Home » Belajar Dari Bung Karno

"Kebenaran adalah pada kita, keadilan adalah pada kita, pekerti adalah pada kita, dan hukum Tuhan yang lebih tinggi dari pada hukum manusia, adalah membenarkan kita punya tindakan". Keyakinan yang demikian inilah yang memberi kekuatan batin pada kita, memberi kekuatan tindakan pada kita, memberi kekuatan bersenyum pada kita, pada saat rintangan sekeras-kerasnya. (Bung Karno: Suluh Indonesia Muda 1928). 

Dari kutipan di atas, saya memahami bahwa dalam segala hal yang kita lakukan untuk kemaslahatan orang banyak semuanya berawal dari kita, ketika kita menyadari bahwa diciptakannya kita oleh Tuhan YME tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menjadi pribadi-pribadi yang mewujudkan nilai-nilai kebaikan yang sudah Tuhan tanamkan di dalam diri kita atau di hati kita masing-masing.

Itulah sebabnya bangsa kita selama meng ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 57 | Added by: semesta580 | Date: 2017-09-08 | Comments (0)

 

Fajar kini sudah mulai menyingsing! Kegembiraan hati untuk menerima khotbahnya propaganda nasional Indonesia sudahlah terbangunkan dimana-mana. Dan walaupun majunya semangat nasional Indonesia itu dirintang-rintangi oleh pihak yang merasa rugi diri oleh karenanya, walaupun ia mendapat antipropaganda yang keras dari pada pihak yang merasa terancam kepentingannya, maka tak dapat tertahanlah ia dalam bangkit dan geraknya. Semangat tidaklah dapat mati; semangat tidaklah dapat dipadamkan. Dan kita, kaum nasional Indonesia, yang melihat dan ikut merasai majunya semangat ini, kita menjadi berbesar hati oleh karenanya. Kita berjalan terus, dengan tidak mundur selangkah, tidak berkisar sejari. Kita percaya bahwa satu kali pastilah datang saatnya, yang kita punya maksud akan tercapai.

Bung Karno: Suluh Indonesia Muda 1928

Wahai saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, mari kita jaga semangat proklamasi dari dalam dada kita, jangan sampai padam! Karena itulah yang diserukan ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 67 | Added by: semesta580 | Date: 2017-09-04 | Comments (0)

Janganlah kita sesama manusia tidak menghargai manusia yang lain, janganlah suatu kelompok tidak menghargai kelompok lain, janganlah suatu golongan tidak menghargai golongan yang lain, dan janganlah suatu keyakinan tidak menghargai keyakinan yang lain, karena sesungguhnya Tuhan mengajarkan kepadkita semua tentang KEMERDEKAAN dan dengan saling menghormati kemerdekaan setiap itu semua maka kita sedang mengaplikasikan ajaran KASIH SAYANG.

Maka hiduplah di dalam NAMA ALLAH YANG PENGASIH DAN PENYAYANG. Tuhan mengajarkan tentang kasih sayang, dan di dalam kasih sayang itu ada ajaran kemerdekaan. Inilah yang sudah Tuhan karuniakan kepada bangsa Indonesia ajaran kasih sayang kepada sesama umat manusia dan kepada seluruh semesta alam. Mari kita jaga "keagungan" dan "kesucian" nama Tuhan, yang saat ini sudah dikotori oleh orang2 yang mengaku beriman kepada Tuhan tetapi akhlaknya tidak mencerminkan ajaran KASIH SAYANG.

... Read more »
Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 64 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-25 | Comments (0)

Persatuan itu adalah fitrah yang telah Tuhan kehendaki kepada seluruh umat manusia. Ketika ada persatuan dalam suatu umat maka umat tersebut akan menjadi umat yang kuat dan besar. Berbicara persatuan bukan hanya bicara penyeragaman, akan tetapi bicara bersatu dalam keberagaman.

Ketika semua orang menyadari sebagai mahluk individu maka kita punya hak untuk hidup sebagai individu yang merdeka, dan ketika setiap individu menyadari sebagai mahluk sosial maka kita harus dapat hidup bersama dalam keberagaman dan kita harus dapat saling hormat dan menghormati kemerdekaan orang lain. Karena kita tidak dapat hidup sendirian di muka bumi ini yang begitu luas, kita butuh orang lain untuk hidup bersama. Bahkan pakaian yang kita pakai saja ini dibuat oleh orang lain, tidak mungkin kita melakukan sendiri untuk membuatnya. Itulah bukti bahwa kita hadalah mahluk sosial dan kita membutuhkan orang lain.

Persatuan bangsa kita begitu kuat sebelum datangnya zaman imperealisme dan kolonialisme, budaya gotong-royong yang sudah mendarah dagin ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 90 | Added by: rahmansemesta | Date: 2017-08-18 | Comments (0)

Nasionalisme kita bukanlah nasionalisme yang sempit; ia bukanlah yang timbul daripada kesombongan bangsa belaka; ia adalah nasionalisme yang lebar,--nasionalisme yang timbul daripada pengetahuan atas susunan dunia dan riwayat; ia bukanlah jingo-nationalism atau chauvinism, dan bukanlah suatu kopie atau tiruan daripada nasionalisme Barat.

Nasionalisme kita ialah suatu nasionalisme, yang menerima rasa hidupnya itu sbagai suatu bakti. Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang di dalamnya kelebaran dan keluasannya memberi tempat cinta pada lain-lain bangsa, sebagai lebar dan luasnya udara, yang memberi tempat segenap sesuatu yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup.

Nasionalisme kita ialah nasionalisme ketimuran, dan sekali-kali bukan kebaratan , yang menurut perkataan C.R Das adalah “suatu nasionalisme yang saling serang-menyerang, suatu nasionalisme yang mengejar keperluan sendiri, suatu nasionalisme perdagangan yang ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 57 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-18 | Comments (0)

 

Proklamasi 17 Agustus 1945 yang di proklamirkan oleh Bapak Proklamator Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta bukan hanya pernyataan kemerdekaan saja,:

Proklamsi yang telah di proklamirkan adalah bukti nyata kita berlepas diri dari” kungkungan” kekuasaan tangan para penjajah yang tidak berperikemanusiaan dan berperikeadilan. Buktinya adalah berlepasdirinya tanah air dan bangsa Indonesia dari para penjajah dan di ikat oleh Proklamasi Indonesia maka berdirilah Negara Indonesia Merdeka. 
Apakah setelah negara Indonesia yang merdeka ini sudah di proklamirkan berarti urusan sudah selesai?

Jawabanya adalah belum selesai!!! Karena proklamasi kemerdekaan itu baru “jembatan emasnya” bangsa Indonesia. Dan kalau kita kaitkan di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa kemerdekaan yang telah kita proklamirkan itu baru di depan pintu gerbang kemerdekaan! ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 73 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-18 | Comments (0)

Kedatangan para penjajah ke nusantara itu bukan hanya bicara mereka ingin menjadikan negeri yang didatanginya itu sebagai negeri yang berbudaya, maju, dan memiliki peradaban, bukan itu tepatnya!! Alasan yang benar adalah karena pada saat itu terjadi Revolusi Industri di negara-negara penjajah tepatnya pada abad ke 18 di Amerika dan Inggris atau Eropa.

Inilah yang kemudian mereka jadikan alasan ke nusantara untuk melakukan bisnis, mereka membaw visi dan misi yang kita kenal dengan 3G “GOLD, GLORY, GOSPEL” Jadi tepatnya mereka ingin menjadikan negeri kita sebagai negeri yang dikeruk kekayaan alamnya, yang kemudian melakukan penindasan dan tanam paksa di negeri kita, ditambah lagi dengan politik adu dombanya “Devide et impera” merupakan politik pecah belah atau disebut juga dengan adu domba adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan.

Pelajaran dan sejarah ban ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 63 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-16 | Comments (0)

Bung Karno dalam buku di bawah bendera Revolusi jilid 1 hal 156-157 mengatakan "Di zaman sekarang, di dalam abad kedua puluh, di dalam zaman "kesopanan", di mana imperialisme di Indonesia itu tidak lagi bernama imperialisme-tua tetapi ialah imperialisme-modern-juga di zaman sekarang ini, maka pada hakikatnya politik monopoli itu belumlah dilepaskan oleh imperealisme Belanda itu.

Juga di zaman sekarang ini, maka masih banyaklah monopoli dari zaman Compagni yang masih terus hidup. Imperealisme tua itu mini sudahlah menjelma menjadi imperealisme-modern yang empat macam, adapun imperealisme itu sebagai berikut:


1. Indonesia tetap menjadi levensmiddelengebied (sektor pangan)

2. Indonesia tetap menjadi afzetgebied (pasar)

3. Indonesia tetap menjadi exploitatiegebied (daerah operasi)

... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 80 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-16 | Comments (0)

Apakah definisi kemerdekaan menurut kita hanya terlepas dari kondisi dimana kita memiliki kebebasan, atau kehendak bebas terhadap bentuk apapun yang mengekang diri kita tidak bergantung pada apapun atau siapapun. Kemerdekaan dalam bangsa kita bukan hanya terlepas dari penindasan, tanam paksa, dan kerja paksa atau imperealisme dan kolonialisme. kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hanya memikirkan kepentingan sendiri, golongan, suku, kelompok, atau hanya bangsanya sendiri. Akan tetapi, kemerdekaan bangsa Indonesia adalah “KEMERDEKAAN UMAT MANUSIA”.
Kenapa saya bilang kemerdekaan umat manusia?, karena hakekatnya paham kebangsaan kita adalah berdasarkan akan paham “KEMERDEKAAN” yang sudah Tuhan Karuniakan kepada Bangsa dan Negara kita, seperti di dalam Deklarasi / Pembukaan UUD1945. Alinea pertama "BAHWA SESUNGGUHNYA KEMERDEKAAN ITU IALAH HAK SEGALA BANGSA"

Inilah paham KEMEDEKAAN bangsa Indonesia, kemerdekaan itu adalah hak setiap bangsa-bangsa, kemerdekaan itu adalah hak setiap warga ne ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 83 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-14 | Comments (0)

Cara pandang setiap kita berbeda-beda, tergantung dari mana kita melihat "sesuatu" itu. Tanpa meremehkan dan merendahkan siapapun seharusnya kita sama-sama menyadari akan apa yang kita nilai terhadap seseorang.
Perbedaan cara pandang ini kalau saya perumpamakan, sama seperti orang yang melihat rumahnya dari jarak yang normal/berdiri di depan rumah, pasti yang dia akan melihat rumahnya dari sudut pandang yang terbatas, yang dia lihat hanya bagian rumah yang terjangkau oleh mata dan tidak bisa melihat seluruh bagian rumahnya yang berada diatas.
Lain halnya kalau orang tersebut melihat rumahnya dari ketinggian 10 s/d 20 meter diatas gedung yang tinggi yang ada di sekitar rumahnya, pasti yang akan dia lihat adalah bagian atap rumahnya dan juga mungkin dia akan melihat rumah2 yang ada di sekitarnya dan juga mungkin bisa melihat ada apa saja di sekitar rumahnya.

Cara pandang kita tentang KEBERAGAMAN juga sama, Sepeti ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 65 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-14 | Comments (0)

1 2 »