Home » 2015 » April » 1 » Nasionalisme Itu Kemerdekaan Untuk Setiap Bangsa
10:29 PM
Nasionalisme Itu Kemerdekaan Untuk Setiap Bangsa

Nasionalisme adalah sebuah paham yang menyatukan individu-individu ke dalam dan atas nama sebuah bangsa. Dalam paham nasionalisme, setiap individu tadi tidaklah lagi dibenarkan untuk mengedepankan identitas-identitas sempitnya seperti apa sukunya, apa agamanya, apa ras atau kelompoknya dan hal-hal serupa lainnya. Setiap orang harus melihat dirinya dan orang lain sebagai sama-sama anak bangsa. Mereka semua dipersatukan dan dipersaudarakan oleh kebangsaan mereka. Setiap individu yang ada di dalamnya juga dituntut untuk mencintai bangsanya lebih dari ia mencintai dirinya sendiri, keluarganya, atau kelompoknya. Kepada bangsanyalah ia mengabdi dan berbakti serta memandang pengabdian dan bakti kepada bangsanya itu adalah juga sebagai bentuk pengabdian dan baktinya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Satu hal penting yang perlu untuk kita garis-bawahi terkait nasionalisme ini adalah bahwa nasionalisme itu sangatlah berbeda dengan chauvinisme. Memang tidaklah sedikit negara atau bangsa yang dalam praktek nasionalisme-nya telah meruncing menjadi chauvinisme. Menjadi chauvinisme nasional. Chauvinisme nasional adalah rasa cinta dan bangga yang berlebih-lebihan terhadap bangsanya hingga melahirkan pandangan bahwa bangsanya adalah bangsa yang lebih mulia atau lebih unggul dibanding bangsa lain. Dan bahkan tidak jarang juga chaiuvinisme nasional ini mengarah pada tumbuhnya rasa benci dan memusuhi bangsa lain. Apa yang dilakukan oleh bangsa Nazi-Jerman adalah contoh nyata sebuah praktek nasionalisme yang menyimpang menjadi chauvinisme nasional. Semangat chauvinisme ini jugalah yang pernah menjadi sebab yang mendorong bangsa-bangsa Eropa berlomba-lomba menjajah bangsa-bangsa lain untuk memakmurkan bangsanya. Jadi dapatlah dipastikan bahwa paham chauvinisme ini adalah paham yang tidak akan dapat lepas dari praktek imperialisasi dan kolonialisasi. 

Nasionalisme yang sesungguhnya adalah nasionalisme yang berdiri di atas prinsip "kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa". Nasionalisme tidaklah bisa dipisahkan dari kemerdekaan. Nasionalisme haruslah menjamin kemerdekaan setiap bangsa untuk membangun dan menjalankan bangsanya menurut paham dan budaya bangsanya sendiri. Dan nasionalisme haruslah menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan bangsa-bangsa. Jadi jika ada satu bangsa yang menjalankan nasionalisme dengan menjajah atau mengeksploitasi bangsa lain, maka itu bukanlah nasionalisme namanya. Karena nasionalisme itu adalah kemerdekaan yang berlaku dua arah. Jika suatu bangsa tidak menginginkan bangsanya dijajah dan dirugikan oleh bangsa lain, maka ia juga tidak boleh menjajah dan merugikan bangsa lain. Oleh karena itu maka dapatlah kita katakan bahwa nasionalisme ini adalah sebuah paham yang dapat dan sekaligus juga sebuah jalan untuk menghapuskan segala bentuk eksploitasi manusia atas manusia dan eksploitasi bangsa atas bangsa. Nasionalisme ini adalah sebuah ajaran yang menjadi pembatalan atas ajaran imperialisme dan kolonialisme yang tidak beradab itu. Dan melalui nasionalisme inilah kita berharap dapat mewujudkan kehidupan antar manusia dan antar bangsa yang beradab dan berkeadilan.

Dalam kehidupan berbangsa, nasionalisme berjalan dengan menempatkan setiap orang tanpa terkecuali, sama dalam hak dan derajat dihadapan hukum bangsa. Manusia tidaklah lagi diukur dan dinilai dari apa sukunya, apa rasnya atau apa agamanya; tapi diukur dan dinilai dari kontribusi dan kebermanfaatannya bagi kehidupan bersama. Perbuatan seseorang dijadikan sebagai alat ukur utama dalam menilai kemuliaan seseorang. Dan tentu memanglah tidak ada ukuran yang lebih adil dan lebih obyektif untuk menilai kemuliaan seorang manusia selain dari perbuatannya itu. Mengenai apa agama yang dianutnya, dari suku atau ras mana dia berasal, itu semua sama sekali tidaklah dapat menjamin baik buruknya atau mulia tidaknya seseorang. Dari dan atas dasar inilah kemudian, persoalan-persoalan yang telah banyak menjadi sebab permusuhan, kebencian dan perpecahan manusia seperti masalah perbedaan suku, perbedaan ras, perbedaan agama dan segala bentuk perbedaan serupa lainnya, tidaklah perlu lagi menjadi masalah. Karena bukan berdasarkan itu semua orang dihakimi. Siapapun yang berbuat baik maka ia harus dimuliakan dan siapapun yang berbuat jahat maka ia harus dihinakan. Dalam kehidupan antar bangsa pun haruslah berlaku hal yang sama. Tidak boleh ada satu pun bangsa yang diposisikan atau menganggap dirinya sebagai bangsa yang lebih mulia dan lebih berhak dari bangsa lain. Tidak boleh ada satu pun bangsa yang boleh mengklaim dirinya sebagai bangsa pilihan Tuhan misalnya atau sebagai pewaris bumi atau menganggap dirinya sebagai bangsa dengan ras yang lebih tinggi dibanding bangsa lain serta kemudian merasa boleh untuk merendakahkan bangsa yang lain. Bangsa-bangsa pun harus dinilai berdasarkan apa kontribusinya atas kehidupan bersama ini.

Melalui jalan nasionalisme inilah kita berharap persaudaraan bangsa-bangsa dan persaudaraan umat manusia dapat diwujudkan. Karenanya itu bangsa-bangsa harus dapat membangun atau mempunyai satu perserikatan antar bangsa yang keberadaannya dapat menjamin hak-hak seluruh bangsa yang ada. Sebuah perserikatan yang dapat menjamin kemerdekaan yang menjadi hak bagi setiap bangsa. Sebuah perserikatan yang dapat menjamin kebebasan setiap bangsa untuk hidup menurut corak dan budaya masyarakat bangsanya masing-masing. Sebuah Perserikatan yang tidak membiarkan ada satu bangsa pun di dunia ini yang terjajah dan ter-eksploitasi oleh bangsa lain. Sebuah Perserikatan yang melibatkan seluruh bangsa-bangsa untuk ikut berpartisipasi secara bersama-sama menciptakan tatanan dunia yang lebih baik bagi seluruh umat manusia. Perserikatan antar bangsa itu memang sudah ada dan sudah kita miliki hari ini. Namun sayangnya perserikatan antar bangsa yang kita miliki tersebut tidaklah atau belumlah berdiri di atas spirit untuk menjamin kemerdekaan setiap bangsa. Belum berjalan selaras dengan semangat nasionalisme yang lahir dalam cita-cita terwujudnya persaudaraan umat manusia dan persatuan seluruh bangsa-bangsa di bawah payung internasionalisme.

Category: Nasionalisme Indonesia | Views: 1358 | Added by: GitaMerdeka | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar