Home » 2017 » August » 25 » AJARAN KEMERDEKAAN ITU ADALAH AJARAN KASIH SAYANG
9:07 AM
AJARAN KEMERDEKAAN ITU ADALAH AJARAN KASIH SAYANG

Janganlah kita sesama manusia tidak menghargai manusia yang lain, janganlah suatu kelompok tidak menghargai kelompok lain, janganlah suatu golongan tidak menghargai golongan yang lain, dan janganlah suatu keyakinan tidak menghargai keyakinan yang lain, karena sesungguhnya Tuhan mengajarkan kepadkita semua tentang KEMERDEKAAN dan dengan saling menghormati kemerdekaan setiap itu semua maka kita sedang mengaplikasikan ajaran KASIH SAYANG.

Maka hiduplah di dalam NAMA ALLAH YANG PENGASIH DAN PENYAYANG. Tuhan mengajarkan tentang kasih sayang, dan di dalam kasih sayang itu ada ajaran kemerdekaan. Inilah yang sudah Tuhan karuniakan kepada bangsa Indonesia ajaran kasih sayang kepada sesama umat manusia dan kepada seluruh semesta alam. Mari kita jaga "keagungan" dan "kesucian" nama Tuhan, yang saat ini sudah dikotori oleh orang2 yang mengaku beriman kepada Tuhan tetapi akhlaknya tidak mencerminkan ajaran KASIH SAYANG.

Jangan ada lagi kebencian kepada sesama manusia.
Jangan ada lagi kedengkian dengan sesama manusia.
Jangan ada lagi ketidak berprikemanusiaan dengan sesama manusia.
Jangan ada lagi ketidakadilan sesama manusia.

Tuhan sudah muka dengan orang2 yang munafik dan mengaku sok suci, tapi akhlaknya tidak mencerminkan kesucian dan kemuliaan Tuhan yang di sembah nya.

"Tidak diutus Rasulloloh kecuali untuk menyempurnakan akhlak" itulah yang telah di sampaikan oleh baginda Nabi Muhammad saw.

Mari kita sebarkan ajaran kemerdekaan yang di dalamnya ada ajaran. Kasih sayang, Mari kita jaga NKRI dari murka Tuhan. Mari kita wujudkan Bangsa Indonesia yang DAMAI, AMAN, TENTRAM, DAN PENUH DENGAN KASIH SAYANG.

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu Yang menciptakan kamu dari satu jiwa dan darinya Dia menciptakan jodohnya, dan mengembang-biakan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan; dan bertakwalah kepada Allah swt. yang dengan nama-Nya kamu saling bertanya, terutama mengenai hubungan tali kekerabatan. Sesungguhnya Allah swt. adalah pengawas atas kamu. (Q.S. 4:2)

Dari ayat di atas sangat jelas sekali bahwa kita sesungguhnya manusia berasal dari satu “jiwa” yang sama, siapakah yang memberikan dan menciptakan jiwa tersebut?

Kita adalah semua sama sebagai umat manusia, karena Tuhan YME telah menciptakan kita dari satu orang laki-laki dan satu orang perempuan kemudian kita dijadikan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa tidak lain dan tidak bukan hanya untuk saling kenal mengenal. Inilah yang harus kita pahami bersama sebagai umat manusia bahwa kita adalah satu.

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (al-Hujuraat: 13)

Lalu kenapa sekarang dengan banyaknya suku, umat beragama, warna kulit, asal bangsa, dan lain sebagainya, umat manusia merasa tidak bersaudara?

Dan bahkan sampai ada perlakuan-perlakuan yang kadang tidak berprikemanusiaan dan tidak berprikeadilan. Inilah yang menjadi tugas besar kita sebagai umat manusia, ciptakanlah kemerdekaan bagi siapa saja, dan bukan hanya untuk sesama manusia, termasuk bagi seluruh alam semesta dan jagat raya ini juga.

Di dalam deklarasi kemerdekaan Indonesia sudah sangat jelas dikatakan “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Kita patut bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa, karena kita sebagai sebuah bangsa diberikan pemimpin-pemimpin atau para pendiri bangsa yang sangat dekat ketauhidannya kepada Tuhan, tinggal bagaimana kita saat ini mau melanjutkan perjuangan bangsa Indonesia yang belum selesai. Bung karno pernah berkata bahwa “Revolusi belum selesai”. Kenapa dikatakan seperti itu? Karena selama di atas dunia ini masih ada “eksploitasi manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa” maka selama itu pula Revolusi Bangsa Indonesia belum selesai. Karena kita adalah suatu bangsa yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, akan tetapi kita adalah suatu bangsa yang hidupnya memikirkan orang lain, karena kita adalah “Satu tubuh” manusia itu adalah satu dan Tuhan itu adalah Esa. Oleh karena itu kita sebagai sebuah bangsa ingin mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan “Kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial” demi terwujudnya kehidupan di dunia ini yang aman, damai, tenang, tertib, rukun, harmonis dan sejahtera. Mari kita wujudkan kehidupan di muka bumi ini yang damai, caranya adalah dengan kita saling menghormati kemerdekaan bagi setiap bangsa, mari kita menghormati kemerdekaan bagi setiap warga negara, mari kita menghormati kemerdekaan bagi setiap golongan, dan mari kita hormati kemerdekaan bagi setiap individu atau setiap orang yang ada di muka bumi ini.

Inilah ajaran kasih-sayang yang telah Tuhan karuniakan kepada bangsa kita, maka dari itu mari kita wujudkan kehidupan yang saling menghormati kemerdekaan di muka bumi ini. Karena sesunggunya ajaran kemerdekaan bangsa Indonesia adalah ajaran kasih-sayang yang telah Tuhan kehendaki untuk seluruh umat manusia.

Merdekaaaaa, merdekaaaaa, merdekaaaaaa!!!

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 65 | Added by: semesta580 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar