Home » 2017 » March » 30 » QS. Adz Dzariat [51]: 56-58
7:24 PM
QS. Adz Dzariat [51]: 56-58

"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” - (QS. Adz Dzariat [51]: 56-58)

Ayat tersebut di atas telah dengan sangat jelas menyampaikan prihal maksud dari penciptaan manusia. Dimana melaluinya kita mengetahui bahwa satu-satunya alasan Allah menciptakan kita manusia adalah untuk mengabdi kepada-Nya saja. Membaktikan diri kita untuk-Nya saja. Dan di tegaskan juga dalam ayat tersebut di atas bahwa Allah sama sekali tidaklah punya kepentingan dari kita dan atas bakti kita itu. Bagi Allah sungguh bersedia atau tidak kita mengabdi kepada-Nya sama sekali tidak akan membuat-Nya merugi. Tidak akan berkurang sedikitpun kemuliaan dan kebesaran-Nya. Kitalah yang mempunyai kepentingan kepada-Nya. Kitalah yang membutuhkan Dia. Membutuhkan rezeki dari-Nya, membutuhkan pertolongan-Nya, membutuhkan penjagaan-Nya, membutuhkan pentunjuk dan tuntunan-Nya serta segala kebutuhan kita lainnya hanyalah bisa kita dapatkan jika Dia menghendakinya. Sungguh tidak ada satupun yang mampu mendatangkan kebaikan kepada kita tanpa izin dari-Nya. Bahkan seorang malaikat pun tidak mampu melakukannya.

Dalam perkara ini, penting juga bagi kita untuk dapat mengerti dan sebaik-bainya memahami bahwa keharusan untuk mengabdi kepada-Nya saja tersebut, juga sama sekali tidaklah dimaksudkan untuk membebani dan menyusahkan kita manusia. Tuhan sama sekali tidak punya kepentingan untuk membebani atau menyusahkan diri kita dengan keharusan tersebut. Dan justru sebenarnya, keharusan mengabdi kepada-Nya saja tersebut benar-benar dikarenakan hanya dengan cara itulah kita akan dapat menemukan kesejatian kita sebagai manusia. Kesejatian kita yang berarti juga kebahagiaan yang hakiki untuk kita. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa manusia adalah mahluk terbaik yang Allah ciptakan menurut fitrah-Nya. Dimana karena hal tersebut itu kita benar-benar tidak bisa dan tidak akan pernah bisa menemukan pemenuhan diri dan kebahagiaan yang sejati sampai hati dan jiwa kita benar-benar sepenuhnya kita serahkan hanya untuk-Nya saja. Sampai tidak ada satupun lagi hal yang benar-benar penting bagi kita selian dari menggapai cinta dan keridhaan-Nya.

Jalan yang demikian itu tentu bukanlah jalan yang mudah. Dan hal demikian itu membuat hidup kita ini menjadi sebuah pertaruhan besar. Yang karenanya, meski hal tersebut tidaklah mudah untuk dijalani, namun tetap haruslah kita tekadkan diri untuk dapat mencapai itu. Karena di sinilah penentuan nasib dan keselamatan hidup kita ditentukan. Kita harus senantiasa belajar dan menempa diri agar dari waktu ke waktu kemampuan kita untuk memurnikan ketaatan dan memurnikan penyerahan diri kita kepada-Nya semakin baik dan semakin baik. Setiap waktu pula kita membersihkan diri kita dari segala bentuk penghambaan kepada selain Allah. Karena sungguh tidak ada yang patut untuk disembah selain dari Allah saja. Semoga Allah menuntun dan memudahkan setiap langkah kita untuk menggapai cinta dan keridhaan-Nya.

Mengabdi kepada Allah juga bukanlah hanya kita artikan dengan menjalankan ritual-ritual keagamaan saja. Karena mengabdi kepada Allah yang sebenar-benarnya adalah juga harus diimplementasikan dengan cara mengabdikan diri kita untuk kehidupan. Membaktikan diri kita untuk kemaslahatan umat manusia. Semakin besar kebaikan dan manfaat yang kita buat untuk kehidupan, maka semakin besarlah bakti kita kepada-Nya. Hanya saja tentu segala apapun kebaikan yang kita usahakan dalam kehidupan ini haruslah benar kita niatkan semata-mata untuk mengabdi kepada-Nya saja. 

Category: Kaji Qur'an | Views: 202 | Added by: nasionalisme[dot]id | Tags: Ibadah, Bakti, Al-Qur'an | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar