Home » Nasionalisme dan Agama

“Malaikat Jibril duduk di samping Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, kemudian ia menengadahkan mukanya ke langit. Tiba-tiba ada seorang malaikat yang turun. Malaikat Jibril berkata, "Malaikat ini belum pernah turun sejak diciptakan kecuali saat ini". Ketika malaikat tersebut turun, ia berkata, "Wahai Muhammad! Aku diutus kepadamu oleh Rabb-mu. Apakah Engkau ingin dijadikan sebagai seorang RAJA sekaligus NABI atau seorang HAMBA sekaligus RASUL?" Malaikat Jibril berkata, "Merendahlah kepada Rabb-mu, wahai Muhammad!" Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, "Sebagai seorang HAMBA dan RASUL.""

H
adist tersebut diatas membawa pesan sekaligus petunjuk yang penting buat kita hari ini. Peristiwa yang diceritakan dalam hadist tersebut adalah peristiwa di luar biasanya.

Dikatakan bahwa malaikat yang turun membawa tawaran kepada Nabi Muhammad untuk menjadi RAJA tersebut belum pernah turun sebelumnya sejak ia diciptakan. Artinya tawaran yang seperti ini adalah tawaran ... Read more »

Category: Nasionalisme dan Agama | Views: 314 | Added by: PuteraGaruda | Date: 2018-10-14 | Comments (0)

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."   (QS.2:30)

Meskipun manusia pada kodratnya diciptakan oleh Tuhan sebagai umat yang satu, dan secara fitrahnya adalah mahluk yang berkasih sayang, namun di dalam diri setiap manusia juga terdapat hawa nafsu yang membuat manusia amat berpotensi menjadi perusak yang hebat. Tidak aneh karenanya jika sejak mula-mula penciptaan manusia, malaikat sudah mengajukan keberatannya atas rencana Allah tersebut. Malaikat melihat bahwa tabiat buruk manusia yang egois dan serakah hanya akan membuat manusia menjadi orang-orang yang mempertumpahkan darah dan menimbulkan kerusakan di muka bumi. Meski tidak sepenuhnya benar, tapi apa yang menjadi kekhawatiran para malaikat ini pun sebenarnya tidaklah sepenuhnya salah. Karena di kemudian waktu, sebagaimana telah kita saksikan, dari zaman ke zaman m ... Read more »

Category: Nasionalisme dan Agama | Views: 581 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-04-19 | Comments (0)

Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (QS.42:13)

Dapat kita pahami dengan baik dari ayat tersebut di atas bahwa prihal agama itu telah ada baginya pensyariatan yang ditentukan oleh Allah sebagaimana yang telah diwahyukan dan diwasiatkan-Nya kepada para nabi, yaitu: bahwa penegakan agama haruslah merupakan pembentukan sebuah syariat yang menghindari perpecah-belahan umat. Jadi syariat yang baik dan benar dari suatu agama adalah syariat yang dengannya umat dapat dipersatukan dan dipersaudarakan dengan sebaik-baiknya. Dengan kata lain, dapatlah kita pahami bahwa hal yang paling utama dan menjadi inti dari penegakan agama dan pembentukan sebuah syariat adalah persatuan dan ... Read more »

Category: Nasionalisme dan Agama | Views: 643 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-04-19 | Comments (2)

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.  (QS.7:34)

Penting bagi kita untuk dapat memahami dengan baik bahwa ajaran Islam dan syariat Islam itu adalah dua hal yang berbeda. Ajaran Islam itu bersifat kekal adanya karena ia memanglah merupakan prinsip-prinsip universal yang bersifat mutlak dan tidak terbatasi oleh ruang dan waktu. Sementara itu syariat Islam adalah hal yang bersifat fana, dinamis serta mempunyai batas waktu adanya. Syariat Islam itu adalah tata cara dan aturan-aturan untuk mengimplementasikan ajaran Islam di dalam berkehidupan. Dan bagaimana ajaran Islam itu diimplementasikan sangatlah amat bergantung kepada kondisi dan keadaan zaman. Jika kita umpamakan, ajaran Islam itu adalah seumpama dengan ruh sementara syariat Islam itu seumpama dengan badan kita. Sebagai ruh, sesungguhnya kita adalah mahluk yang abadi. Kita adalah mahluk yang akan hidup selamanya dan tidak akan pernah mati. Namun sebagai badan, kita tentulah mempunyai batasan waktu. Badan kita ini pada akhirnya akan ... Read more »

Category: Nasionalisme dan Agama | Views: 3172 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-02-22 | Comments (0)

Melalui Piagam Madinah inilah kita dapat melihat dan mengenal wajah dan jiwa Islam yang cinta damai dan toleran itu. Islam yang rahmatan lil'alamin itu. Islam yang senantiasa mengedepankan persatuan dan persaudaraan itu. Islam yang yang menjunjung tinggi keadilan dan memperlakukan setiap orang setara dihadapan hukum itu. Islam yang menjaga si miskin, melindungi yang lemah dan membela mereka yang teraniaya itu. Islam yang selalu siap untuk hidup berdampingan secara harmonis dan berkeadilan sosial dengan segala kelompok yang berbeda-beda itu.

Dan melalui Piagama Madinah ini pula kita dapat melihat betapa selarasnya cita-cita dan semangat Piagam Madinah ini dengan cita-cita dan semangat-nya konstitusi Bangsa Indonesia yang hendak mewujudkan kehidupan ber-BHINEKA TUNGGAL IKA melalui PANCASILA yang menjungjung tinggi KEMERDEKAAN, PERDAMAIAN ABADI dan KEADILAN SOSIAL.

Piagam Madinah ini adalah contoh dari bagaimana syariat Islam itu diimplementasikan dan ditegak dalam kehidupan.
----------- ... Read more »

Category: Nasionalisme dan Agama | Views: 1275 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-10-29 | Comments (0)

1 2 »