Home » News archive

Pertanyaan diatas sudah terlalu sering kita dengar. Terlebih diawal berdirinya ORBA atau saat-saat awal runtuhnya kekuasaan Bung Karno.

Mengapa isyu itu harus dihembuskan ? Jawabnya hanya satu: Masyarakat Indonesia sangat religius dan sangat sulit menerima kehadiran seorang komunis. Maka hanya dengan mengisyukan bahwa Soekarno komunislah usaha untuk melepaskan ikatan batin antara Soekarno dan masyarakat yang mencintainya akan berhasil.

Bung Karno, lahir bukan dari keluarga muslim dalam pengertian seperti keluarga “pak haji”. Ibunya dari Bali, yang tentu saja sebelumnya memeluk Hindu sebagai keyakinannya. Ayahnya? Seperti kebanyakan muslim Jawa tempo doeloe, yakni seorang muslim “abangan”, cenderung kejawen. Dia mengenal rukun Islam, dia menjalankan kewajiban-kewajiban sebagai orang Islam, tetapi juga menjalankan ritual-ritual kejawen yang sarat mistik.

Perkenalan Sukarno d ... Read more »

Category: Seputar Bung Karno | Views: 1019 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-05-13 | Comments (0)

Mencapai Negara Indonesia yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur adalah visi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa sejak awal kemerdekaan bangsa ini. Visi kemerdekaan tersebut merupakan perjalanan langkah demi langkah yang harus ditempuh oleh bangsa ini sampai dengan terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur sebagaimana yang kita cita-cita dan yang telah menjadi nyanyian kerinduan kita sejak lama. Saat ini memang bangsa ini telah merdeka. Kita sudah tidak lagi dijajah oleh bangsa lain. Kita sudah mempunyai negara dan pemerintahan sendiri. Tapi tentu merdeka saja tidaklah cukup. Merdeka saja tidak secara otomatis akan membawa kita kepada adil-makmur yang kita impikan. Ada langkah-langkah besar lainnya yang harus kita lakukan untuk dapat sampai kepada Indonesia yang adil dan makmur itu. Dan langkah besar pertama yang harus kita perjuangkan setelah tercapainya kemerdekaan adalah mewujudkan Indonesia yang bersatu. Salah satu pertanyaan pentingnya berkaitan dengan ini adalah bilamanakah bangsa Indonesia dapat disebut telah bersatu? Apakah dengan telah berikrarnya kita sebagai satu kesatuan tanah air, bangsa dan bahasa berarti bahwa kita telah bersatu? Apak ... Read more »

Category: Nasionalisme Indonesia | Views: 1104 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-05-05 | Comments (1)

" Nah, ini saya minta kepada kamu orang sekali lagi, supaya betul-betul bekerja keras dengan tekad, semangat yang sehebat-hebatnya. Janganlah setengah-setengah. Sebab, sebagai tadi dikatakan oleh Pak Bandrio, Conefo itu sebenarnya adalah satu hal yang mengenai, meskipun tidak mutlak, mengenai kelanjutan kita punya hidup sebagai Negara, sebagai bangsa yang merdeka..!

Ini, Saudara-saudara, harus dimengerti oleh kita semuanya, agar kita mengerti pula. Dan terutama sekali engkau petugas dan karyawan Kopronef, bahwa engkau itu dikerjakan pada satu pekerjaan yang bukan saja historis, bersejarah, tetapi hewereld histories, menyamai seluruh dunia, bersejarah mondial. Bukan saja bersejarah untuk kita, tetapi bersejarah untuk seluruh umat manusia di empat penjuru angin, lima benua, tujuh samudra..! 

Nah, ini, inilah semangat Conefo, jiwa Conefo. Jika engkau dengan rakyat Vietnam telah berasa sebagai, kukatakan berulang-ulang, tat twam asi. Tat, t-a-t, twam, t-w-a-m, asi, a-s-i,baru engkau mempunyai jiwa Conefo. Tat twam asi artinya engkau adalah aku, aku adalah engkau. Jij be ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 2059 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-05-04 | Comments (2)

Tokoh politik dan tokoh agama pada umumnya dipegang oleh tokoh yang berlainan, tetapi rumusan ini tidak berlaku untuk sosok Bung Karno. Demikian tingginya nilai jual Bung Karno sehingga berbagai golongan saling berebut untuk menjadi pengikut Bung Karno, atau dengan tanpa rasa segan mereka menyebut Bung Karno menjadi pengikut aliran atau golongan yang mereka pimpin.

Ahmadiyah sebagai sebuah sekte keagamaan yang senantiasa menimbulkan kontro versi ternyata juga tidak segan-segan untuk mengklaim Bung Karno sebagai pengikutnya. Langkah ini diambil guna mempercepat pertumbuhan Ahmadiyah di Indonesia.

Bayangkan, entah untuk maksud diskredit, atau maksud mencari dukungan, Bung Karno pernah dikabarkan sebagai pendiri Ahmadiyah dan propagandis Ahmadiyah di bagian Celebes (Sulawesi). Bagi yang anti-Sukarno, berita itu bisa dijadikan alat untuk mendiskreditkannya. Sementara bagi penganut Ahmadiyah, “mencatut” nama besar Bung Karno sebagai pendiri Ahmadiyah, bisa menjadi alat propaganda yang luar biasa.

... Read more »

Category: Seputar Bung Karno | Views: 602 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-04-25 | Comments (0)

Nation character building atau pembangunan jiwa bangsa adalah sebuah hal penting dan mendasar yang nampaknya terlupakan dan kurang mendapat perhatian yang sungguh-sungguh oleh bangsa ini dalam kurun waktu yang begitu panjang. Entah apa yang membuat bangsa ini seolah lupa dan tidak menganggap penting pembangunan jiwa bangsa tersebut. Hari ini, definisi kita tentang membangun bangsa terlihat telah bergeser jauh dari yang semestinya. Kita cenderung mendefinisikan pembangunan bangsa dengan lebih mengedepankan pembangunan pembangunan gedung-gedung, infrastruktur, ekonomi, dan hal-hal serupa lainnya. Padahal jelas tegas dalam kenyataan hidup ini bahwa kuat dan besarnya sebuah bangsa sangat ditentukan pertama sekali oleh karakternya. Oleh jiwanya. Jadi meski pembangunan gedung-gedung, infrastruktur, ekonomi dan hal-hal serupa lainnya merupakan hal yang penting, namun semua itu tidaklah mempunyai arti apa-apa tanpa terbangun dengan kuatnya karakter bangsa.

... Read more »

Category: Nasionalisme Indonesia | Views: 3297 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-04-01 | Comments (0)

ALENIA PERTAMA PEMBUKAAN UUD 45

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”


Kemerdekaan Adalah Hak

Kemerdekaan adalah hak setiap manusia yang dimateraikan padanya oleh Tuhan Semesta Alam. Setiap manusia, siapapun dia, mempunyai hak untuk hidup dan menjalani hidup menurut kodratnya sebagai manusia. Setiap anak manusia yang lahir, seluruh haknya itu dilindungi oleh Tuhan Semesta Alam sejak hari kelahirannya sebagai manusia. Dan tidak terkecuali siapapun dia, ... Read more »

Category: Nasionalisme Indonesia | Views: 715 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-04-01 | Comments (0)

Dalam sejarah peradaban umat manusia terdapat sebuah masa yang kita menamainya dengan sebutan zaman imperialisme dan kolonialisme yang berlangsung dengan sangat panjang. Imperialisme adalah sebuah paham yang mendorong setiap bangsa untuk berpikir dan berusaha menjadi yang paling berkuasa di muka bumi ini. Imperialisme telah menempatkan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain pada posisi saling berseteru, saling memusuhi, saling memerangi dan saling menaklukan. Setiap bangsa harus berpikir dan berupaya untuk menaklukan bangsa lain dan membuat bangsa tersebut bertekuk lutut di bawah kekuasaannya. Dari situlah kemudian lahir juga praktek kolonialisme. Imperialisme dan kolonialisme memang merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Seperti dua sisi dari satu koin yang sama, seperti itulah eksistensi imperialisme yang tidak akan bisa ada tanpa kolonialisme atau sebaliknya. Ide dasar kolonialisme itu sendiri adalah sama dan satu kesatuan&n ... Read more »

Category: Nasionalisme Indonesia | Views: 1002 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-04-01 | Comments (0)

Nasionalisme adalah sebuah paham yang menyatukan individu-individu ke dalam dan atas nama sebuah bangsa. Dalam paham nasionalisme, setiap individu tadi tidaklah lagi dibenarkan untuk mengedepankan identitas-identitas sempitnya seperti apa sukunya, apa agamanya, apa ras atau kelompoknya dan hal-hal serupa lainnya. Setiap orang harus melihat dirinya dan orang lain sebagai sama-sama anak bangsa. Mereka semua dipersatukan dan dipersaudarakan oleh kebangsaan mereka. Setiap individu yang ada di dalamnya juga dituntut untuk mencintai bangsanya lebih dari ia mencintai dirinya sendiri, keluarganya, atau kelompoknya. Kepada bangsanyalah ia mengabdi dan berbakti serta memandang pengabdian dan bakti kepada bangsanya itu adalah juga sebagai bentuk pengabdian dan baktinya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Satu hal penting yang perlu untuk kita garis-bawahi terkait nasionalisme ini adalah bahwa nasionalisme itu sangatlah berbeda dengan chauvinisme. Memang tidaklah sedikit negara atau bangsa yang dalam praktek nasionalisme-nya telah meruncing menjadi chauvinisme. Menjadi chau ... Read more »

Category: Nasionalisme Indonesia | Views: 1461 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-04-01 | Comments (0)

Dalam sebuah pidatonya, Bung Karno pernah mengatakan: "Internasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme." Melalui apa yang disampaikan oleh Bung Karno tersebut kita dapat melihat eratnya hubungan antara nasionalisme dan internasionalisme ini. Dapatlah dikatakan bahwa internasionalisme dan nasionalisme merupakan dua hal yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Yang satu tidak bisa ada tanpa yang lainnya. Tidak akan mungkin ada internasionalisme tanpa keberadaan nasionalisme dan tidak mungkin bisa eksis nasionalisme tanpa kehadiran internasionalisme. Namun demikian, dalam hubungan keduanya ini, semua haruslah berangakat dan bermula dari nasionalisme yang kemudian barulah diikuti oleh internasionalisme. Hal yang demikian ini dikarenakan bahwa memang sebenarnya internasionalisme itu hanyalah atau haruslah merupakan sebuah bentuk pelaksanaan nasionalisme dalam skala dunia. Internasionalisme ini adalah perserikatan nasionalisme. Sehingga, prinsip-prinsip internasionalisme secara mendasar sesungguhnya adalah sama dengan atau berakar pada prinsip-prin ... Read more »

Category: Nasionalisme Indonesia | Views: 5339 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-04-01 | Comments (0)

Menopang lahirnya sebuah Republik dengan darah dan peluru mungkin sudah terlalu banyak kita dengar. Tapi berjuang dibalik stir kemudi sebuah taksi layak kita pertanyakan, karena dalam nalar sehat kita akan nampak jurang yang cukup jauh antara gempar Revolusi dan seorang sopir taksi.

Logika sehat yang telah hancur ataukah Arif sosok sopir taksi telah merubah sejarah, tapi setidaknya tulisan kecil ini dapat memberikan gambaran tentang Arif si sopir taksi yang memiliki hubungan dengan Bung Karno
Warna-warni bunganya revolusi. Aneka kisah kembangnya sejarah. Tak terkecuali sebait kisah, yang terjalin antara Bung Karno dan seorang sopir taksi bernama Arif.

Masa-masa tahun 1930-an, Bung Karno sangat intens berkomunikasi dengan tokoh pergerakan Betawi, M. Husni Thamrin yang tinggal di Gang Kenari, Kramat, Jakarta Pusat. Setiap minggu, Bung Karno pasti ke Jakarta, menemui Husni Thamrin. Kedatangan Bung Karno selalu menggunakan jasa kereta api, turun di stasiun Gambir.

Setelah keluar peron, Bung Karno akan menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari-cari Arif, sopir taksi langganannya. Arif sendiri tahu. Tak jarang ia justru jalan mengendap-endap, melingkar, menjauhi pandangan Bung Karno, tetapi a ... Read more »

Category: Seputar Bung Karno | Views: 823 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-03-07 | Comments (0)

« 1 2 ... 10 11 12 13 14 15 »