Home » 2017 » August » 12 » MANUSIA ITU SATU DAN TUHAN ITU ESA
1:41 PM
MANUSIA ITU SATU DAN TUHAN ITU ESA

Ada beberapa quote dari Bapak Pendiri Bangsa Ir, Sukarno yang sangat menyentuh hati bagi setiap orang yang membacanya, dan setiap quote yang di tuliskan itu mengajak kita untuk kembali kepada fitrah kita sebagai manusia yang telah Tuhan karuniakan kemerdekaan di dalam diri setiap individu manusia tersebut. Dan adapun beberapa quote tersebut menajak kita untuk saling menghormati dan menghargai setiap kemerdekaan orang lain dan juga bangsa lain, karena memang kita sebagai mahluk individu kita mempunyai kemerdekaan yang patut kita perjuangkan, dan sebagai mahluk sosial kita juga berkewajiban menghormati kemerdekaan orang lain dan tidak boleh menginterpensi orang lain dalam segala hal di kehidupan ini. Berikut adalah beberapa quote Bapak Pendiri Bangsa kita Ir, Sukarno :

"
Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!"

Orang tidak bisa me-ngabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia.. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin."

Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua!

"Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu
golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!""

FITRAH TUHAN KEPADA MANUSIA ADALAH PERIKEMANUSIAAN DAN KEMERDEKAAN

Ketika semua tatanan dalam kehidupan ini sudah tidak seimbang!

Ketika "Sebuah keyakinan" sudah tidak bisa lagi menjadikan manusia2 yang menganutnya menjadi manusia2 yang berakhlak baik.

Ketika semua manusia sudah tidak lagi mengenali jati dirinya!

Maka kembalilah kepada Fitrah Tuhan atas penciptaan manusia, yaitu perikemanusiaan dan perikeadilan. Karena di dalam perikemanusiaan itu ada ajaran tentang kemerdekaan sebagai seorang manusia, bahwa manusia adalah mahluk yang diberikan kemerdekaan oleh Tuhan. Oleh karena itu sebagai mahluk individu manusia berhak untuk merdeka, merdeka dalam menentukan hak-haknya sebagai manusia.

Dan sebagai mahluk sosial manusia juga harus menghormati kemerdekaan orang lain dan tidak boleh saling memaksakan kehendaknya kepada orang lain dalam segala bentuknya. Kemerdekaan adalah fitrah Tuhan kepada manusia, oleh karena itu mari kita saling menjaga prinsip-prinsip kemerdekaan di dalam kehidupan ini. Allah swt atau Tuhan Yang Maha Esa, telah memberikan rasa kasih dan sayang kepada seluruh mahluk yang ada di muka bumi ini.

Dan salah satu contoh tentang kasih dan sayangNya adalah bahwa Allah swt selalu menjaga seluruh alam semesta ini agar selalu seimbang. Dan itulah bukti bahwa kita ini sebenarnya hidup selalu di "Dalam Nama Allah" sejak proses penciptaan manusia di dalam rahim ibu, betapa Allah selalu menjaga kita semua dan selalu diberikan apa2 yang menjadi kebutuhan kita waktu itu.

Bahkan setelah kita lahirpun kita selalu di liputi di "Dalam Nama Allah" dan itulah bukti bahwa kita selalu dijaga dan diberikan fitrah kita sebagai manusia, apakah fitrah manusia itu? Yaitu Kemerdekaan dalam hidup yang telah diberikan oleh Allah. Setiap manusia berhak hidup merdeka!. Jangan ada lagi penjajahan dalam segala bentuknya, dan apapun penjajahan yang masih ada maka harus dihapuskan dari muka bumi ini. Karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Perikemanusiaan dan perikeadilan adalah ajaran Tuhan yang semurni-murninya ajaran.

HAKEKAT HIDUP ITU BUKAN HANYA MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI, TETAPI BAGAIMANA KITA DAPAT BERGUNA BAGI KEHIDUPAN

Tuhan Yang Maha Esa menciptakan alam semesta dan Jagat raya sudah sesuai dengan fitrahNya masing-masing, atau sudah sesuai dengan ketentuan jati dirinya masing-masing. Mari kita menjalani hidup sesuai dengan kodrat penciptaan manusia, yaitu menjalankan peran kita sebagai sebenar-benarnya manusia. Apakah kodrat Kita sebagai manusia? Yaitu menjalankan PERIKEMANUSIAAN DANPERIKEADILAN. Janganlah kita hidup hanya mementingkan EGOISME kita sendiri, tanpa melihat keadaan di kiri dan kanan kita! Itulah yang di ajaran oleh Rasululloh SAW, melalui syariat sholat sesudah tasyahud akhir menengok ke kanan dan ke kiri dengan mengucapkan "assalamualaikum warohmatulloh".

Keadaan bangsa kita saat ini membutuhkan perhatian dan kerjasama dari semua lapisan masyarakat, atau kalau di dalam perkataannya Bung Karno "Gotong-royong" tanpa adanya kesadaran untuk bergotong-royong yang di jiwai dengan semangat hidup di dalam keberagaman, maka kita tidak akan pernah dapat mewujudkan kehidupan di dalam bangsa kita yang akan, damai, tentram, Adil, sejahtera dan makmur.

Oleh karena itu marilah kita mulai dari keseharian dirikita dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari. Sesuai dengan bidang dan professionalisme yang kita miliki.

Yuk kita sadar diri, yuk kita bangun kesadaran dalam kehidupan ini. Stop egoisme golongan, stop egoisme kelompok, stop egoisme diri sendiri!!!

Mari kita hidup bergotong-royong di dalam keberagaman yang ada di Indonesia!!! Mari kita hidup di dalam Bhinneka Tunggal Ika.

 

KEDUDUKAN BHINNEKA TUNGGAL IKA YANG LEBIH TINGGI UNTUK NKRI

Walaupun banyak orang yang bilang Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa kita, akan tetapi jangan anggap "remeh" kedudukan BTI buat bangsa Indonesia. Kenapa saya bilang seperti itu? Mari kita belajar bersama. 

Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya sebagai semboyan atau hanya slogan atau motto saja, akan tetapi kedudukan BTI di dalam Pancasila yang menjadi dasar pemersatu bangsa itu adalah semua bermula dari BTI dan prinsip Kemerdekaan yang ada di dalam Deklarasi bangsa Indonesia. Jadi Bhinneka Tunggal Ika adalah pondasinya Pancasila dalam berbangsa dan bernegaranya kita, karena BTI inilah yang menjadi alat untuk menyatukan segala perbedaan yang ada di dalam bangsa kita, karena keberagaman yang begitu banyak di dalam bangsa kita membuat kita harus memiliki konsep pemersatu yang dapat mempersatukan segala perbedaan yang ada di dalam bangsa kita tanpa harus mengesampingkan segala perbedaan. Jadi jangan anggap remeh BTI, bangsa Indonesia bisa bersatu sampai dengan hari ini karena kita punya Bhinneka Tunggal Ika atau yang kalau di singkat BTI, tanpa BTI bangsa kita akan sulit untuk bersatu.

Oleh karena itu mari kita bersatu dan saling menghormati segala perbedaan yang ada di dalam bangsa kita, dan mari kita hidup dengan BTI sebagai landasan dasar pemersatu kita, dengan BTI maka kita akan dapat hidup bergotong royong untuk mewujudkan cita-cita bangsa kita yang ingin hidup dalami, aman, tentram, nyaman dan terciptanya kehidupan yang adil dan makmur.

 

BHINNEKA TUNGGAL IKA MENGAJARKAN KITA HIDUP DI DALAM FITRAH TUHAN YANG MAHA ESA

Setiap mahluk yang Tuhan ciptakan di muka bumi ini pasti sudah mendapatkan kemerdekaan dariNya, Setiap manusia pasti menginginkan kehidupan yang damai dan tenang.

Tidak ada orang tua di dunia ini yang rela melihat anaknya teraniyaya dan di zholimi. Bahkan dari induk seekor semut pun ketika melihat larva/calon bayinya mau di sakiti pasti dia akan menolongnya dan menjaganya. Seperti itulah Tuhan Yang Maha Esa sudah menanamkan rasa cinta dan kasih sayang kepada semua mahluk yang telah di ciptakanNya, bahkan seekor binatang buaspun diberikan rasa kasih sayang kepada anak2nya. Itulah esensi dari ajaran kasih sayang, itulah esesnsi dari ajaran kemerdekaan dan itulah juga yang Tuhan harapkan kepada kita seluruh umat manusia! Bagaimana kita dapat hidup saling sayang dan menyayangi di dalam keberagaman, dan tanpa melihat perbedaan apapun yang ada

Marilah kita hidup di dalam Bhinneka tunggal Ika, karena itulah Fitrah Tuhan Yang Maha Esa. Jangan ada lagi pertumpahan darah di muka bumi ini dan jangan ada lagi kerusakan yang di sebabkan oleh tangan-tangan manusia

BHINNEKA TUNGGAL IKA DAN PANCASILA MENGAKOMODIR KEBERAGAMAN DI NKRI

Apapun suku kita!
Apapun agama kita!
Apapun adat istiadat kita!
Dan bagaimanapun cara mencari hidup kita! 
Selama kita saling menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan yang berkebudayaan, maka kita diperkenankan untuk tinggal di NKRI.
Kenapa bisa seperti itu?......Karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang beranekaragam, kalau kita hanya memaksakan kehendak berdasarkan suku, agama, adat istiadat dan cara mencari hidup dan berpikir mengikuti cara kita, maka kita tidak sesuai dengan fitrah Tuhan Yang Mah Esa.
Karena Tuhan Yang Maha Esa sudah memberikan kemerdekaan bagi seluruh makhluk yang ada di dunia ini.

Sudah sejatinya kita menjunjung tinggi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai dasar pemersatu dan petunjuk dalam kita hidup berbangsa dan bernegara.

Mati kita wujudkan kehidupan yang damai, aman, nyaman, tentram dan sejahtera di dalam kehidupan di NKRI

TUHAN YANG MAHA ESA MENGAJARKAN TENTANG KEMERDEKAAN

Tuhan itu Maha Merdeka, Maha Berdiri Sendiri, dan Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu.

Pemahaman bangsa kita tentang kemerdekaan sebenarnya selaras dengan sifat Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Merdeka. Paham kemerdekaan yang telah dikaruniakan Tuhan kepada Bangsa kita seharusnya benar-benar menjadi sebuah pemahaman yang harus kita hormati bersama.

karena di dalam kemerdekaan itu kita di ajarkan bagaimana hidup yang ber-perikemanusiaan dan ber-perikeadilan, Tuhan tidak mau kita selalu bertengkar dan bermusuh-musuhan, apalagi sampai menciptakan pertumpahan darah di dunia ini.

oleh karena itulah kita sebagai bangsa yang di dalam Deklarasi Kemerdekaannya/Pembukaan UUD1945 kita memiliki sebuah pemahaman "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan"

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat murka, apabila di zaman sekarang ini masih ada bangsa penjajah yang masih menjajah bangsa lain, contohnya hari ini adalah bangsa Palestina. selama di muka bumi ini masih ada eksploitasi bangsa atas bangsa dan manusia atas manusia, selama itu juga bangsa Indonesia tidak akan tinggal diam.

Mari saudara-saudaraku sebangsa dan setanag air, mari kita hidup di dalam kemerdekaan dan mari kita hidup saling menghormati kemerdekaan orang lain. karena itulah yang Tuhan Maha Esa ajarkan kepada ummat manusia di muka bumi ini.

SAATNYA INDONESIA BERSATU DAN MEWUJUDKAN REVOLUSI INDONESIA YANG BELUM SELESAI

Kunci sebuah bangsa yang besar adalah persatuan dan kesatuan bangsanya. Ketika hari ini sudah banyak pembuktian2 yang membukakan "mata" rakyat Indonesia akan para pemimpin yang benar2 memimpin untuk rakyat dan terlihat juga pemimpin2 yang hanya memimpin untuk golongannya/partainya saja, apa lagi hanya untuk membangun dinasti kekuasaan,,, waduhhhh kacau banget.

Bangsa Indonesia ini dan NKRI ini bukan hanya milik kalian saja wahai para elit politik, bangsa Indonesia ini adalah milik rakyat dan kedaulatan ada di tangan rakyat, jangan paksa rakyat hanya untuk mementingkan kekuasaanmu saja wahai para elit politik.

Saatnya Bangsa Indonesia harus bersatu untuk mewujudkan Revolusi Indonesia yang ingin mewujudkan Indonesia yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur.

Mari kita jaga NKRI dari perpecah-belahan yang lagi mau di book-obok oleh orang2 yang mempropagandakan perpecah-belahan dengan cara mengadu-domba bangsa kita dengan keberagaman yang ada di bangsa kita

Mari kita saling hormat dan menghormati perbedaan suku, keyakinan, adat-istiadat, bahasa dan juga asal bangsanya. Mari kita menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan.

 

KAITAN BHINNEKA TUNGGAL IKA DENGAN PANCASILA

Kenapa kita wajib ber-Bhinneka Tunggal Ika dan ber-Pancasila?.
Mari kita belajar memahaminya bersama2. Bangsa Indonesia jauh se belum menjadi bangsa yang kita kenal sekarang ini dahulunya adalah Nusantara yang terdiri dari ratusan kerajaan menurut sejarah ±800 kerajaan yang ada di Nusantara, belum lagi suku dan adat istiadatnya 1.340 suku yang ada di Nusantara bahkan lebih dari itu, keyakinannya yang begitu beraneka ragam juga.
Nah dari keberagaman Nusantara itulah pada masa kerajaan Majapahit, Maha Patih Gajah Mada berusaha untuk menyatukan Nusantara dengan cara penaklukan kerajaan2 yang ada di Nusantara itu.

Dan ternyata konsep "bersatu di dalam keberagaman" itu sudah pernah di terapkan oleh Gajah Mada, tapi sayang caranya adalah dengan penaklukan dan penundukan yang akhirnya menyebabkan pemberontakan di mana-mana.

Dan pada masa saat kita mengalami penjajahan oleh bangsa Asing, semangat "persatuan dalam keberagaman " itu kemudian di instal kembali dan semangatnya bangkit kembali pada 28 oktober 1928 oleh seluruh perwakilan para pemuda yang akhirnya bersatu untuk mengusir penjajah dan mengerakan pergerakan nasional Indonesia pada saat itu.

Yang berbeda adalah konsep "bersatu di dalam keberagaman" pada masa Kongres Pemuda, bukan lagi di dasari oleh cara hidup saling takluk menaklukan dan menduduki melainkan saling menghormati kemerdekaan setiap orang yang ada pada saat itu, inilah semangatnya SUMPAH PEMUDA yang didasari oleh pemahaman bahwa "walaupun kita berbeda-beda tetapi kita tetap satu jua"

Semangat inilah dan juga prinsip kemerdekaan inilah yang mendasari prinsip Bhinneka Tunggal Ika, karena kalau kita tidak menghormati kemerdekaan dari setiap orang yang ada, maka yang akan terjadi adalah pertumpaham darah oleh seluruh lapisan bangsa.

Inilah alasan kenapa pada pendiri bangsa menggunakan Bhinneka Tunggal Ika sebagai konsep hidup "bersatu di dalam keberagaman", dan Pancasila adalah dasar pemersatu bangsa yang beraneka ragam ini dan sebagai bintang petunjuk akan kemana bangsa kita ini kedepannya!

Jadi kalau kita salah konsep di awal sudah pasti masa depan bangsa Indonesia akan tidak baik, tapi sebaliknya kalau di awal konsepnya baik dan benar sesuai jati dirinya bangsakita sendiri, insya Allah sudah pasti masa depan NKRI jauh lebih baik lagi.

 

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 33 | Added by: semesta580 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar