-bangsa selama ribuan tahun ini telah dibatalkan melalui Deklarasi Kemerdekaan bangsa Indonesia yang dengan tegas menyatakan:

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri-keadilan.

Dengan apa yang telah bangsa Indonesia nyatakan melalui Deklarasi Kemerdekaannya ini, maka secara otomatis bersamaan dengan itu bangsa Indonesia telah menempatkan dirinya dalam sebuah peran besar untuk memastikan dunia ini sepenuhnya terbebas dari cengkraman segala bentuk eksploitasi manusia atas manusia bangsa atas bangsa. Inilah takdirnya bangsa Indonesia. Inilah kordrat yang tidak bisa kita tolak. Inilah revolusi yang harus kita jalani. Inilah dharma yang harus ditunaikan oleh bangsa ini. Kita tidak bisa menghindarinya. Kita tidak bisa lari darinya. Lari dan menghindarinya hanya akan membuat kita tergilas oleh revolusi itu sendiri. Hanya akan membuat kita tergilas oleh zaman.

Berbekal prinsip kemerdekaan yang kita yakini itulah kita merajut dunia baru itu dan merangkai revolusi Indonesia itu. Melalui prinsip kemerdekaan hak segala bangsa inilah kita menetapkan dasar ketertiban hidup bersama yang terdiri atas: Kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial. Dimana di dunia lama semua dasar-dasar tersebut adalah hal yang tidak dikenal. Di dalam dunia lama, tidak dikenal prinsip kemerdekaan itu hak segala bangsa. Bangsa-bangsa besar dan kuat dapat sesuka hati mereka menjajah, menaklukan dan mengeksploitasi bangsa-bangsa yang kecil dan lemah. Demikian juga halnya dengan Perdamaian Abadi. Di dunia lama tidaklah dikenal yang namanya perdamaian abadi itu. Setiap waktu nyaris dunia ini tidak pernah abstain dari perang antar satu bangsa dengan bangsa lainya. Begitu juga halnya dengan Keadilan Sosial. Ini juga merupakan sesuatu yang asing di dunia lama itu. Tidak ada kesetaraan; tidak ada persamaan hak dan derajat antar bangsa-bangsa. Hukum berjalan di atas dasar siapa yang kuat dia yang menang.  

Dasar ketertiban dunia itulah yang harus menjadi landasan berpijak bagi bangsa-bangsa dunia baru. Setiap bangsa harus menghormati hak bangsa lain untuk merdeka, setiap bangsa harus menjunjung tinggi perdamaian abadi dan setiap bangsa harus siap untuk mengakui dan menerima persamaan hak dan derajat bagi setiap bangsa. Dari dasar-dasar itulah terlahirnya sebuah konsep baru persatuan umat manusia, yaitu persatuan dalam keberagaman. Persatuan di atas penghormatan atas segala perbedaan. Berbeda-beda tetapi satu jua. Yang secara internasional hal ini diwujudkan dalam bentuk unity in diversity. Dimana bangsa-bangsa yang berbeda-beda itu membentuk sebuah persatuan antar bangsa. Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) adalah salah satu contoh implementasi dari bersatu dalam keberagaman lingkup internasional ini. Sedangkan secara nasional hal tersebut kita wujudkan melalui Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi satu jua. Melalui Bhineka Tunggal Ika ini kita membangun persatuan dan persaudaraan di atas segala macam keberagaman yang ada dalam bangsa kita. Dan di atas keadaan bangsa yang beragam itulah kita menyelenggarakan Negara Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan UUD 1945 itu. Menjalankan revolusi Indonesia itu. Membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia itu. NKRI inilah dunia baru kita itu. NKRI ini negara dunia baru yang hadir untuk mewujudkan sebuah dunia tanpa eksploitasi manusia atas manusia banga atas bangsa.

Category: Nasionalisme Indonesia | Views: 460 | Added by: edys | Tags: Proklamasi, Deklarasi, Dwitunggal | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar