Home » 2017 » August » 14 » MARI KITA PAHAMI BHINNEKA TUNGGAL IKA
11:50 AM
MARI KITA PAHAMI BHINNEKA TUNGGAL IKA

Terkadang karena Nafsu dan Ego manusia bisa berbuat apa saja, tanpa melihat lebih dalam lagi apa yang sedang dia perbuat dan juga tanpa mentafakuri diri atau perenungan ke dalam diri masing-masing. Sehingga yang terjadi adalah gesekan-gesekan di masyarakat Bangsa dan Negara. Cacian, makian, saling gunjing dan menggunjing antara satu dengan yang lain, tidak adanya rasa toleransi di dalam kehidupan bermasyarakat ini akan menyebabkan “retaknya persatuan dan kesatuan bangsa”.
Sebetulnya karena kitalah yang membuat itu semua terjadi, sebetulnya kita jugalah yang terlalu sombong untuk menilai seseorang hanya karena perbedaan baik dari cara berfikir, cara mencari hidp, cara adat dan istiadat, dan bahkan secara keyakinannya.

Tetapi kalau mau sedikit melihat jauh kedalam diri masing-masing sebenarnya bagaimana perasaan orang lain itu sangat bisa kita rasakan dengan perasaan diri kita sendiri, kalau kita sukanya di puji, maka mulailah belajar memberikan pujian kepada orang-orang yang berbuat baik dan berprestasi di sekitar kita. Kalau kita tidak suka disakiti oleh orang lain, maka belajarlah jangan menyakiti perasaan orang lain. Kalau kita ingin dihargai dan dihormati, mulai saat ini belajarlah menghormati dan menghargai orang lain, dan seterusnya. Karena Tuhan menciptakan manusia itu sejatinya adalah dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dijadikannya kita bersuku-suku dan berbangsa-bangsa tujuannya adalah untuk saling kenal mengenal. Itulah yang harus sama-sama kita praktekan di dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita bangun suatu tatanan di dalam masyarakat bangsa kita, yang saling hidup rukun bergandengan tangan tanpa melihat perbedaan apapun. Karena memang Fitrahnya kita adalah SATU. Satu Tanah Air, Satu Bangsa dan Satu Bahasa yaitu INDONESIA.

Hiduplah di dalam Kebhinnekaan dan jangan lupa bahwa kita semua adalah sama di mata Tuhan, yang membedakan adalah amalsholeh atau Kontribusi dan kemanfaatan bagi sesama manusia.

Bangsa dan negara Indonesia adalah terdiri atas berbagai macam unsur yang membentuknya yaitu suku bangsa, kepulauan, kebudayaan, golongan, serta agama yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan.

Oleh karena itu negara Indonesia adalah negara yang memiliki konsep persatuan di dalam keberagaman yaitu Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara sekaligus konsep persatuan tersebut.

Kemudian dari BTI(bhinneka tunggal ika) itu disusunlah formula untuk mewujudkan NKRI yang susunannya adalah sebagai berikut:

BTI-PS-UUD45-NKRI

BTI = Bhinneka Tunggal Ika
PS = Pancasila
UUD’45 = Pembukaan + Batang tubuh
NKRI = Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hakikat negara persatuan adalah negara yang merupakan suatu “KESATUAN” dari unsur-unsur yang membentuknya, yaitu rakyat yang terdiri atas berbagai macam etnis suku bangsa, golongan, kebudayaan, adat istiadat, serta agama.

Inilah Kenyataan negara kita, yang memang Sudah di kehendaki oleh Tuhan Yang Maha Esa. Jadi marilah kita BERSATU di dalam keberagaman dengan semangat saling hormat dan menghormati kemerdekaan setiap warga negara, setiap golongan, setiap keyakinan, dan juga setiap individu.

Maka dengan saling menjunjung tinggi semangat “KEMERDEKAAN” maka kita dapat mewujudkan NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.

Mau diterima atau tidak seperti inilah memang adanya, kita adalah suatu bangsa yang terbentuk ratusan bahkan ribuan tahun pada zaman dahulu, dimana pada saat itu sudah terjadi kesepakatan bersama untuk saling hidup bersama di dalam suatu wilayah yang hari ini kita mengenalnya dengan nama Indonesia. Ketika hari ini kita menjadi suatu Bangsa yang beraneka ragam yah itu harus kita sama-sama legowo untuk menerimanya.

Tapi sejarah lagi-lagi ingin menjelaskan kepada kita semua sebagai generasi saat ini, bahwa pada zaman dahulu pun ketika maha patih Gajah Mada berusaha untuk menyatukan Nusantara dengan cara saling takluk menaklukkan, itu semua di dasari dengan semangat ingin menjadikan suatu bangsa yang dapat hidup rukun dan harmonis. Tapi lagi-lagi caranya belum tepat untuk dipakai.

Dan kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan pemahaman kepada para pendiri bangsa dan juga kepada para pahlawan yang akhirnya menyadari kalau kita “BERPECAH-BELAH” justru kita tidak mampu menjadi suatu bangsa yang merdeka.

Sampailah akhirnya kita melakukan KONGRES PEMUDA 1 & 2 , yang akhirnya pada kongres pemuda ke 2 inilah kita menghasilkan 3 hal yang sangat PENTING untuk bangsa kita adapun hasil tersebut adalah:

1.SUMPAH PEMUDA
2. INDONESIA RAYA
3. BENDERA MERAH PUTIH

Tiga hal inilah yang kemudian membakar semangat para pendiri bangsa dan juga para pejuang bangsa kita untuk BERSATU dan merebut KEMERDEKAAN dari tangan PENJAJAH. Semangat SUMPAH PEMUDA ini di dorong oleh semangat BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Bersyukurlah kita hari ini yang sudah menikmati KEMERDEKAAN yang telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa dan juga para pahlawan, yang mereka sendiri tidak dapat menikmati apa yang telah mereka perjuangkan.

Pertanyaan yang harus kita tanyakan ke dalam diri kita masing2 adalah, apa yang sudah kita lakukan untuk membangun BANGSA DAN NEGARA kita ini??????.

Apakah kita berniat untuk membangun dan menjaga PERSTUAN DAN KESATUAN BANGSA???

Atau apakah kita justru ingin memecah belah bangsa??? Jawabannya ada di dalam diri kita masing- masing.

Belajar Bhinneka Tunggal Ika itu ngga usah yang jauh-jauh, mari kita belajar dari diri kita.

Setiap apa yang ada di diri kita ini adalah KEBERAGAMAN, Mari kita bahas satu per satu

Di kepala kita ada Otak, mata, hidung, telingga, mulut dan lain sebagainya setiap alat indra yang kita punya memiliki funghi yang berbeda2. Mereka tidak pernah protes dengan apa yang ada pada mereka. Dan tidak pernah alat indra tersebut saling salah menyalahkan antara satu dengan yg lain. Mereka Sudah mengerti per an dan fungsinya dari SANG PENCIPTA.

Begitu juga organ tubuh kita yg di dalam. Ada jantung, pari-paru, pankreas, lambung, ginjal, usus besar dan kecil dan lain sebagainya. Mereka juga sama memiliki person dan fungsi yang berbeda2, dan mereka juga tidak saling mempermasalahkan antara satu dengan yang lain. Mereka semuanya berserah diri kepada SANG PENCIPTA yang telah menciptakan mereka, dan mereka menjalankan Pesan dan funsinya masing- making dengan baik. Dan masih banyak apa-apa yang ada di dalam tubuh kita kalau kita mau bahas, tapi saya mohon maaf saya bukan ahli di bidang anatomi tubuh. Hehehhehe itu hanya perumpamaan saja dengan KEBERAGAMAN yang ada di bangsa kita.

Tuhan menciptakan organ tubuh kita dengan sempurna dan memiliki bentuk yang sempurna dan sesuai dengan fungsinya masing- masing. Dan tidak ada yang Tuhan ciptakan di dalam tubuh kita ini semuanya memiliki bentuk yang sama dan seragam.

Nah itulah yang saya ingin sampaikan kepada diri saya khususnya secara pribadi dan juga saudara2 saya sebangsa dan setanah air. Bahwa Tuhan pun menciptakan kita semua di jadikannya berbeda-beda, berbeda sukunya, berbeda adat istiadatnya, berbeda cara berfikirnya, bahkan berbeda keyakinannya. Tidak lain dan tidak bukan adalah agar kita saling memahami antara satu dengan yang lain. Karena memang kita di ciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Jadi marilah kita saling hidup rukun dan harmonis di dalam KEBERAGAMAN yang terpenting adalah kita saling berkasih sayang dan gotong royong dalam kebajikan dan kemanfaatan untuk orang banyak. Inilah ajaran hidup yang di Ridhoi oleh Tuhan. Hiduplah dengan menjunjung tinggi BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Jadilah BANGSA yang dewasa dan bijaksana! Kenapa saya katakan seperti itu karena memang saat ini mau/tidak kita semua belum menjadi BANGSA yang dewasa dan bijaksana. Kita Masih sering mempermasalahkan hal2 yg tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan/diperbincangkan.

Bung karno di dalam bukunya "Dibawah Bendera Revolusi " pernah berkata" Dalam mewujudkan PERSATUAN kita tidak boleh putus-putus berdaya-upaya, tidak boleh habis-habis ikhtiar menjalankan kewajiban ikut mempersatukan gelombang-gelombang tadi itu! (Yang dimaksud adalah perbedaan yang ada di dalam bangsa Indonesia). Sebab kita yakin, bahwa persatuanlah yang kelak kemudian hari membawa kita ke arah terkabulnya impian kita: Indonesia Merdeka!. "

Itulah yang pernah di serukan oleh founding father kita! Ketika itu dengan semangat persatuan dan didorong oleh semangat SUMPAH PEMUDA, akhirnya kita mampu memproklamirkan KEMERDEKAAN Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Lalu kenapa sekarang justru kita melakukan "KEBODOHAN" yang tidak seharusnya kita lakukan. Kita sudah cukup lama menderita karena penjajahan dan kita juga cukup lama hidup dengan kemiskinan dan keterbelakangan, kenapa sekarang kita berusaha untuk menciptakan keadaan yang sama. Dengan kita saling BERPECAH-BELAH Karena perbedaan partai politik, perbedaan keyakinan, perbedaan cara berfikir dan seterusnya. Itulah yang saya katakan " KEBODOHAN" karena kita semua bersikap seperti anak kecil yang sedang memperebutkan permainan dll, padahal kalau kita BERSATU DAN SALING GOTONG ROYONG untuk membangun bangsa ini, tentu saja kita akan cepat dalam mewujudkan cita-cita bangsa kita. Yaitu mewujudkan negara Indonesia yang MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR.

Ayolah “JANGAN BERSIKAP SEPERTI ANAK KECIL” padahal kita semua sudah cukup matang dari sisi usia, kalau memang belum paham arah dan visi kemerdekaan bangsa Indonesia ini, saya menyarankan mari kita sama-sama mempelajari kembali apa yang di amanahkan oleh para pendiri bangsa kita. Mari kita baca, pahami dan hayati DEKLARASI KEMERDEKAAN/PEMBUKAAN UUD1945. Karena disanalah JATI DIRINYA BANGSA KITA / NASIONALISME INDONESIA.

Dalam Rangka memperingati Hari Lahir PANCASILA

*Mari mengingat kembali butir-butir Pancasila*

BUTIR-BUTIR PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA

Lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.

Butir-butir Pancasila ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa.

I. SILA PERTAMA : KETUHANAN YANG MAHA ESA

1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama & penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
3. Saling hormat-menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

II. SILA KEDUA : KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
2. Saling mencintai sesama manusia.
3.Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

III. SILA KETIGA : PERSATUAN INDONESIA

1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia.
5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

IV. SILA KEEMPAT : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN

1.Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.
2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3.Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

V. SILA KELIMA : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

1.Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
2. Bersikap adil.
3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4. Menghormati hak-hak orang lain.
5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
7. Tidak bersifat boros.
8. Tidak bergaya hidup mewah.
9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
10. Suka bekerja keras.
11. Menghargai hasil karya orang lain.
12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Bagaimana mungkin kita dapat mewujudkan nilai- nilai PANCASILA dalam kehidupan kita sehari-hari kalau kita tidak memiliki semangat yang didorong oleh keinginan luhur dari dalam hari kita untuk menjadi manusia yang BERGUNA BAGI BANGSA DAN NEGARA!

Semangat inilah yang harus terus kita KOBARKAN, semangat PROKLAMASI yang telah susah payah diperjuangkan oleh para pendiri/pejuang BANGSA.

Dulu Bangsa ini diperjuangkan oleh "Golongan tua" dan "Golongan muda" yang dengan kebijaksanaannya golongan tua terus membimbing dan memberikan pandangan2 kepada golongan muda. Sedangkan golongan muda dengan semangatnya yang BERKOBAR KOBAR, menggerakan perlawanan dengan para penjajah.

Semangat semangat inilah yang jangan sampai "PUDAR" dan "HILANG" dari Generasi Pemuda saat ini.

" PEMUDA" adalah orang2 yg memiliki SEMANGAT PROKLAMASI! apakah itu semangat proklamasi? Semangat proklamasi adalah sebagai berikut:

1. Rela berjuang mati-matian untuk mempertahankan idealisme bangsa (BTI-PS-UUD45-NKRI) yg itu semua bersumber dari idealisme ttg KEMERDEKAAN.

2. Mempersatukan Bangsa tanpa mengecualikan satu golongan pun.

3. Membangun NKRI demi terwujudnya kehidupan yang MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR.

Jangan mudah untuk menyerah, ketika semua Sudah sepakat untuk BERSATU maka segala macam rongrongan dalam bentuk apapun akan dapat kita deteksi dan dapat kita atasi.

Memang itulah yang selalu "mereka" lakukan, orang-orang yang mempunyai kepentingan dalam kekuasaan dan memiliki rasa haus untuk menaklukan dan menundukan suatu bangsa.

Jangan lelah untuk berjuang dalam membela KEUTUHAN DAN PERSATUAN NKRI, karena kita adalah SATU BANGSA yang tidak dapat di JEBOL oleh bangsa-bangsa yang masih memiliki cara berfikir IMPEREALISME, ketika kita BERSATU dalam suatu barisan yang rapat, rapih dan kuat.

Inilah yang selalu ditakutkan oleh bangsa-bangsa IMPEREALIS ketika GEMA suara akan cinta terhadap NASIONALISME NKRI Sudah berkumandang diseluruh Bumi Pertiwi ini. Mereka akan berusaha memecah belah kita dengan segala bentuknya.

Tapi janganlah kita takut karena kita adalah suatu Bangsa yang dilahirkan dan di bentuk oleh proses yang begitu panjang dan melewati KAWAH CANDRA DIMUKA yang luar biasa. Insya Allah Tuhan akan selalu bersama Bangsa kita, selama kita saling menjaga PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA.

Semua agama/Keyakinan yang ada di seluruh dunia mengajarkan tentang BUDI PEKERTI dan titik temunya adalah di PERIKEMANUSIAN DAN PERIKEADILAN.

Ketika ada satu keyakinan yang mengajarkan tentang anti nasionalis berarti bukan salah dari keyakinannya melainka para pemeluk keyakinannyalah yang masih belum paham esensi/hakekat dari apa yang diajarkan tersebut.

Bung Karno pernah menulis di dalam bukunya yang berjudul " Dibawah bendera revolusi" Islam yang sejati adalah mereka yang mewajibkan pada pemeluknya mencintai dan bekerja untuk negeri yang ia diami, mencintai dan bekerja untuk rakyat di mana dia hidup.

Begitu pun saya menyakini keyakinan-keyakinan yang ada di INDONESIA mengajarkan hal yang sama tentang bagaimana RASA CINTA TERHADAP TANAH AIR/NASIONALISME. Karena kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kita di lahirkan di bumi yang sangat gemah ripah ini.

Di dunia Timur pernah para pendiri bangsanya mengajarkan tentang NASIONALISME kepada para pendukuknya. Siapa saja mereka itu ?

1. Seyid Jamaluddin
2. Arabi Pasha
3. Mustafa Kamil
4. Mohammad Farid Bey
5. Ali Pasha
6. Ahmed Bey Agayeff
7. Mohammad Ali Shaukat Ali

(Bung Karno ; dibawah bendera revolusi)

Bahkan Nabi Besar Muhammad Saw juga mengajarkan kepada kita akan rasa cinta terhadap tanah air. Hubbul wathon minal iman"cinta tanah air itu sebagian dari iman".

Marilah kita bangun rasa cinta kita terhadap TANAH AIR karena inilah yang harus kita perjuangkan.

Sejak lahirnya 1 juni 1945 sampai dengan di proklamirkannya kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila memang belum benar2 di mengerti dan dipahami oleh sebagian Bangsa kita. Di tambah lagi dengan adanya peristiwa Agresi militer 1 dan 2 pada tahun 1945 s/d 1949 belum sempat para pendiri bangsa memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang apa itu Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.

Tahun 1949 Belanda menggiring bangsa kita yang tadinya Republik Indonesia di rubah menjadi Republik Indonesia Serikat(RIS). Peristiwa demi peristiwa terus terjadi, pemberontakan 2 dari dalam negeri kita terus-terusan menempa bangsa Indonesia yang baru merdeka ini.

Kalau diperumpamakam seperti seorang empu yang sedang membuat keris pusaka maka keris tersebut harus betul2 melalui tempaan demi tempaan sampai keris pusaka itu benar-benar teruji kesaktiannya.

Wajar saja kalau sampai dengan detik ini Bangsa kita masih banyak yang belum memahami IDEALISME NEGARA KITA DAN TUJUAN KITA BERBANGSA DAN BERNEGARA.

Pertanyaan yang harus kita lakukan di dalam diri kita masing2 adalah, sampai kapan BANGSA ini akan benar-benar BERSATU dan BERDAULAT??

Inilah yang harus di jawab oleh putra dan putri Indonesia!!

Mulailah bergerak dan wujudkan kehidupan yang BERBHINNEKA TUNGGAL IKA, jangan tunggu orang lain untuk memulai!

Ayo kita wujudkan kehidupan yang penuh dengan CINTA DAN KASIH SAYANG, dan SALING TOLONG MENOLONG DALAM KEBAIKAN. Untuk Indonesia yang MERDEKA, BERSATU, BEDAULAT, ADIL DAN MAKMUR.

Berbeda cara berfikir boleh-boleh saja, yang penting harus sama-sama menjunjung prinsip kemerdekaan.

Berbeda cara berkeyakinannya boleh-boleh saja, karena tidak ada paksaan dalam berkeyakinan. Yang penting harus sama-sama menjunjung prinsip kemerdekaan.

Berbeda adat istiadat boleh-boleh saja, karena kita memang dilahirkan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Yang penting harus sama-sama menjunjung prinsip kemerdekaan.

Berbeda cara mencari hidupnya boleh-boleh saja, karena kita diberikan potensi dan kelebihan oleh Tuhan berbeda-beda. Yang penting harus sama-sama menjunjung prinsip kemerdekaan.

Apa itu prinsip kemerdekaan??

Prinsip kemerdekaan adalah suatu ajaran yang di dalamnya kita harus saling hormat menghormati antara satu dengan yang lainnya, yang di dasari oleh rasa takut kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena bisa jadi kita membenci sesutau padahal itu Amat baik bagi kita, dan boleh jadi kita menyukai sesuatu padahal itu belum tentu baik untuk kita. Itu firman Allah swt di dalam kitab sucinya.

Jadi mari kita berjabat tangan dan saling menghormati perbedaan-perbedaan yang ada di dalam Bangsa kita. Jangan pade ribut dan merasa paling bener!!!

Alangkah berjiwa BESARNYA para pendiri bangsa kita, di saat sudah disepakatinya hasil musyawarah PPKI yang menyusun dasar- dasar negara kita, dan pada saat itu masih ada saudara2 kita dari Indonesia bagian Timur yang belum hadir mereka harus menunggu untuk kedatangan saudara2 kita pada saat sidang PPKI. Yang akhirnya hasil musyawarah itu diputuskan dan disepakati bersama-sama.

Inilah contoh yang perlu kita lanjutkan dan kita teruskan, tidak mempermasalahkan perbedaan suoi dan adat istiadat, dan juga keyakinan, tetapi tetap menemukan hasil keputusan yang membawa kita pada Alam KEMERDEKAAN sekarang ini.

Indahnya persatuan dan kesatuan bangsa kita pada saat detik-detik akan mengumumkan landasan dasar negara kita dan juga UUD yang akan memandu kita untuk mewujudkan Indonesia yang MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR.

Ruh dan semangat inilah yang harus kita jaga dan kita perjuangkan, yaitu semangat KEMERDEKAAN DEMI TERCIPTANYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.

Janganlah kita hanya terpaku dan berdiam diri saja, mereka para pendiri bangsa kita sudah menorehkan tinta sejarahnya untuk generasi kita saat ini. Lalu apa yang sudah kita torehkan tinta sejarah kita masing2 untuk generasi yang akan datang??

Apakah kita melanjutkan REVOLUSI BANGSA INDONESIA YANG BELUM SELESAI?? Atau justru kita menorehkan tinta sejarah tentang PERPECAH BELAHAN UNTUK NKRI??

Setiap apa yang kita lakukan dan perjuangkan saat ini, akan dimintai pertanggung jawabannya dì kehidupan yang akan datang!!

Jagalah persatuan dan kesatuan Bangsa kita, jangan sampai pecah- belah.

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 103 | Added by: semesta580 | Rating: 1.0/1
Total comments: 0
avatar