Home » Pidato Bung Karno

Saya percaya, bahwa ada jalan keluar daripada konfrontasi ideologi-ideologi ini. Saya percaya bahwa jalan keluar itu terletak pada dipakainya Panca Sila secara universil !

Siapakah diantara Tuan-Tuan menolak Panca Sila? Apakah wakil-wakil yang terhormat dari Bangsa Amerika yang besar menolaknya? Apakah wakil-wakil yang terhormat dari bangsa Rusia yang besar menolaknya? Ataukan wakil-wakil yang terhormat dari Inggris atau Polandia, atau Perancis atau Cekoslowakia? Ataukah memang ada diantara mereka yang agaknya telah mengambil posisi yang statis dalam Perang Dingin antara gagasan-gagasan dan praktek-paktek, dan yang berusaha tetap berakar sedalam-dalamnya sedangkan dunia menghadapi kekacauan-kekacauan?

Lihatlah, lihatlah delegasi yang mendukung saya ! Delegasi itu bukan terdiri dari pegawai-pegawai negeri atau politikus-politikus profesional. Delegasi ini mewakili bangsa Indonesia. Dalam delegasi ini ada prajurit-prajurit. Mereka menerima Panca Sila, ada seorang ulama islam yang besar, yang merupakan soko guru bagi agamanya. Ia menerima Panca Sila. Selanjutnya da pemimpin Partai Komunis Indonesia yang kuat. Ia menerima Panca Sila. Seterusnya ada wakil-wakil dari Golongan-golongan Katolik d ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 639 | Added by: PuteraGaruda | Date: 2014-09-12 | Comments (0)


Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa seharusnya ialah memecahkan masalah-masalah. Untuk menggunakannya sebagai forum perdebatan belaka, atau sebagai saluran propaganda, atau sebagai sambungan dari politik dalam negeri, berarti memutar-balikkan cita-cita mulia yang seharusnya meresap di dalam badan ini.

Pergolakan-pergolakan kolonial, perkembangan yang cepat dari daerah-daerah yang belum maju di lapangan teknis, dan masalah perlucutan senjata, semuanya merupakan masalah-masalah yang tepat dan mendesak untuk kita pertimbangkan dan musyawarahkan. Akan tetapi, telah menjadi jelas, bahwa masalah-masalah yang vital ini tidak dapat dibicarakan secara memuaskan oleh Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sekarang ini. Sejarah badan ini menunjukkan kebenaran yang menyedihkan dan yang jelas daripada apa yang telah saya katakan.

Sungguh tidak mengherankan bahwa demikianlah jadinya. Kenyataannya ialah bahwa Organisasi kita mencerminkan dunia tahun Sembilanbelas Empatpuluh Lima, dan bukan dunia zaman sekarang. Demikianlah halnya dengan semua badan-badannya – kecuali satu-satunya Majelis yang agun ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 580 | Added by: PuteraGaruda | Date: 2014-09-12 | Comments (0)

DISIARKAN RRI pada tanggal 3 Oktober 1965 pukul 1.33 dinihari dan dimuat di harian Berita Yudha tanggal 4 October.

Dalam pidato pertama kepada publik ini, Bung Karno menyatakan bahwa dirinya dalam keadaan selamat dan tetap memegang pucuk pimpinan negara.

Tanggal 2 Oktober Bung Karno mengumpulkan semua pemimpin Angkatan Bersenjata dan Waperdam II Dr. Leimena. Bung Karno telah menetapkan Mayor Jenderal Pranoto Reksosamudro sebagai pengganti Panglima Angkatan Darat Jenderal Ahmad Yani. Sementara Mayor Jendera Suharto diberi tugas memulihkan keamanan dan ketertiban pasca G30S.

Pidato pertama Bung Karno pasca G30S ini diperoleh dari Cornell University.

Brothers, repeating my order as Supreme Commander of the Armed Forces/Great Leader of the Revolution which was announced on October 1, 1965, and to eliminate all uncertainty among the people, herewi ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 1051 | Added by: PuteraGaruda | Date: 2014-09-11 | Comments (1)

SAUDARA-SAUDARA, kita mengatakan bahwa Malaysia adalah proyek neo-kolonialis. Aku berkata, Malaysia adalah suatu proyek neokolonialis, dan aku berkata, Malaysia adalah juga suatu proyek imperialis.

Neo-kolonialis karena Inggris mengkonsolir, menjajah Malaysia itu, atau lebih tegasnya Malaya, Singapore, Brunei, Serawak, Sabah dengan cara-cara baru, dengan cara neo—neo itu artinya baru—bukan dengan cara terang-terangan seperti dulu Belanda disini mengatakan bahwa Hindia adalah Hindia-Nederland, mengatakan bahwa semua pemerintahan disini, di Indonesia ini, adalah di dalam tangan negeri Belanda.

Tidak, Inggris mengatakan bahwa Malaya, Singapore, Sabah, Brunei ini, oo, untuk mereka sendiri. Pemerintahannya dalam bentuk baru. Tetapi pada hakikatnya masih Inggris yang memegang tampuk pemerintahannya, oleh karena itu dinamakan neo-kolonialisme baru, bukan kolonialisme biasa.

Terus terang saja, Saudara-saudara, di kalangan utusan daripada Dasawarsa A-A ini masih ada lho ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 1020 | Added by: PuteraGaruda | Date: 2014-09-10 | Comments (1)

Saudara-saudara sekalian,

Merdeka !

(sambutan gemuruh ” Merdeka ! “, tepuk tangan lama).

Saudara-saudara sekalian,

Pada permulaan bulan Juli yang lalu, sdr. Aidit di ruangan Istana Negara menanya kepada saya: ”Bung Karno, sekarang ini sedang berjalan pelarangan kegiatan politik. Apakah kiranya Partai Komunis Indonesia dalam waktu yang singkat boleh mengadakan Kongres di Jakarta ? “

Pada waktu itu saya berkata kepada saudara Aidit : “Adakan kongres itu” (tepuk tangan dan sorak lama, terdengar pekik : “Hidup Bung Karno !”). “Adakan Kongres itu ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 1751 | Added by: PuteraGaruda | Date: 2014-09-10 | Comments (0)

« 1 2 3 4 5 6 »