Home » Pidato Bung Karno

Datang saf zaman Hindu, yang di dalam bidang politik berupa negara Taruma, negara Kalingga, negara Mataram kesatu, negaranya Sanjaya, negara Empu Sendok, negara Kutei, berupa Sriwijaya dan lain sebagainya. Datang saf lagi, saf zaman kita mengenal agama Islam, yang di dalam bidang politik berupa negara Demak Bintaro, negara Pajang, negara Mataram kedua, dan seterusnya. Datang saf lagi, saf yang kita kontak dengan Eropa, yaitu saf imperialisme, yang di dalam bidang politiknya zaman hancur-leburnya negara kita, hancur-leburnya perekonomian kita, bahkan kita menjadi rakyat yang verpauveriseerd. Jadi empat saf, saf pra-Hindu, saf Hindu, saf Islam, saf imperialis. Saya lantas gogo (gogo itu seperti orang mencari ikan, di lubang kepiting) sedalam-dalamnya sampai menembus zaman imperialis, menem­bus zaman Islam, menembus zaman Hindu, masuk ke dalam zaman pra-Hindu.

Jadi saya menolak perkataan bahwa kurang dalam penggalian saya. Dalam pada saya menggali-gali, menyelami saf-saf ini, saban-saban saya bertemu dengan: kali ini, ini yang menonjol, lain kali itu yang lebih menonjol. Lima hal inilah: Ketuhanan, Kebang­saan, Perikemanusiaan, Kedaulatan Rakyat, Keadilan sosial. Saya lantas ber ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 582 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-11-11 | Comments (0)

(Kursus Presiden Soekarno Tentang Pancasila di Istana Negara, Tanggal 5 Juli 1958)

Saudara-saudara sekalian, saya ikut bergembira bahwa Saudara-saudara meski malam ini adalah malam Minggu dan di beberapa tempat di Jakarta hujan, Saudara-saudara toh memer­lukan datang dalam kursus ini.

Malam ini hendak saya kupas sila Kebangsaan.

Urut-urutan yang biasa saya pakai untuk menyebut kelima sila daripada Pancasila itu ialah: Ketuhanan Yang Maha Esa; Kebang­saan nomor dua; Perikemanusiaan nomor tiga; Kedaulatan Rakyat nomor empat; Keadilan Sosial nomor lima. Ini sekadar urut-urutan kebiasaan saya.

Ada kawan-kawan yang mengambil urut-urutan lain yaitu meletakkan sila Perikemanusiaan sebagai sila yang kedua dan sila Kebangsaan sebagai sila ketiga. Bagi saya prins ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 725 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-11-10 | Comments (0)

(Amanat Presiden Sukarno pada peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Gedung Departemen Luar Negeri, 1 Juni 1964)

Saudara-saudara sekalian,
Pada saat sekarang ini saya berdiri di sini di hadapan saudara-saudara sekalian, di tengah-tengah hiasan-hiasan yang amat mengagumkan dalam suasana, yang bagi saya sendiri amat mengharukan. Malahan sesudah saya mendengar pidato-pidato tadi – terutama sekali pidato dari Saudara Subandrio – saya menanya kepada diri saya sendiri. Ada apa dengan diriku sekarang ini. What is the matter with me? Sebab sebenarnya segala sesuatu yang terjadi sekarang mengenai diri saya, tidak saya duga-duga lebih dahulu.

Saudara Subandrio tadi pagi saya tanya, apa sebab saudara mengadakan peringatan Lahirnya Pancasila, sesudah Pancasila itu berumur 19 tahun? Pertanyaan itu tadi telah dijawab pula oleh Saudara Subandrio saat membuka peringatan pada malam ini. Diakui oleh beliau, bahwa angka 19 adalah angka yang aneh, katakanlah angka sembarangan. Sehingga saudara-saudara mengerti bahwa saya sendiri tatkala diberi tahu oleh saudara Subandrio, bahwa akan diadakan satu peringata ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 939 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-06-27 | Comments (1)

" Nah, ini saya minta kepada kamu orang sekali lagi, supaya betul-betul bekerja keras dengan tekad, semangat yang sehebat-hebatnya. Janganlah setengah-setengah. Sebab, sebagai tadi dikatakan oleh Pak Bandrio, Conefo itu sebenarnya adalah satu hal yang mengenai, meskipun tidak mutlak, mengenai kelanjutan kita punya hidup sebagai Negara, sebagai bangsa yang merdeka..!

Ini, Saudara-saudara, harus dimengerti oleh kita semuanya, agar kita mengerti pula. Dan terutama sekali engkau petugas dan karyawan Kopronef, bahwa engkau itu dikerjakan pada satu pekerjaan yang bukan saja historis, bersejarah, tetapi hewereld histories, menyamai seluruh dunia, bersejarah mondial. Bukan saja bersejarah untuk kita, tetapi bersejarah untuk seluruh umat manusia di empat penjuru angin, lima benua, tujuh samudra..! 

Nah, ini, inilah semangat Conefo, jiwa Conefo. Jika engkau dengan rakyat Vietnam telah berasa sebagai, kukatakan berulang-ulang, tat twam asi. Tat, t-a-t, twam, t-w-a-m, asi, a-s-i,baru engkau mempunyai jiwa Conefo. Tat twam asi artinya engkau adalah aku, aku adalah engkau. Jij be ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 2012 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-05-04 | Comments (2)

“Saudara-saudara sekalian!
Saya telah meminta saudara-saudara hadir di sini untuk menyaksikan satu peristiwa maha-penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjoang, untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun!
Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan itu, ada naiknya dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita.
Juga dalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak ada henti-hentinya.
Di dalam jaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakekatnya, kita tetap menyusun tenaga kita sendiri, tetapi kita percaya kepada kekuatan sendiri.
Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air kita, di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya.
Maka kami tadi malam telah mengadakan musyawarat dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
Saudara-saudara!
Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu.
D ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 6638 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-03-07 | Comments (0)

« 1 2 3 4 5 6 »