Home » 2017 » August » 18 » PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945, ADALAH KENYATAANYA BANGSA INDONESIA SEBAGAI SEBUAH BANGSA YANG MERDEKA.
4:07 AM
PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945, ADALAH KENYATAANYA BANGSA INDONESIA SEBAGAI SEBUAH BANGSA YANG MERDEKA.

 

Proklamasi 17 Agustus 1945 yang di proklamirkan oleh Bapak Proklamator Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta bukan hanya pernyataan kemerdekaan saja,:

Proklamsi yang telah di proklamirkan adalah bukti nyata kita berlepas diri dari” kungkungan” kekuasaan tangan para penjajah yang tidak berperikemanusiaan dan berperikeadilan. Buktinya adalah berlepasdirinya tanah air dan bangsa Indonesia dari para penjajah dan di ikat oleh Proklamasi Indonesia maka berdirilah Negara Indonesia Merdeka. 
Apakah setelah negara Indonesia yang merdeka ini sudah di proklamirkan berarti urusan sudah selesai?

Jawabanya adalah belum selesai!!! Karena proklamasi kemerdekaan itu baru “jembatan emasnya” bangsa Indonesia. Dan kalau kita kaitkan di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa kemerdekaan yang telah kita proklamirkan itu baru di depan pintu gerbang kemerdekaan! Dan ternyata isi proklamasi yang sesungguhnya adalah di dalam Deklarasi kemerdekaan Indonesia atau yang sering kita sebut sebagai Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. 

 

P R O K L A M A S I

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan

dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta.

Disinilah kita dijelaskan siapa kita sebagai sebuah bangsa dan mau kemana kita sebagai sebuah bangsa!

Setalah kita menyatakan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, para pendiri bangsa kita sudah menyiapkan jauh-jauh hari sebelum itu bahkan persiapkannya sudah sangat matang sekali. Agar kelak bangsa ini tidak salah jalur/tidak salah haluan dalam mengemudikan “kapal bangsa Indonesia ini”mari kita sama-sama memahami isi dari Deklarasi Kemerdekaan Indonesia.

Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alinea pertama berbicara “"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan." mari kita memahaminya bersama-sama bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, maka seluruh bangsa-bangsa penjajah harus memahami bahwa kemerdekaan itu ialah hak bangsa kita. Tidak boleh lagi ada satu bangsa di muka bumi ini yang masih mengalami penjajahan, dan tidak boleh ada bangsa manapun yang menjajah bangsa lain. Karena buat bangsa Indonesia “kemerdekaan” itu ialah fitrah yang telah Tuhan berikan kepada seluruh mahluk yang ada di muka bumi ini. Kemerdekaan juga adalah hak setiap warga negara, kemerdekaan juga adalah hak setiap kelompok, kemerdekaan juga adalah hak setiap golongan, kemerdekaan juga adalah hak setiap individu. Akan tetapi kemerdekaan yang di yakini oleh bangsa kita adalah kemerdekaan yang di dalamnya kita sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dann juga nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan, kemerdekaan Indonesia bukanlah paham kemerdekaan seperti bangsa lain yaitu kemerdekaan yang liberalisme. Kemerdekaan Indonesia adalah kemerdekaan yang di dalamnya sangat takut dengan nilai-nilai ketuhanan. “Dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia haru dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan kepada seluruh mahluk hidup di dunia ini kemerdekaan termasuk kita manusia, kalau ada nilai-nilai kemerdekaan kita yang tidak dihargai oleh bangsa lain dan juga oleh orang lain maka kita punya hak untuk memerdekakan bangsa ini dan juga diri ini dari interpensi bangsa lain dan orang lain.

Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alinea kedua berbicara ”Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur." Mari kita pahami bersama-sama, bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa kita dan juga oleh para pahlawan kita, kemerdekaan itu barulah “jembatan emas” nya bangsa kita. Kita sebagai sebuah bangsa barulah di hantarkan di depan pintu gerbang kemerdekaan, jadi kita belum benar-benar masuk kedalam “istana kemerdekaan”. Kapankah kita dikatakan masuk kedalam “istana kemerdekaan”? jawabannya adalah ketika kita sebagai sebuah bangsa benar-benar merdeka dari segala penjajahan bentuk baru. Kita dikatakan merdeka secara sempurna ketika kita sebagai sebuah bangsa sudah berdikari secara politik, ekonomi, sosial dan budaya. Inilah yang haru kita wujudkan, yaitu kemerdekaan secara politik, jangan ada lagi interpensi dari bangsa manapun dalam pelaksanaan politik di bangsa kita, karena sesungguhnya politik itu sebagai alat demokrasi di negara kita, sebagai cara/strategi dalam menyelenggarakan berbangsa dan bernegara kita. Kalau sudah kita benar-benar merdeka secara politik, maka insya allah bangsa kita akan dapat mewujudkan persatuan yang kuat. Bersatunya bangsa kita bukanlah bersatu untuk diseragamkan, melainkan bersatu di dalam keberagaman, tanpa membedakan apa sukunya, tanpa membedakan apa agamanya, tanpa membedakan apa ras nya, dan tanpa membedakan cara berfikir dan cara mencari hidupnya. Ketika semua sudah menyadari dalam kesadaran yang benar-benar murni. Maka Indonesia akan dapat bersatu secara kokoh, karena pondasinya sudah kuat sekali, yaitu kita semua saling hormat dan menghormati kemerdekaan setiap orang yang ada di dalam bangsa ini. Ketika bersatu sudah terwujud maka langkah selanjutnya adalah bagaimana kita sebagai sebuah bangsa dapat berdaulat secara utuh, berdaulat sebagai sebuah bangsa dan bisa menentukan arah dan tujuannya sendiri tanpa ikut campur bangsa lain dalam menentukan kebijakan dan peraturan di dalam bangsa ini. Dan juga rakyat harus memegang kedaulatan tertinggi, karena sekarang zamannya kedaulatan ada di tangan rakyat, kedaualatan bangsa kita adalah kedaulatan yang bukan di putuskan oleh segelintir orang-orang yang memiliki partai atau sebagainya, akan tetapi kedaulatan yang benar-benar di pegang dari rakyat, dilaksanakan oleh rakyat dah hasilnya akan di nikmati juga oleh rakyat. Kalau kedaulatan sudah terwujud maka langkah selanjutnya dalah adil dan makmur. Adil bukan hanya untuk kelompok sendiri, adil bukan hanya untuk golongan sendiri dll, akan tetapi adil untuk semua, adil untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa harus memandang kasta, ras, suku, adat istiadat, dan juga keyakinan. Karena di mata Tuhan Yang Maha Esa semua manusia itu sama, yang membedakannya adalah ketakwaanya di mata Tuhan. Kalau keadilan sudah terwujud maka kemakmuran akan dapat di rasakan oleh semuanya, oleh seluruh bangsa Indonesia.

Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alinea ketiga berbicara “Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.". mari kita pahami bersama-sama, bahwa sesungguhnya kemerdekaan bangsa Indonesia itu adalah atas berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, inilah kenyataanya bangsa kita. Bahwa Tuhan memberikan rahmat-Nya kepada bangsa kita, agar kelak kita sebagai sebuah bangsa dapat menjadi “mercusuar” bagi bangsa-bangsa lain yang belum memahami akan esensi dari ajaran kemerdekaan yang telah di karuniakan Tuhan kepada bangsa kita. Dan pernyataan alinea ketiga juga menyatakan bahwa Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah pernyataan akan kenyataanya bangsa Indonesia yang sudah merdeka dari segala bentuk penjajahan. Dan kemerdekaan bangsa Indonesia juga selain atas berkat rahmat Tuhan, juga didorong oleh keinginan luhur dari segenap bangsa Indonesia yang ingin merdeka dari penjajahan dan dengan semangat yang berkobar-kobar dari dalam diri setiap bangsa Indonesia.

Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alinea ketiga berbicara “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia." Mari kita pahami bersama-sama, setelah kita menyatakan kemerdekaan kita pada tanggal 17 Agustus 1945, lalu pertanyaan yang harus sama-sama kita tanyakan ke dalam diri kita masing-masing adalah, bagaimana cara kita untuk menyelenggarakan kemerdekaan kita itu? Maka lagi-lagi para pendiri bangsa kita sudah mempersiapkan formulanya. Yaitu dengan cara kita membentuk suatu pemerintahan/negara Indonesia yang berdasarkan kepada Pancasila. Inilah cara kita menyelenggarakan kemerdekaan bangsa kita, yaitu kita bangun Negara Indonesia yang berdasarkan kepada Pancasila. Kenapa kita harus pakai Pancasila ? pertanyaan inipun perlu kita pertanyakan ke dalam diri kita masing-masing, kenapa harus Pancasila bukan yang lain. Jawabanya adalah karena Pancasila adalah alat pemersatu dari bangsa yang beragam ini, Pancasila di gali dari buminya Indonesia, Pancaila bukan lahir dari buminya bangsa lain. Akan tetapi Pancasila itu digali dari kalbunya bangsa Indonesia yang beraneka ragam itu. Maka dari itu sampai dengan saat ini Pancasila adalah yang paling cocok dan pas untuk bangsa kita. Setelah Negara Indonesia dibentuk yang berdasarkan Pancasila maka berulah negara ini akan menjalankan fungsinya dengan baik dan benar. Adapaun fungsi dari terbentuknya Negara Indonesia yang sudah merdeka itu adalah sebagai berikut: “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Inilah jati dirinya bangsa kita, oleh karena itu jangan takut, jangan khawatir, jangan gelisah dan jangan pernah ragu dengan bangsa Indonesia. Karena sesungguhnya bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang sedang dipersiapkan oleh Tuhan untuk menjadi model/contoh untuk bangsa-bangsa yang lain yang sampai saat ini masih memiliki cara hidup yang imperealisme dan kolonialisme. Oleh karena itu mari kita bersama-sama untuk membangun bangsa dan negara ini dari keadaan yang belum baik agar menjadi baik.

Merdekaaaaa, merdekaaa, merdekaaaa, sekali merdeka tetap merdeka.

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 109 | Added by: semesta580 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar