Home » 2017 » August » 22 » GANTUNGKAN CITA-CITA MU SETINGGI BINTANG DI LANGIT
4:57 PM
GANTUNGKAN CITA-CITA MU SETINGGI BINTANG DI LANGIT

Dalam usaha membangun-bangunkan dan membangkit-bangkitkan Roh dan Semangat nasional ini, maka nasionalis-nasionalis kita tidak boleh lalai bahwa tiap-tiap geraknya Roh Nasional hanyalah bisa terjadi jikalau rakyat itu mempunyai harapan atas berhasilnya usaha kekuatan sendiri dan mempunyai kepercayaan dalam kekuatan sendiri itu.(Bung Karno: Suluh Indonesia Muda 1928).

Oleh karena itu, maka pertama-tama yang harus kita bangunkan kembali kepada rakyat Indonesia yaitu harapan dan kepercayaan atas diri sendiri. Sebab harapan dan kepercayaan atas diri sendiri itulah yang menjadi sendinya tiap-tiap Roh Nasional. Jangan terlalu lama kita terlena dalam ketidak berdayaan akan masa depan bangsa ini. Kita sudah terlalu lama di “nina bobokan” oleh kepentingan-kepentingan bangsa asing yang sering kali membuat kita seolah-olah dipermudah segala apa yang menjadi kendala kita dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Akan tetapi kita harus berhati-hati bahwa di balik manisnya kemudahan-kemudahan yang “mereka” tawarkan kepada bangsa kita sesungguhnya ada “udang di balik batu” ada kesepakatan-kesepakatan yang mereka buat untuk menguntungkan bangsa mereka, sementara kalau kita lalai dan tidak teliti maka kita akan terjebak di dalam permainan kotor mereka.

Bung karno di dalam pidatonya pernah berkata “"Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu. Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bistik tetapi budak," kata Bung Karno saat berpidato pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1963.

Maka dari itu sadarilah dalam kenyataan kita sebagai bangsa yang besar, bahwa apapun yang kita butuhkan semuanya sudah disediakan oleh Tuhan untuk bangsa kita dan juga untuk bangsa-bangsa lain yang membutuhkan, yang tentu saja dengan cara jual-beli yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Jangan sampai kedaulatan kita terus di injak-injak oleh bangsa asing, karena kita merasa takut kalau kita bersikap dan tegas dalam menjalankan urusan berbangsa dan bernegara kita. Aku katakana kepadamu, janganlah kita takut saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, karena sesungguhnya Tuhan selalu bersama bangsa kita.

Tuhan Yang Maha Esa, tidak pernah sedetikpun untuk berpaling “wajah dan penglihatannya” dari bangsa kita. Kenapa saya katakana seperti itu, karena saya berkeyakinan bahwa dari mulai sejarah panjang bangsa kita yang dulunya disebut nusantara sampai sekarang Indonesia. Bangsa kita selalu mendapatkan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, kita selalu di jaga dari ketidak baikkan yang akan ditimbulkan oleh orang-orang yang tidak berperikemanusiaan dan berperikeadilan. Ketika kita mengalami penjajahan yang begitu panjang kita di berikan harapan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan kita di berikan kesadaran dalam berbangsa dan bernegara, kesadaran itulah yang akhirnya membawa kita kepada alam kemerdekaan seperti sekarang ini. Kesadaran apakah yang saya maksudkan?

Yaitu kesadaran akan kemerdekaan! Karena kita sebagai mahluk individu dan mahluk sosial kita telah di karuniai oleh Tuhan sebuah pemahaman yang sangat luarrrr biasaaaa. Semangat akan kesadaran inilah yang akhirnya mampu membakar jiwa-jiwa yang sekian lama menderita dan tertindas. Dan akhirnya kita mulai melakukan pergerakan dan perjuangan untuk merebut kemerdekaan kita dari tangan para penjajah. Sampai akhirnya kita memproklamirkan kemerdekaan kita pada tanggal 17 Agustus 1945, kalau dulu para pejuang bangsa kita dan para pendiri bangsa kita dalam melakukan perlawanannya mereka selalu semangat dan berkobar-kobar darah yang ada di dalam dirinya untuk dapat mewujudkna kemerdekaan bagi bangsa ini, kemerdekaan bagi anak dan cucu mereka. Lalu kenapa sekarang kita para generasi penerus bangsa tidak mau melanjutkan perjuangan akan mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang besar, bangsa yang dapat mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur bagi seluruh alam semesta secara umumnya dan khususnya bagi bangsa Indonesia.

Saya teringat akan pidato bung karno “Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang." Bung karno. Seperti itulah seharusnya bangsa kita dan juga para generasi penerus bangsa ini. Harus selalu ada harapan dan cita-cita, karena dengan harapan yang besar dan cita-cita yang tinggi di tambah lagi dengan kita mengaplikasikan prinsip hidup yang baik yang kita dapatkan dari para pejuang bangsa kita dan para pendiri bangsa kita, maka setiap hari kita harus semangat dalam menjalani kehidupan ini dan harus tetap yakin dan percaya kepada diri sendiri, bangsa dan juga negara. Bahwa bangsa kita adalah bangsa yang besar dan kita adalah bangsa yang selalu menghormati dan menghargai setiap perbedaan yang ada di dalam bangsa kita.

Jangan sampai apa-apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa kita dan para pendiri bangsa kita, kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan susah payah kita sia-siakan begitu saja dan tidak ada suatu karya dan kontribusi yang kita berikan untuk bangsa dan negara ini.

Oleh karena itu, marilah kita selalu berpikir yang positif akan masa depan dunia ini, masa depan bangsa Indonesia ini, masa depan seluruh umat manusia yang hidup damai, rukun, harmonis, sejahtera dan bahagia dunia dan ahirat. Inilah cita-cita bangsa kita terwujudnya sebuah tatanan atau sistem yang dapat membawa orang-orang yang ada di dalamnya menjadi manusia-manusia yang insan Al-Kamil (baik akhlak dan profesionalismenya) yang hidup di kolong langit ciptaan Allah swt. Inilah tekad kita sebagai sebuah bangsa, jangan sampai kita menyerah dan pasif. Karena sesungguhnya orang yang berputus asa dari Rahmat Allah swt ialah orang-orang yang kafir/ tidak yakin dan percaya kepada Allah yang Maha Kuasa dan Maha berkehendak akan segala sesuatu.

Mari kita lanjutkan perjuangan bangsa ini, mari kita wujudkan kehidupan yang damai, aman, nyaman, tentram, adil, makmur dan juga sejahtera.

Tetaplah gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit dan kalaupun kita tidak mampu menggapai semua cita-cita kita dan bahkan kita harus terjatuh dari ketinggian, setidak-tidaknya kita pernah berbuat sesuatu yang terbaik untuk diri kita sendiri, keluarga, lingkungan masyarakat, bangsa dan negara.

Rawe-rawe rantas malang-malang tuntas (Segala sesuatu yang merintangi maksud dan tujuan harus disingkirkan), Jangan mudah berputus asa dan jangan mudah untuk menyerah. Yakin dan percayalah bahwa bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan jaya kembali, bahkan akan menjadi mercusuar bagi bangsa-bangsa lain yang ada di dekat bangsa kita. Persiapkanlah dirimu, keluargamu, lingkunganmu, dan juga bangsa dan negara ini. Insya allah kita akan menyongsong kehidupan yang lebih damai, rukun, harmonis, bahagia, sejahtera, adil dan makmur dunia dan akhirat. Merdekaaaaa…..merdekaaaa…..merdekaaaaaa….sekali merdekaaaa tetap merdekaaaaa…

 

Views: 86 | Added by: semesta580 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar