Home » Entries archive
Pengertian Masa Prasejarah
Zaman prasejarah adalah suatu pembabakan dalam periode sejarah yang berlangsung cukup lama.  Ditandai dengan belum ditemukanya salah satu peradapan manusia berupa keterangan tertulis atau zaman manusia belum mengenal tulisan dan di periode ini ditandai dengan cara hidup berburu  dan memungut bahan makanan yang tersedia di alam atau disebut zaman paleolithikum atau zaman batu tua. Ciri masyarakat pada zaman ini adalah hidup sebagai masyarakat primitif. Kehidupan masyarakatnya masih memenuhi kebutuhan hidupnya pada kebutuhan kebutuhan yang paling dasar atau pokok.
 
Pembabakan Masa Prasejarah Indonesia
  1. Peranan para arkeolog dan paleantolog
    ... Read more »
Category: Sejarah Indonesia | Views: 4210 | Added by: edys | Date: 2015-02-01 | Comments (0)

Menjadi seorang Presiden mungkin “tidak terlalu sulit,” tetapi menjadi seorang pemimpin negeri sangatlah tidak mudah. Meraih jabatan sebagai Presiden banyak ditopang oleh kematangan strategi politik, tetapi menjadi pemimpin sebuah negeri sangat membutuhkan kekuatan mental serta kesediaan sakit dan berkorban demi negeri serta rakyat yang dipimpinnya.

Konsep sebagai seorang pemimpin besar telah ditunjukkan secara nyata oleh Presiden Soekarno dalam menyikapi langkah-langkah kudeta Jenderal Soeharto dan kroninya.

TINDAKAN Soeharto menyelewengkan Surat Perintah 11 Maret 1966 sangat menyakiti perasaan Bung Karno. Sejumlah petinggi militer yang masih setia pada Sukarno ketika itu pun merasa geram. Mereka meminta agar Sukarno bertindak tegas dengan memukul Soeharto dan pasukannya. Tetapi Sukarno menolak.

Sukarno tak mau terjadi huru-hara, apalagi sampai melibatkan tentara. Perang saudara, menurut Sukarno, adalah hal yang ditunggu-tunggu pihak asing—kaum kolonial yang mengincar Indonesia–sejak lama. Begitu perang saudara meletus, pihak asing, terutama Amerika Serikat dan Inggris akan mengirimkan pasukan mereka ke Indonesia dengan alasan menyelamatkan fasilitas negara mereka, mulai dari para diplomat kedutaanbesar sampai perusahaan-perusahaan asing milik mereka.

Kesaksian mengenai keengganan Sukarno ... Read more »

Category: Seputar Bung Karno | Views: 1318 | Added by: edys | Date: 2015-01-31 | Comments (0)

Falsafah hidup yang berasal dari kearifan orang Sunda yang satu ini tentunya bukanlah hal asing di telinga kita. Silih asah, silih asih, silih asuh dapat dikatakan merupakan salah satu falsafah yang telah banyak diajarkan di sekolah-sekolah. Keutamaan dari falsafah ini adalah juga dikarenakan ia merupakan satu kesatuan sikap yang harus menjiwai suatu masyarakat agar masyarakat tersebut dapat tumbuh dan berkembang menjadi masyarakat yang kuat, bersatu dan sejahtera. Silih asah yang memiliki arti saling memintarkan, silih asih yang berarti saling sayang menyayangi dan silih asuh yang berarti saling memelihara, adalah tiga bentuk prilaku yang harus dijaga keberadaannya dalam suatu masyarakat. Dapat dikatakan ini merupakan sebuah formula untuk mewujudkan sebuah tatanan masyarakat yang baik dan sehat. Yang dengan itu maka ketiga bentuk interaksi dalam falsafah tersebut penting untuk dipastikan menjadi sebuah budaya hidup yang menjiwai kesehariaan dalam masyarakat kita.

Agar falsafah ini dapat menjadi sebuah budaya hidup yang mewarnai keseharian masyarakat kita, maka tentu falsafah ini haruslah diajarkan dengan baik kepada ... Read more »

Category: Kearifan Indonesia | Views: 2007 | Added by: edys | Date: 2015-01-31 | Comments (0)

Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 45 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila. Butir-butir pengamalan Pancasila tersebut telah tersusun dengan baik namun sayangnya semua itu kini hanyalah tulisan-tulisan yang nyaris tak diperhatikan. Perlu ada upaya yang sungguh-sungguh dari segenap elemen bangsa untuk memastikan setiap nilai-nilai Pancasila benar-benar menjadi nilai yang menjiwai setiap sendi kehidupan masyarakat Indonesia.


Sila Pertama – Ketuhanan Yang Maha Esa

1.       Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2.       Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
3.       Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
4.       Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuh ... Read more »

Category: Konstitusi Indonesia | Views: 682 | Added by: edys | Date: 2015-01-18 | Comments (0)

Ada sebuah kearifan dari Minahasa yang perlu kita apresiasi dengan baik. Sebuah falsafah hidup yang mengandung keluhuran nilaii yang mungkin cukup populer bagi masyarakat sulawesi. "Si tou timou tumao tou" merupakan falsafah hidup yang mengadung ajaran mendasar tentang nilai-nilai kemanusiaan. Si tou timou tumou tou memiliki makna bahwa seorang manusia yang sejati adalah yang memanusiakan manusia lainnya. Falsafah ini menekankan kepada kita bahwa kemualiaan diri kita sebagai manusia adalah terletak pada kemauan dan kemampuan kita untuk memuliakan manusia lainnya. Ajaran yang demikian itu tentulah merupakan sebuah ajaran yang sangat luhur, humanis dan juga bersifat universal. Ini adalah ajaran cinta kasih. Ini adalah ajaran persaudaraan. Ini adalah ajaran yang mengharuskan setiap orang untuk berbuat sesuatu untuk orang lain. Mengharuskan setiap orang untuk sedapat mungkin berusaha untuk menjadi berkat bagi orang lain. Mengharuskan setiap orang untuk saling jaga, saling bantu, saling menghidupi dan saling memperkuat. Tentu kita berharap agar sekiranya falsafah luhur ini bukan saja menjadi sebuah slogan-slogan kosong tanpa implementasi melainkan kita berharap agar ini benar-benar menjadi sebuah budaya hidup yang me ... Read more »

Category: Kearifan Indonesia | Views: 550 | Added by: edys | Date: 2015-01-11 | Comments (0)

Cinta Bung Karno terhadap ibu Wardoyo senenarnya sangatlah besar, namun demikian kecintaannya terhadap negeri ini jauh lebih besar dari kecintan terhadap apapun bahkan terhadap dirinya sendiri. Itulah Bung Karno yang terlahir serta tumbuh dan begitu mencintai apa yang disebut Indonesia.

Sedikitnya ada dua kejadian yang menggambarkan kemarahan Bung Karno kepada kakak kandungnya, Sukarmini Wardoyo, atau sering dipanggil Ibu Wardoyo. Kemarahan yang pada waktu itu, cukup beralasan, sekaligus menggambarkan kepribadian Sukarno. Sekalipun begitu, kemarahan Bung Karno bersifat spontan, sesuai karakternya yang memang meledak-ledak, terlebih jika mendengar, melihat, dan merasakan sesuatu yang mengusik nuraninya.

Sekalipun begitu, harus dikemukakan terlebih dahulu di sini, bahwa pada galibnya, hubungan persaudaraan Bung Karno dan kakaknya, Ibu Wardoyo, sangatlah dekat. Bahkan, anak-anak Bung Karno juga sangat dekat dengan budenya. Tak heran, manakala Fatmawati meninggalkan Istana, frekuensi ... Read more »

Category: Seputar Bung Karno | Views: 628 | Added by: edys | Date: 2014-12-09 | Comments (0)

Neoliberal, kata-kata ini banyak kita dengar saat berlangsung masa kampanye Pilpres 2009. Kata-kata ini sekan tercipta untuk menghancur leburkan Pasangan Capres dan Cawapres SBY-Budiono.

Yang menjadi pertanyan adalah, sejak kapan bangsa yang baru berumur 64 tahun mengenal apa yang disebut Neoliberal.

Menjawab pertanyaan ini tiada salah kiranya kalau kita mundur sejenak menuju Indonesia tahun 1964, bulan Oktober. Dalam kunjungan kerja ke Roma, Bung Karno tiba-tiba saja diundang oleh miliarder kapitalis Aristoteles Onasis ke kapalnya yang mewah, “Christina”. Hingga hari ini tak pernah terungkap, siapa pemrakarsa pertemuan Presiden Republik Indonesia itu dengan Onasis, mengingat keduanya tidak pernah menjalin persahabatan sebelumnya.

Hanya sebuah epekulasi yang mengatakan, besar kemungkinan, kalangan seniman (pelukis, bintang film) yang menjembatani pertemuan itu. Mengingat dalam hampir setiap kunjungannya ke Roma, Bung Karno selalu meluangkan waktu bertemu para seniman setempat.

... Read more »

Category: Seputar Bung Karno | Views: 486 | Added by: Idiway | Date: 2014-12-04 | Comments (0)

Dalam mempelajari Islam, Bung Karno meminta bahan-bahan dari Persatuan Islam Bandung, ia ingin mencocokkan dengan pandangannya sendiri. Ia ingin membaca buku The Spirit of Islam yang terkenal karya Syed Ameer Ali umpamanya, untuk dibandingkan dengan pandangannya sendiri. Karena ia telah memiliki persepsi dan asumsi mengenai ajaran Islam, maka ia ingin menampilkan pandangannya sendiri tentang Islam. Ia berfikir, hendaknya dilakukan kritik terhadap paham-paham Islam yang tradisional, untuk kemudian dikembalikan kepada sumber ajaran Islam yang paling autentik, yaitu al Qur’an. Anehnya, Soekarno yang bersemangat itu, menganjurkan dipakainya ilmu pengetahuan modern (modern science), seperti ilmu-ilmu sosial, biologi, astronomi atau elek-tronika untuk memahami al Qur’an.
Dalam perkataannya sendiri:
Bukan sahaja kembali kepada al Qur’an dan Hadist, tetapi kembali kepada al Qur’an dan Hadist dengan mengendarai kendaraannya pengetahuan umum. Ia bersikap kritis terhadap kitab-kitab tafsir, seperti ka-rangan Al-Baghawi, Al-Baidhawi dan Al Mazhari, karena tafsir-tafsir itu belum memakai ilmu pengatahuan modern.
Pandangan jauhnya terlihat dalam ucapannya sebagai berikut:
Bagaimana orang bisa betul-betul mengerti firman Tuhan bahwa segala sesuatu itu dibikin oleh Nya ‘berjodoh-jodohan’, kalau tak mengetahui biologi, tak mengetahui elektron, tak men ... Read more »

Category: Seputar Bung Karno | Views: 549 | Added by: Idiway | Date: 2014-11-29 | Comments (0)

Bila seorang muslim adalah orang yang selalu memakai sarung, maka Bung Karno bukan seorang muslim.
Bila seorang muslim adalah mereka yang selalu menggunakan surban, jelas Bung Karno bukan seorang muslim.
Tapi apabila anda berpendapat bahwa seorang muslim adalah mereka yang menjalankan perintah Allah Swt serta menjauhi larangannya, maka dapat saya katakan bahwa Bung Karno seorang muslim yang taat beragama.
Bung Karno bukan sosok seorang Islam santri. Itulah saebabnya ia tidak diakui sebagai seorang pemimpin Islam. Bung Karno tak kalah banyaknya menulis tentang Islam, bahkan ia lebih banyak menulis dan berpidato mengenai Islam, yang mengeluarkan pemikiran-pemikiran keislaman, katimbang Dr. Sukiman yang justru lebih banyak berbicara mengenai nasionalisme Indonesia. Karena itu dari sudut sejarah perlu dipertambangkan kembali kedudukan Bung Karno sebagai, paling tidak, seorang pemikir Muslim, yang turut menyumbang, secara cukup berarti, dalam wacana keislaman. Bahkan Bung Karno boleh di bidang telah berjasa sangat besar dalam da’wah Islam.
Tidak banyak yang tahu, bahwa Bung Karno, adalah orang kunci dalam berdirinya Masjid Salman di kampus ITB. Pada suatu waktu, panitia pendirian masjid Salman pada tahun 1960-an, telah gagal menempatkan pembangunan masjid tersebut di dalam kampus. Tapi tiba-tiba Bung Karno menanyakan status rencana pembangunan tersebut dan menanyakan p ... Read more »

Category: Seputar Bung Karno | Views: 671 | Added by: Idiway | Date: 2014-11-29 | Comments (0)

Pidato Presiden Sukarno Di Palembang, 10 April 1962

Saudara-saudara, lebih dahulu sebagai biasa, salam Islam: Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Kemudian, pekik merdeka: Merdeka!

Saudara-saudara, sekalian, November 60 Bapak datang disini, dan sekarang syukur alhamdulillah datang lagi disini. Sekarang bulan April 1962. Waktu Bapak dalam bulan Nopember 60 datang disini, Bapak berjanji kepada Rakyat, bahwa pembangunan jembatan Musi segera akan dimulai, dan pada waktu itu Bapak berkata: jembatan Musi ini harus selesai dalam waktu tiga tahun. Jadi sebenarnya jembatan ini sudah harus dibuka, November 60 ditambah dengan tiga tahun, November 63. Tapi, yah Saudara-saudara, berhubung dengan beberapa kesulitan yang harus diatasi lebih dahulu, pemancangan tiang pertama daripada jembatan Musi itu Insya Allah S.W.T baru dapat dijalankan hari ini,10 April 1962. Jadi kalau saya hitung 3 tahun lagi, lama menjadi 10 April 1965. Karena itu, ya, meskipun Bapak minta maaf kepada Saudara-saudara sekalian, bahwa permulaan pekerjaan membuka atau membuat je ... Read more »

Category: Pidato Bung Karno | Views: 1038 | Added by: Idiway | Date: 2014-09-25 | Comments (0)

« 1 2 ... 8 9 10 11 12 »