Home » 2016 » April » 19 » HAL YANG PALING INTI DALAM SYARIAT
3:29 PM
HAL YANG PALING INTI DALAM SYARIAT

Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (QS.42:13)

Dapat kita pahami dengan baik dari ayat tersebut di atas bahwa prihal agama itu telah ada baginya pensyariatan yang ditentukan oleh Allah sebagaimana yang telah diwahyukan dan diwasiatkan-Nya kepada para nabi, yaitu: bahwa penegakan agama haruslah merupakan pembentukan sebuah syariat yang menghindari perpecah-belahan umat. Jadi syariat yang baik dan benar dari suatu agama adalah syariat yang dengannya umat dapat dipersatukan dan dipersaudarakan dengan sebaik-baiknya. Dengan kata lain, dapatlah kita pahami bahwa hal yang paling utama dan menjadi inti dari penegakan agama dan pembentukan sebuah syariat adalah persatuan dan kesatuan umat. Persatuan dan kesatuan umat inilah yang menjadi kunci bagi terwujudnya sebuah tatanan masyarakat yang baik; terciptanya harmoni, keamanan, kedamaian dan kesejahteraan umat manusia. Tanpa persatuan dan kesatuan yang baik semua hal yang dicita-citakan itu tidaklah mungkin akan dapat terwujud. Mewujudkan persatuan dan kesatuan umat tentu saja bukanlah sebuah hal yang mudah. Hal ini hanya dapat diwujudkan ketika setiap manusia bersedia untuk saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain. Di sinilah syariat harus dapat memainkan perannya dengan baik. Syariat harus mampu menumbuh-kembangkan rasa saling mengasihi antar umat dan harus dapat menghadirkan jaminan keadilan bagi setiap orang. Kehadiran agama dan para nabi dari zaman ke zaman sesungguhnya adalah mengupayakan terbentuknya sebuah syariat yang dapat seluas mungkin jangkauannya dalam mempersatukan dan mempersaudarakan umat manusia dan sebaik mungkin jangkauannya dalam memberikan jaminan keadilan bagi setiap orang.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.  (QS.49:13)

Dari ayat di atas kita dapat melihat bahwa perbedaan dan persatuan sesungguhnya keduanya adalah sunnatullah. Perbedaan adalah realita yang tidak bisa kita hindari dan persatuan adalah keharusan yang juga tidak bisa kita tolak. Mempersatukan umat manusia dengan menjadikannya sama dan serupa sebagai satu golongan saja adalah sebuah kemustahilan dan membiarkan umat manusia terpecah belah dan bergolong-golongan adalah juga sama saja dengan membiarkan diri menuju kehancuran. Kenyataan yang demikian itu membuat kita dapat memahami adanya pesan dan perintah tersirat dari ayat tersebut kepada kita umat manusia untuk mewujudkan sebuah bentuk persatuan dan persaudaraan yang dapat mengakomodir segala perbedaan yang kita miliki. Dan jika kita lihat dengan cermat, ada satu dasar yang dapat kita jadikan pengikat bagi persatuaan umat manusia sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut di atas, yaitu bahwa kita semua yang berbeda-beda suku, bangsa dan golongannya ini sesungguhnya berasal dan bermula dari satu nenek moyang yang sama. Bahwa kita sesungguhnya adalah satu keturunan sedarah dan bersaudara. Yang jika ditarik lebih jauh lagi kita semua ini sesungguhnya adalah berasal dan bermula dari Tuhan yang sama. Jadi jika pada kenyataanya hari ini kita memiliki banyak keragaman dan perberbedaan, hal itu tidak boleh membuat kita lupa bahwa pada hakekatnya kita adalah sama dan serupa. Sama-sama manusia yang diciptakan oleh Tuhan yang sama dan bermula dari nenek moyang yang sama. Perbedaan tidaklah boleh menjadi halangan bagi kita untuk membangun sebuah persatuan yang dapat mempersaudarakan kita semua. Perbedaan tidaklah boleh menjadi alasan bagi kita untuk saling terpisah, saling bermusuhan dan saling menyakiti.

Pesan penting lainnya yang juga harus kita garis bawahi dari ayat tersebut di atas adalah bahwa persatuan dan persaudaraan yang hendak kita bangun haruslah ia berdiri di atas dasar kesetaraan. Dimana setiap orang haruslah didudukan dalam kesetaraan atas hak dan derajatnya. Setiap orang tidak boleh dinilai dan diukur kemuliaan dirinya berdasarkan apa sukunya, apa bangsanya atau apa golongannya. Ukuran setiap orang harus berdasarkan kepada amal perbuatannya. Berdasarkan pada kontribusi dan manfaat yang diberikannya untuk kehidupan. Berdasarkan pada kepatuhannya kepada nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Tidak boleh ada pembedaan kelas dan kasta, pembedaan tingkatan dan status, pembedaan derajat dan kedudukan yang didasari oleh apa sukunya, apa ras bangsanya atau apa agama dan golongannya. Hanya dengan jalan demikian itulah dan hanya ketika setiap orang benar-benar dapat didudukan secara adil dalam kesetaraan itulah persatuan yang langgeng dapat terwujud dan perdamaian yang abadi dapat tercipta.

Category: Nasionalisme dan Agama | Views: 500 | Added by: GitaMerdeka | Tags: Kebangsaan, Agama | Rating: 0.0/0
Total comments: 2
avatar
0
2
Kak Edys gan yang nulis...
avatar
0 Spam
1
Cp yg menulis ini agama dan kebangsaan sejauh ini menarik dan hal yg baru bagiku... Cpkah dia?
avatar