Home » 2017 » August » 13 » BHINNEKA TUNGGAL IKA ITU BERBICARA PERSATUAN DAN KESATUAN
4:33 AM
BHINNEKA TUNGGAL IKA ITU BERBICARA PERSATUAN DAN KESATUAN

Bagaimana mungkin kita dapat mengamalkan bhinneka tunggal ika, kalau kita belum paham persatuan. Bicara persatuan itu adalah bicara "satu" tubuh/individu yang menyadari akan hakekat hidup di dalam wujud yang beragam, dan kemudian menyadari akan asal muasal penciptaan manusia yang telah Tuhan wujudkan dalam satu manusia yaitu Adam as, yang pada saat Adam berada di surga merasa sendirian kemudian Tuhan tahu kegelisahan hati Adam dan menciptakan dari tulang rusuk se belah kiri Adam.

Kemudian dari Adam itulah hadir seorang bunda Hawa yang menemani Adam di surga, hanya karena bujukan dan rayuan "iblis" maka Hawa di bujuk untuk meminta Adam memberikan dan memakan sesuatu yang dilarsng oleh Tuhan sehingga akhirnya Adam dan Hawa diturunkan oleh Tuhan ke Dunia ini. Dari Adam dban Hawa inilah kemudian berkembang biak menjadi manusia-manusia yang bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling kenal-mengenal. Semua kitab suci agama-agama menceritakan hal yang sama, hanya nama-namanya saja yang berbeda-beda dalam penyebutan sejarahnya. 

Disinilah kita harus menyadari bahwa sejatinya "manusia itu satu" dan Tuhan yang menciptakan nya adalah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu maka kita sebagai umat manusia harus menyadari dalam kesadaran yang tinggi bahwa memang sudah menjadi kehendak Tuhan Yang Maha Esa-lah kita ini menjadi manusia yang terdiri dari bermacam suku dan bermacam bangsa yang tidak lain adalah untuk tahu akan asal usul dari mana kita diciptakan.

Kita adalah manusia yang dalam persatuan oleh Tuhan untuk dapat mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, harmonis, bahagia dan tentram.

Bagaimana mungkin kehidupan yang seperti itu bisa diwujudkan kalau kita tidak menyadari akan asal-usul manusia diciptakan.

Oleh karena itu maka kesadaran akan persatuan itu harus kita bangkitkan di dalam diri kita setiap manusia, agar ketika kesadaran itu sudah tersadari maka kita harus bersepakat untuk mewujudkan kesatuan di dalam keberagaman anak cucu Adam.

Jangan ada lagi perpecahan dan pertumpahan darah di muka bumi ini, kita semua umat manusia menyadari betul kalau perpecahan dan pertumpah darahan itu terjadi maka tidak ada satu manusiapun yang diuntungkan oleh cara berpikir seperti itu.

Marilah kita bersatu di dalam keberagaman dan marilah kita hidup di dalam ke bhinnekaan, demi anak cucu kita. Stop pola pikir imperialisme yang saling maksa memaksa dan takluk menaklukan. Cara itu sudah tidak sesuai dengan fitrah Kita sebagai manusia.

Mari kita hidup saling menjunjung tinggi ajaran kemerdekaan dan Mari kita saling menghormati kemerdekaan orang lain.

 

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 37 | Added by: rahmansemesta | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar