Home » Belajar Dari Bung Karno

Persatuan itu adalah fitrah yang telah Tuhan kehendaki kepada seluruh umat manusia. Ketika ada persatuan dalam suatu umat maka umat tersebut akan menjadi umat yang kuat dan besar. Berbicara persatuan bukan hanya bicara penyeragaman, akan tetapi bicara bersatu dalam keberagaman.

Ketika semua orang menyadari sebagai mahluk individu maka kita punya hak untuk hidup sebagai individu yang merdeka, dan ketika setiap individu menyadari sebagai mahluk sosial maka kita harus dapat hidup bersama dalam keberagaman dan kita harus dapat saling hormat dan menghormati kemerdekaan orang lain. Karena kita tidak dapat hidup sendirian di muka bumi ini yang begitu luas, kita butuh orang lain untuk hidup bersama. Bahkan pakaian yang kita pakai saja ini dibuat oleh orang lain, tidak mungkin kita melakukan sendiri untuk membuatnya. Itulah bukti bahwa kita hadalah mahluk sosial dan kita membutuhkan orang lain.

Persatuan bangsa kita begitu kuat sebelum datangnya zaman imperealisme dan kolonialisme, budaya gotong-royong yang sudah mendarah dagin ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 731 | Added by: rahmansemesta | Date: 2017-08-18 | Comments (0)

Nasionalisme kita bukanlah nasionalisme yang sempit; ia bukanlah yang timbul daripada kesombongan bangsa belaka; ia adalah nasionalisme yang lebar,--nasionalisme yang timbul daripada pengetahuan atas susunan dunia dan riwayat; ia bukanlah jingo-nationalism atau chauvinism, dan bukanlah suatu kopie atau tiruan daripada nasionalisme Barat.

Nasionalisme kita ialah suatu nasionalisme, yang menerima rasa hidupnya itu sbagai suatu bakti. Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang di dalamnya kelebaran dan keluasannya memberi tempat cinta pada lain-lain bangsa, sebagai lebar dan luasnya udara, yang memberi tempat segenap sesuatu yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup.

Nasionalisme kita ialah nasionalisme ketimuran, dan sekali-kali bukan kebaratan , yang menurut perkataan C.R Das adalah “suatu nasionalisme yang saling serang-menyerang, suatu nasionalisme yang mengejar keperluan sendiri, suatu nasionalisme perdagangan yang ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 639 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-18 | Comments (0)

 

Proklamasi 17 Agustus 1945 yang di proklamirkan oleh Bapak Proklamator Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta bukan hanya pernyataan kemerdekaan saja,:

Proklamsi yang telah di proklamirkan adalah bukti nyata kita berlepas diri dari” kungkungan” kekuasaan tangan para penjajah yang tidak berperikemanusiaan dan berperikeadilan. Buktinya adalah berlepasdirinya tanah air dan bangsa Indonesia dari para penjajah dan di ikat oleh Proklamasi Indonesia maka berdirilah Negara Indonesia Merdeka. 
Apakah setelah negara Indonesia yang merdeka ini sudah di proklamirkan berarti urusan sudah selesai?

Jawabanya adalah belum selesai!!! Karena proklamasi kemerdekaan itu baru “jembatan emasnya” bangsa Indonesia. Dan kalau kita kaitkan di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa kemerdekaan yang telah kita proklamirkan itu baru di depan pintu gerbang kemerdekaan! ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 451 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-18 | Comments (0)

Kedatangan para penjajah ke nusantara itu bukan hanya bicara mereka ingin menjadikan negeri yang didatanginya itu sebagai negeri yang berbudaya, maju, dan memiliki peradaban, bukan itu tepatnya!! Alasan yang benar adalah karena pada saat itu terjadi Revolusi Industri di negara-negara penjajah tepatnya pada abad ke 18 di Amerika dan Inggris atau Eropa.

Inilah yang kemudian mereka jadikan alasan ke nusantara untuk melakukan bisnis, mereka membaw visi dan misi yang kita kenal dengan 3G “GOLD, GLORY, GOSPEL” Jadi tepatnya mereka ingin menjadikan negeri kita sebagai negeri yang dikeruk kekayaan alamnya, yang kemudian melakukan penindasan dan tanam paksa di negeri kita, ditambah lagi dengan politik adu dombanya “Devide et impera” merupakan politik pecah belah atau disebut juga dengan adu domba adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan.

Pelajaran dan sejarah ban ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 361 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-16 | Comments (0)

Bung Karno dalam buku di bawah bendera Revolusi jilid 1 hal 156-157 mengatakan "Di zaman sekarang, di dalam abad kedua puluh, di dalam zaman "kesopanan", di mana imperialisme di Indonesia itu tidak lagi bernama imperialisme-tua tetapi ialah imperialisme-modern-juga di zaman sekarang ini, maka pada hakikatnya politik monopoli itu belumlah dilepaskan oleh imperealisme Belanda itu.

Juga di zaman sekarang ini, maka masih banyaklah monopoli dari zaman Compagni yang masih terus hidup. Imperealisme tua itu mini sudahlah menjelma menjadi imperealisme-modern yang empat macam, adapun imperealisme itu sebagai berikut:


1. Indonesia tetap menjadi levensmiddelengebied (sektor pangan)

2. Indonesia tetap menjadi afzetgebied (pasar)

3. Indonesia tetap menjadi exploitatiegebied (daerah operasi)

... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 918 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-16 | Comments (0)

« 1 2 3 4 »