Home » Pidato Bung Karno

Paduka Tuan Ketua yang mulia! 

Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapatpendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka Tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya. Saya akan menepati permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini. 

Maaf, beribu maaf! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenamya bukan permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh paduka Tuan Ketua yang mulia ialah, dalam bahasa Belanda: "Philoso- fische grondslag" dari pada Indonesia Merdeka. Philosofische grondslag itulah pondamen, filsafat ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 4416 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-11-22 | Comments (0)

Pendek kata, bangsa Indonesia, Natie Indonesia, bukanlah sekedar satu golongan orang yang hidup dengan "le desir d'etre ensemble" di atas daerah yang kecil seperti Minangkabau, atau Madura, atau Yogya, atau Sunda, atau Bugis, tetapi bangsa Indonesia ialah seluruh manusia-manusianya yang, menurut geopolitik yang telah ditentukan oleh Allah s.w.t, tinggal dikesatuannya semua pulau-pulau Indonesia dari Ujung Utara Sumatera sampai ke Irian! Seluruhnya! karena antara manusia 70.000.000, ini sudah ada "le desir d'etre ensemble", sudah jadi "Charaktergemeinschaft"! Natie Indonesia, bangsa Indonesia, umat Indonesia jumlah orangnya adalah 70.000.000, tetapi 70.000.000, yang telah menjadi satu, satu, sekali lagi satu! 

(Tepuk tangan hebat). 

Kesinilah kita semua harus menuju : mendirikan satu Natio ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 2361 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-11-21 | Comments (0)

(Ceramah Presiden Sukarno pada Pertemuan Gerakan Pembela Pancasila di Istana Pada Tanggal 17 Juni 1954)

Saudara-saudara sekalian,
Lebih dahulu saya mengucap banyak-banyak terima kasih kepada Saudara-saudara sekalian, bahwa Saudara-saudara pada malam ini memerlukan datang di sini untuk bersilaturahmi dengan kepala negara serta Ibu Soekarno.

Sekarang saya diminta untuk membuat ceramah. Ceramah yang terutama sekali mengenai hal Pancasila dasar dan azas negara Republik Indonesia yang kita proklamirkan pada tanggal 17 Agus­tus 1945. Kadang-kadang saya mendengar sebutan “Gerakan Pembela Pancasila”.

Sebenarnya sebutan yang demikian itu kurang lengkap. Harusnya, ialah “Gerakan Pembela Pancasila Sebagai Dasar Negara”. Kalau sekadar dinamakan “Pembela Pancasila”, maka berarti bahwa Pancasila itu harus dibela. Dan dengan sendirinya ti ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 2718 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-11-19 | Comments (0)

Amanat PJM Presiden Soekarno pada tanggal 24 September 1955 di Surabaya

Saudara-saudaraku sekalian,

Saya adalah orang Islam, dan saya adalah keluarga Negara Republik Indonesia.

Sebagai orang Islam saya menyampaikan salam Islam kepada saudara-saudara sekalian “assalamu’alaikum wr. wb!”

Sebagai warga negara Republik Indonesia saya menyampai­kan kepada saudara-saudara sekalian, baik yang beragama Islam, baik yang beragama Hindu – Bali, baik yang beragama lain, kepada saudara-saudara sekalian saya menyampaikan salam nasional “merdeka!”

... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 1608 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-11-18 | Comments (0)

Aku ber-ibu orang Bali. Ida Ayu Nyoman Rai nama Ibuku. Malahaii aku jikalau beristirahat di Tampaksiring, desa kecil di Bali, rakyat Bali menyebutkan aku, kecuali Bung Karno, Pak Karno – menyebutkan Ida Bagus Made Karno. Aku melihat masyarakat Bali yang dua juta manusia itu beragama Hindu – Bali. Di Singaraja ada masyarakat Islam sedikit. Di Denpasar ada masyarakat Islam sedikit. Terbang lagi kapal udaraku ke Sumbawa – Islam. Terbang kapal udaraku ke Sumbawa – Kristen Pro­tcstan. Tcrhang kapal udaraku ke Florcs -pulau di mana aku dulu diinternir. – rakyat Flores kenal akaii Bung Karno, Bung Karno kenal akaii rakyat Flores – sebagian besar rakyat Flores itu beragama Rooms Katholik (Kristen). Terbang lagi kapal udaraku ke Timor – sebagian besar rakyatnya Protestan Kristen. Terbang lagi kapal udaraku ke Ambon – Kristen. Sekitar Ambon itu adalah masyarakat kristen. Terbang lagi ke Utara ke Ternate – Islam di Ternate. Dari Ternate trbang ke Manado, Minahasa sekelingnya, – Kristen, ke Selatan Makasar – Islam. Di Tengah Sulawesi, Toraja – sebagian besar Kristen, sebagian belum ber­agama.

Benar apa tidak perkataan ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 1199 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-11-17 | Comments (0)

 

Amanat Presiden Soekarno Pada Rapat Pancasila di Bandung Tanggal 16 Maret 1958

Saudara-saudara

Baru sekarang sesudah saya datang kembali dari luar negeri, saya berjumpa lagi dengan saudara-saudara Rakyat Bandung dan sekitarnya. Saya mengucap terima kasih kepada saudara-saudara sekalian bahwa saudara-saudara telah datang di sini berbondong­bondong dengan jumlah lebih dari 1 juta manusia untuk bersama­sama menyatakan isi hati saudara-saudara. Isi hati bersatu padu sebagai satu Bangsa yang cinta pada kemerdekaan. Isi hati bersatu padu setia kepada Proklamasi 17 Agustus 1945. Dan saya amat bergembira pula pada ini hari, datang di Bandung bersama-sama dengan Ibu Rasuna Said yang oleh pemimpin rapat dengan tepat telah dikatakan Srikandi Indonesia. Saudara-saudara, tahukah engkau sekalian bahwa Ibu Rasuna Said telah berpuluh-puluh tahun lamanya berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, berjuang untuk utuhnya negara, yang kita proklamirkan 17 Agustus 1945. Bahkan waktu beliau masih muda, beliau telah berjuang sekuat­kuat tenaga untuk ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 936 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-11-16 | Comments (0)

Pidato  Presiden Soekarno Pada Peringatan Lahirnya Pancasila di Istana Negara Tanggal 5 Juni 1958

Saudara-saudara sekalian,

Barangkali dalam kalangan kita sekarang ini, tidak ada se­seorang yang lebih terharu hatinya daripada saya. Terharu karena ingat kepada perjuangan dan penderitaan rakyat berpuluh-puluh tahun, yang akhirnya melahirkan Negara Kesatuan Republik In­donesia, berdasarkan Pancasila. Terharu oleh karena pada ini malam di Istana Negara berkumpul beribu-ribu saudara-saudara, handai taulan untuk memperingati lahirnya Pancasila, sedang di halaman di muka Istana negara, berkumpul berpuluh-puluh ribu rakyat yang mendengarkan pidato-pidato dari sini, sedangkan pula seluruh rakyat Indonesia yang memiliki radio atau berdiri di muka radio umum men-dengarkan pidato-pidato itu pula. Terharu oleh karena pada ini malam dengan tidak terduga-duga dan tersangka­sangka, diucap-kan oleh pembicara-pembicara, perkataan­perkataan pujian terhadap kepada diri saya, yang atas perkataan­perkataan, pujian itu saya mengucap banyak-banyak terima kasih, sambil meng-ul ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 1791 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-11-15 | Comments (1)

Kursus Presiden Soekarno Tentang Pancasila di Istana Negara, Tanggal 26 Mei 1958.

Saudara-saudara, 
Saya diminta untuk memberi kursus mengenai Pancasila. Dan sebagai dikatakan oleh saudara Pamuraharjo tadi, kursus tak dapat selesai dalarn satu uraian. Karena itu, akan diadakan kursus Pan­casila ini beberapa kali, dan malam ini akan saya mulai dengan memberikan kepada saudara-saudara satu kursus pendahuluan, inleiding. Jadi pada malam ini belum saya kupas sila-sila daripada Pancasila itu. Belum saya kupas Ketuhanan Yang Maha Esa. Belum saya kupas Perikemanusiaan. Belum saya kupas Kebang­saan. Belum saya kupas Kedaulatan Rakyat. Belum saya kupas Keadilan Sosial. Melainkan saya akan memberi kata pembukaan lebih dahulu. Saudara mengerti dan mengetahui, bahwa Pancasila adalah saya anggap sebagai Dasar daripada negara Republik in­donesia. Atau dengan bahasa Jerman: satu weltanschauung di atas mana kita meletakkan Negara Republik Indonesia itu. Tetapi kecuali Pancasila adalah satu weltanschauung, satu dasar falsafah, Pancasila adalah satu alat mempersatu, yang saya yakin seyakin­yakinnya Bangsa Indonesia dari Sabang sampai ke Merauke ha­nyalah dapat bersatu-padu di atas dasar Pancasi ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 811 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-11-14 | Comments (0)

Dus, saudara-saudara, jelas, gerakan India adalah satu gerak­an yang sebenarnya daripada kaum pertengahan dan kaum bor­juasi yang timbul dengan mempergunakan rakyat jelata. Ada baiknya saya di sini menerangkan kepada saudara hal kenapa gerakan India itu tidak mempergunakan kekerasan? Memang saudara-saudara, situasinya lain daripada kita. Kita mempergu­nakan kekerasan, mengadakan physical revolution, karena kita pada bulan Agustus menghadapi imperialisme yang hendak kem­bali, dan pada waktu itu ada kesempatan baik sekali untuk meram­pas senjata dari tangan Jepang. Bahkan di waktu pendudukan Jepang, dan tidak boleh saudara-saudara lupakan, kita tiga sete­ngah tahun mendapat mendapat kesempatan baik untuk melatih kita punya diri mempergunakan senjata. Di India tidak. Kesem­patan yang sedemikian itu tidak ada, bahkan sekali lagi Gandhi keluar dengan ia punya falsafah, yang bukan saja menentang devils-work yang berupa mesin, berupa segala hal yang modern, tetapi juga menentang penggunaan kekerasan. Ia punya falsafah ialah apa yang dinamakan Ahimsya, tidak boleh mempergunakan kekerasan dan bikin saja kekerasan pisik. Bahkan mempergunakan kekerasan batin juga tidak boleh. Jangan menyakiti hati orang lain, begitu pula jangan menyakiti badan orang lain. Ahimsya! Yang di dalam pemunculan bidang politiknya, berupa gera ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 555 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-11-13 | Comments (0)

Kursus Presiden Soekarno Tentang Pancasila di Istana Negara, Tanggal 16 Juni 1958.

Saudara-saudara sekalian,

Di dalam kursus saya yang pertama sebagai pendahuluan, saya terangkan kepada saudara-saudara bahwa perjuangan rakyat Indonesia untuk menumbangkan imperialisme tidak boleh lain daripada bersifat mempersatukan segenap tenaga-tenaga revolu­sioner yang ada di masyarakat kita. Saya jelaskan pada waktu itu sebabnya. Sebabnya ialah bahwa kita berhadapan dengan imperi­alisme Belanda yang imperialisme Belanda itu berlainan sifat daripada misalnya imperialisme Inggeris. Manakala imperialisme Inggris adalah terutama sekali satu imperialisme perdagangan, – yang saya maksudkan ialah imperialisme Inggris yang datang di India -, maka imperialisme Belanda yang datang di Indonesia, terutama sekali adalah satu imperialisme daripada Finanz-kapital. Finanz-kapital yaitu kapital yang ditanamkan di sesuatu tempat berupa perusahaan-perusahaan.

... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 731 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-11-12 | Comments (0)

1 2 3 »