Home » 2017 » August » 18

Persatuan itu adalah fitrah yang telah Tuhan kehendaki kepada seluruh umat manusia. Ketika ada persatuan dalam suatu umat maka umat tersebut akan menjadi umat yang kuat dan besar. Berbicara persatuan bukan hanya bicara penyeragaman, akan tetapi bicara bersatu dalam keberagaman.

Ketika semua orang menyadari sebagai mahluk individu maka kita punya hak untuk hidup sebagai individu yang merdeka, dan ketika setiap individu menyadari sebagai mahluk sosial maka kita harus dapat hidup bersama dalam keberagaman dan kita harus dapat saling hormat dan menghormati kemerdekaan orang lain. Karena kita tidak dapat hidup sendirian di muka bumi ini yang begitu luas, kita butuh orang lain untuk hidup bersama. Bahkan pakaian yang kita pakai saja ini dibuat oleh orang lain, tidak mungkin kita melakukan sendiri untuk membuatnya. Itulah bukti bahwa kita hadalah mahluk sosial dan kita membutuhkan orang lain.

Persatuan bangsa kita begitu kuat sebelum datangnya zaman imperealisme dan kolonialisme, budaya gotong-royong yang sudah mendarah dagin ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 116 | Added by: rahmansemesta | Date: 2017-08-18 | Comments (0)

Ku ikuti kemana pena ini berlari, mengores tinta dalam kanfas yang tak berduri....
Meski nafas ini ter-engaah dalam perjalanannya, hampir dipastikan ku terus berlari, mengejar mimpi dalam jembatan emas yang telah diwariskan oleh merka para pendiri bangsa, Orang tua kami yang berjuang mendermakan nyawa demi aku, demi kamu dan demi kita Penerus bangsa ini
Ternyata Aku tak sendiri, ada kita yang juga berdiri, berdiri tegap dalam derap, dalam gelap, mejaga ibu pertiwi. karna bisa saja bangsa ini terkoyak jika saja kita memaksa semua harus sama, senada, sekehendak benar dalam kelompok

Kemerdekaan ini milik kami Tuhan, milik Bangsa ini yang beragam, milik hati ini yang cinta perdamaian, meski tak sama walau berbeda hati ku dan hati mu adalah kita yang satu

Category: Risalah Kebangsaan | Views: 67 | Added by: harry_jamaludin | Date: 2017-08-18 | Comments (0)

Nasionalisme kita bukanlah nasionalisme yang sempit; ia bukanlah yang timbul daripada kesombongan bangsa belaka; ia adalah nasionalisme yang lebar,--nasionalisme yang timbul daripada pengetahuan atas susunan dunia dan riwayat; ia bukanlah jingo-nationalism atau chauvinism, dan bukanlah suatu kopie atau tiruan daripada nasionalisme Barat.

Nasionalisme kita ialah suatu nasionalisme, yang menerima rasa hidupnya itu sbagai suatu bakti. Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang di dalamnya kelebaran dan keluasannya memberi tempat cinta pada lain-lain bangsa, sebagai lebar dan luasnya udara, yang memberi tempat segenap sesuatu yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup.

Nasionalisme kita ialah nasionalisme ketimuran, dan sekali-kali bukan kebaratan , yang menurut perkataan C.R Das adalah “suatu nasionalisme yang saling serang-menyerang, suatu nasionalisme yang mengejar keperluan sendiri, suatu nasionalisme perdagangan yang ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 85 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-18 | Comments (0)

 

Proklamasi 17 Agustus 1945 yang di proklamirkan oleh Bapak Proklamator Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta bukan hanya pernyataan kemerdekaan saja,:

Proklamsi yang telah di proklamirkan adalah bukti nyata kita berlepas diri dari” kungkungan” kekuasaan tangan para penjajah yang tidak berperikemanusiaan dan berperikeadilan. Buktinya adalah berlepasdirinya tanah air dan bangsa Indonesia dari para penjajah dan di ikat oleh Proklamasi Indonesia maka berdirilah Negara Indonesia Merdeka. 
Apakah setelah negara Indonesia yang merdeka ini sudah di proklamirkan berarti urusan sudah selesai?

Jawabanya adalah belum selesai!!! Karena proklamasi kemerdekaan itu baru “jembatan emasnya” bangsa Indonesia. Dan kalau kita kaitkan di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa kemerdekaan yang telah kita proklamirkan itu baru di depan pintu gerbang kemerdekaan! ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 91 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-18 | Comments (0)