Home » 2017 » August » 8 » Prolog
6:48 PM
Prolog

“Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang di dalam kelebaran dan keluasannya memberi tempat cinta pada lain-lain bangsa, sebagai lebar dan luasnya udara, yang memberi tempat segenap sesuatu yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup.” ~ Bung Karno

Ajaran Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme Indonesia mempunyai kekhususan tersendiri dan mempunyai warna yang berbeda dari nasionalisme barat. Kekhususan dari pada nasionalisme Indonesia ini lantaran ia berdiri di atas dasar perikemanusiaan. Ia mengakar kuat di atas prinsip kemerdekaan dan kesetaraan bangsa-bangsa. Ia terlahir dari sebuah semangat perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuknya.

Nasionalisme Indonesia bukanlah sebuah paham yang terlahir begitu saja. Ia bukan sebuah paham yang terbentuk dalam satu dua hari atau satu dua tahun. Ia adalah sebuah ajaran yang tersusun melalui sebuah proses panjang beratus-ratus tahun lamanya; tahap demi tahap seiring sejalan dengan sejarah terbentuknya bangsa Indonesia itu sendiri.

Nasionalisme Indonesia bukan pula sebuah ajaran yang turun dari langit. Ia bukan pula sebuah paham yang ditulis dan dikarang oleh seseorang. Nasionalisme Indonesia terbentuk secara alami dan tersusun perlahan-lahan melalui berbagai peristiwa dalam rangkaian panjang sejarah perjalanan bangsa Indonesia yang penuh dinamika. Karenanya ia menjadi sebuah ajaran yang melekat pada diri bangsa Indonesia dan tidak mungkin untuk dilepaskan. Ia adalah fitrah penciptaan dan takdir kejadiannya bangsa Indonesia.

Karena itulah bangsa Indonesia benar-benar tidak dapat memilih untuk hidup dengan cara lain selain dari pada menurut ajaran kebangsaannya itu. Sebab hanya dengan mengikuti fitrah kejadiannya sajalah bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang hebat dan kuat serta dapat mencapai keselamatan dan kesejahteraannya. Jika bangsa ini memilih dan mengambil cara lain selain dari pada ajaran kebangsaannya, itu sama halnya dengan membiarkan bangsa ini terpuruk dan hancur.

Dan oleh karena terbentuknya Nasionalisme Indonesia itu melalui rangkaian proses panjang sejarah perjalanan bangsa, karenanya menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditolak bagi kita untuk dapat memahami dengan baik sejarah terbentuknya bangsa ini tahap demi tahapnya. Sebab hanya melalui pemahaman sejarah kejadian bangsa Indonesia yang baiklah kita baru akan dapat mengerti maksud dan arah dari pada Nasionalisme Indonesia itu.

Bung Karno pernah menyeru kepada bangsa Indonesia: “Jangan berhenti, sebab siapa yang berhenti akan diseret oleh sejarah dan siapa yang menentang corak dan arahnya sejarah, tidak peduli tiada bangsa apapun, ia akan digiling, digilas oleh sejarah itu sama sekali." Seruannya itu berisi pesan yang kuat agar kita benar-benar berpijak kepada takdir kejadian kita sendiri. Agar kita benar-benar memperhatikan akar sejarah terbentuknya bangsa ini dan berjalan lurus mengikuti arah dan titah yang disematkan sejarah ke dalam jiwa bangsa ini.

Terbentuk bangsa terlebih dulu baru kemudian negaranya adalah salah satu keistimewaan bangsa ini yang penting untuk kita ketahui. Agar dengan itu kita menjadi mengerti bahwa penyelenggaraan dari pada negara Indonesia itu sebenarnya hanyalah sebuah implementasi total dari kehendak dan takdir kejadian bangsa. Penyelenggaraan negara ini harus benar-benar selaras sejalan dan kompatibel dengan karakteristik, nilai-nilai, ajaran dan corak masyarakat Indonesia yang telah dibentuk oleh sejarah kejadiannya.

Seumpama dengan pembangunan sebuah rumah yang tentu saja harus benar-benar memperhatikan untuk siapa rumah itu dibangun, dimikian pula halnya dengan pembangunan negara. Kita tidak bisa begitu saja membangun sebuah rumah tanpa tahu persis hal ihwal dari para penghuni yang hendak menempati rumah tersebut. Pembangunan negara ini pun tentu saja harus memperhatikan dengan baik siapa bangsa Indonesia ini; apa nilai-nilai yang dianut dan yakininya, seperti apa corak budaya dan tradisinya serta apa yang menjadi kehendak dan cita-citanya.

Hal ihwal bangsa Indonesia yang jelas pasti adalah bahwa bangsa Indonesia merupakan satu bangsa yang terbentuk oleh sejarah kejadiannya sebagai bangsa yang penuh dengan keberagaman. Dan meski keberagaman tersebut pernah membawa bangsa ini ke dalam sejarah panjang perpecah-belahan dan budaya saling takluk menaklukkan, namun pengalaman demi pengalaman dan peristiwa demi peristiwa akhirnya menghantarkan bangsa Indonesia kepada satu ajaran yang telah membentuk bangsa yang semula tercerai berai ini menjadi satu bangsa yang bersatu dan bersaudara.

Penjajahan panjang selama 350 tahun telah merubah watak bangsa Indonesia yang semula terbiasa hidup dalam perpecahan dan penaklukan satu sama lain menjadi satu bangsa yang menyadari bahwa kemerdekaan dan kesetaraan untuk setiap bangsa dan setiap manusia adalah kunci bagi terciptanya perdamaian yang abadi dan keadilan sosial. Penjajahan panjang tersebutlah yang membawa bangsa ini pada satu prinsip persatuan yang amat luhur, yaitu persatuan di dalam keberagaman. Persatuan yang tidak berdiri di atas dasar idealisme kelompok, suku atau pun agama; tetapi berdiri di atas dasar idealisme kebangsaan. Sebuah bentuk idealisme yang mengakar pada perikemanusiaan dan perikeadilan yang merupakan dasar dari segala kebenaran.

Bagian yang juga penting untuk kita ketahui bahwa bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang terlahir dari satu revolusi yang dikenal dengan revolusi Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera). Ini adalah revolusi pembebasan rakyat Indonesia dari segala bentuk penderitaan yang diakibatkan oleh penjajahan. Dan karena itulah revolusi Indonesia ini menjadi sebuah revolusi penghapusaan penjajahan secara total dari atas dunia ini. Revolusi ini adalah revolusi yang melekat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari jati dirinya bangsa Indonesia. Dalam rangka itu jugalah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini kita dirikan dan selenggarakan. Yaitu untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur dan mewujudkan persaudaraan bangsa-bangsa atau perdamaian dunia.

Dengan rentangannya yang luas itu; yang jangkauannya meliputi kepentingan seluruh manusia itu, maka revolusi Indonesia ini tentu saja bukan sekedar revolusinya orang Indonesia atau hanya untuk Indonesia saja. Lebih jauh lagi dari itu sesungguhnya Revolusi Indonesia ini adalah revolusinya seluruh umat manusia. Inilah sebuah revolusi menuju pada DUNIA BARU tanpa ekploitasi manusia atas manusia bangsa atas bangsa. Ini adalah revolusi yang hadir untuk menegakan KEMERDEKAAN sebagai hak bagi setiap orang dan bangsa; menegakan PERDAMAIAN ABADI serta menegakkan KEADILAN SOSIAL dengan semurni-murninya.

Category: Nasionalisme Indonesia | Views: 165 | Added by: PuteraGaruda | Tags: Revolusi Indonesia, Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia, Nasionalisme Indonesia | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar