Home » News archive
Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman (lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916 – meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia, ia dicatat sebagai Panglima dan Jenderal RI yang pertama dan termuda. Saat usia Soedirman 31 tahun ia telah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya dalam perang pembelaan kemerdekaan RI. Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta. Beliau adalah Pahlawan sejati rela berkorban demi bangsa dan Negara Indonesia, rela mempertaruhkan segalanya demi kemerdekaan Indonesia yang telah kita nikmati kemerdekaan itu sekrang. Semoga segala jasa beliau dan perjuangan beliau dapat kita lanjutkan untuk Indonesia yang lebih baik.

Soedirman dibesarkan dalam lingkungan keluarga sederhana. Ayahnya, Karsid Kartowirodji, adalah seorang pekerja di Pabrik Gula Kalibagor, Banyumas, dan ibunya, Siyem, adalan keturunan Wedana Remban ... Read more »
Category: Tokoh-tokoh | Views: 137 | Added by: PuteraGaruda | Date: 2017-08-09 | Comments (1)

Tuhan sang pemilik alam semesta lah yang membentuk tanah Indonesia beribu-ribu pulaunya.

Tuhan yang pemilik bumi inilah pula yang merencanakan ratusan suku terlahir di negeri ini.

Dan siapa lagi yang menakdirkan kita menjadi bangsa yang beraneka warna agama jika bukan Dia.

Karenanya adalah pasti semua bukan agar kita berpecah belah dan bukan pula agar kita saling jajah.

Bukan agar kita saling mencaci, membenci, memusuhi apalagi saling memerangi.

Bukan! Semua dimaksudkan agar kita menjelma menjadi bangsa yang arif dan bijaksana.

Semua beda yang kita punya adalah anugerah yang akan membuat kita menjadi bangsa yang kaya akan hikmah.

Ya, memang menjadi bangsa yang beraneka rupa dan warna membuat kita mudah untuk diadu domba dan terpecah belah.

Dan tentu sadar betul kita betapa ketika kita berpecah belah pastilah tak terhindar malapetaka yang akan membawa pertumbuhan darah.

Kiranya kita telah banyak belajar dari semenjak zaman raja-raja dan juga dari gelapnya zaman ketika kita terjajah.

Semua haruslah cukup membuat kita berdiri gagah tuk bangun persaudaraan anak-anak bangsa meski itu tak mudah.

Sejuta kata harus terus menggema da ... Read more »

Category: Nyanyian Anak Bangsa | Views: 57 | Added by: PuteraGaruda | Date: 2017-08-08 | Comments (0)

“Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang di dalam kelebaran dan keluasannya memberi tempat cinta pada lain-lain bangsa, sebagai lebar dan luasnya udara, yang memberi tempat segenap sesuatu yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup.” ~ Bung Karno

Ajaran Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme Indonesia mempunyai kekhususan tersendiri dan mempunyai warna yang berbeda dari nasionalisme barat. Kekhususan dari pada nasionalisme Indonesia ini lantaran ia berdiri di atas dasar perikemanusiaan. Ia mengakar kuat di atas prinsip kemerdekaan dan kesetaraan bangsa-bangsa. Ia terlahir dari sebuah semangat perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuknya.

Nasionalisme Indonesia bukanlah sebuah paham yang terlahir begitu saja. Ia bukan sebuah paham yang terbentuk dalam satu dua hari atau satu dua tahun. Ia adalah sebuah ajaran yang tersusun melalui sebuah proses panjang beratus-ratus tahun lamanya; tahap demi tahap seiring sejalan dengan sejarah ter ... Read more »

Category: Nasionalisme Indonesia | Views: 113 | Added by: PuteraGaruda | Date: 2017-08-08 | Comments (0)

Ada rahasia besar dalam penciptaan manusia yang menunggu saat untuk diungkap.

Yang para malaikat pun tidak mengerti ketika dengan tegas menolak rencana Ilahi Rabbi untuk jadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Dalam duganya malaikat mengira bahwa manusia itu hanya akan bikin pertumpahan darah dan kerusakan saja di atas dunia.

Ya, memang tidaklah salah duga para malaikat tentang manusia dan bahkan itu telah nyata.

Telah nyata di depan mata kita betapa banyak darah yang telah tumpah di sepanjang peradaban umat manusia.

Entah sampai kapan tapi tentu ini bukanlah sebuah tragedi yang akan berlangsung sepanjang zaman.

Karena Tuhan sesungguhnya telah dengan pasti membentuk manusia dalam cipta yang sebaik-baiknya.

Tentu akanlah tiba saat rahasia kehebatan manusia sebagai mahluk ilahiah akan menjelma nyata.

Tentu akanlah tiba masa dimana manusia sampai pada peradaban yang mulia dan berhenti untuk menumpahkan darah sesamanya.

Itulah prestasi yang saat ini sedang dikejar sejumlah anak-anak manusia dari satu bangsa.

Satu bangsa yang telah lama mendeklarasikan bahwa kemerdekaan haruslah menjadi milik semua ... Read more »

Category: Nyanyian Anak Bangsa | Views: 98 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-07-17 | Comments (0)

Mari kita perhatikan ayat ke 38 dari surat Al-Baqarah berikut ini: Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." Dari ayat tersebut sekiranya kita menjadi tahu dan mengerti bahwa ketika Adam turun ke bumi tidaklah ia membawa sebuah agama yang sudah jadi.

Dan bahkan jika kita juga memperhatikan ayat pertama Qur’an yang diwahyukan kepada Muhammad SAW, yang berbunyi: “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”, kita mendapati pesan yang senada dengan perintah Allah kepada Adam tersebut. Dari kedua ayat tersebut kita dapat mengerti bahwa sesungguhnya agama adalah juga merupakan sebuah cipta manusia. Hanya saja tentunya cipta tersebut bukanlah cipta biasa. cipta tersebut adalah cipta yang sepenuhnya didasarkan kepada serta selaras sejalan dengan ajaran dan kehendak Allah Tuhan alam semesta.

... Read more »

Category: Islam Kebangsaan | Views: 93 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-07-17 | Comments (0)

Bersengketa memang adalah bagian dari tabiat yang dibawa manusia sejak lama

Bahkan keturunan mula-mula Adam dan Hawa pun bersengketa dan merenggut nyawa

Disepanjang sejarah peradaban kita entah telah berapa nyawa terhempas percuma

Tak terhitung sudah nyawa manusia yang lenyap sia-sia di tangan manusia jua

Bahkan tak salah jika ada yang berkata bahwa sengketa telah menjadi budaya yang mengakar di jiwa banyak manusia

Meski begitu tidaklah boleh hilang asa kita untuk percaya bahwa kemanusiaan masihlah ada

Karena tetaplah jua kemanusiaan adalah ruh yang akan terus menyala sepanjang masa

Biarlah kini sejarah menjadi bahasa yang membawa pertanda alam kepada kita anak-anak manusia

Biarlah sejarah menjadi cerita yang membawa pesan-pesan bermakna dan menawarkan pilihannya kepada kita

Meski terlihat enggan untuk memaksa, namun tegas alam meminta kita untuk memilih dengan segera

Memilih untuk hidup bersaudara dan menggapai bahagia bersama atau terus melanjutkan sengketa yang membawa luka dan derita


 

Views: 77 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-07-05 | Comments (0)

“Islam yang kita catut dari kalam Ilahi dan sunnah bukan apinya, bukan nyalanya, tapi abunya, debunya... Ach, yaa asapnya, abunya yang berupa celak mata dan surban, abunya yang bisanya cuma baca fatihah dan tahlil, bukan apinya yang menyala-nyala dari ujung zaman satu ke ujung zaman yang lain”   (Soekarno 1940)
 

Jika ada dikatakan bahwa Islam adalah agama sejati dan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar, ya tentu saja kita percaya akan hal itu. Islam memanglah agama yang kekal yang apinya akan terus menyala dan menyala dari ujung zaman ke ujung zaman. Hanya saja yang jadi masalah adalah banyak dari kita yang sering keliru dalam memahami sejatinya Islam.

Sering kali kita hanya mengenal bagian-bagian luarnya saja dari Islam itu. Kita tidak jarang ... Read more »

Category: Islam Kebangsaan | Views: 117 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-07-05 | Comments (0)

Setiap manusia adalah anak-anak yang sama asal muasalnya; dari Adam dan Hawa.

Setiap manusia adalah jiwa-jiwa yang sama fitrah dirinya; dari Tuhan yang Esa.

Jika manusia memiliki rupa yang tak serupa, bukanlah itu karena Tuhanya tak sama.

Jika manusia memiliki suku bangsa yang berbeda, bukanlah itu karena fitrah dirinya tak sejiwa.

Jika manusia memiliki agama yang beraneka, bukan juga karena suara kebenaran di kalbunya belainan adanya.

Tidak! Perbedaan itu memanglah disengaja oleh-Nya.

Keberagaman itu memanglah sunah-Nya atas alam semesta.

Keberagaman itu memanglah kehendak yang ditetapkan-Nya agar kehidupan ini dapat bekerja.

Aneka rupa beda yang tak serupa itu hanyalah cara Tuhan agar manusia mencari kesempurnaan dalam serpihan yang berserakan pada tiap-tiap jiwa.

Agar manusia tergerak untuk bekerja sama merajut kebenaran Ilahiah yang bertebaran di alam semesta.

Agar manusia terpanggil untuk bahu membahu mewujudkan sejahtera yang hanya dapat hadir saat manusia bersedia untuk saling menerima.

Saling menerima untuk bersaudara meski berbeda rupa, suku, bangsa dan agama yang dianutnya.
... Read more »

Category: Nyanyian Anak Bangsa | Views: 123 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-06-23 | Comments (0)

PANCASILA

Oh Indonesia, jangan pernah kau anggap Pancasila itu barang mati tanpa nyawa.

Pancasila ini, sungguh adalah ruh Indonesia yang telah dikandung ibu Pertiwi sejak lama.

Pancasila adalah ruh yang terlahir bersama dengan terlahirnya bangsa kita.

Jangan juga kau mengira bahwa Pancasila adalah cipta manusia.

Bukan! Pancasila terlahir bukan atas mau kita tapi karena kehendak yang Maha Kuasa.

Haruslah kita tahu bahwa Pancasila adalah nyawa yang tak mungkin dipisah dari bangsa sebagai raga.

Pancasila adalah fitrah bangsa yang dengannya tergelar jalan bagi Indones ... Read more »

Category: Nyanyian Anak Bangsa | Views: 100 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-06-23 | Comments (0)

<<<sebelumnya.....
89. Sebagaimana yang Bung Karno sampaikan dalam kalimat penutup pembacaan Proklamasi, maka dengan Proklamasi itu menjadilah bangsa Indonesia sebagai sebuah bangsa yang merdeka. Terlepas sudah segala ikatan yang mengikatnya. Baik kepada kerajaan Belanda maupun kepada kekaisaran Jepang. Dan bangsa yang baru lahir ini kemudian disebut dengan sebutan Republik Indonesia. Sebutan Republik Indonesia ini adalah konsekuensi langsung dari lahirnya kedaulatan rakyat Indonesia yang selama ini terjajah. Tentang hal ini telah dimaklumkan dan disepakati juga dalam sidang BPUPKI.


90. Kemerdekaan Indonesia yang telah melahirkan kedaulatan rakyat yang bernama Republik Indonesia inilah yang kemudian harus didirikan baginya sebuah negara yang sepenuhnya berkedaulatan rakyat. Dan negara yang akan menjadi rumah bagi seluruh rakyat Indonesia itu haruslah benar-benar sejalan dengan cita-cita kemerdekaan dan senada dengan semangat dari pada Proklamasi 17 Agustus 1945.

... Read more »

Category: Sejarah Indonesia | Views: 120 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-06-23 | Comments (0)

« 1 2 3 4 5 ... 13 14 »