Home » Files

Total entries in catalog: 8
Shown entries: 1-8
Pages:

Pentingnya memahami 4 fase penting dalam kejadian bangsa Indonesia ini adalah agar kita mengetahui dengan benar nilai-nilai dan prinsip-prinsip apa yang sebenarnya menjadi landasan terbentuknya bangsa, yang menjadi spirit perjuangan bangsa, yang menjadi acuan dalam membentuk dan mendirikan Negara Indonesia ini serta agar kita mengetahui dengan benar arah dan tujuan dari pada bangsa Indonesia itu.

Sejarah Indonesia | Views: 70 | Downloads: 4 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-07-17 | Comments (0)

Jaminan datangnya berkah dari langit dan dari bumi atas penduduk negeri mau beriman dan bertakwa kepada-Nya adalah pasti. Syaratnya untuk itupun sudah amat jelas dan nyata, yaitu menegakan Neraca Keadilan. Neraca keadilan yang harus berlaku sama dan setara untuk setiap manusia.

Dari masa ke masa, itulah inti yang menjadi maksud datangnya agama. Itulah inti yang perintahkan kitab-kitab kepada manusia. Itulah pula inti yang menjadi misi datangnya para nabi. Syarat itulah yang harus menjadi syariat hidup bagi negeri-negeri di bumi agar kehidupan yang adil, makmur dan sejahtera di atas dunia menjadi nyata.

Masalah umat manusia dari masa ke masa pun hanya itu-itu saja. Keengganan untuk berlaku adil terhadap sesama manusia adalah sebab Neraca Keadilan tidak tegak setegak-tegaknya. Ego, kesombongan dan keserakahan telah menjebak manusia dalam perselisihan, permusuhan dan peperangan di sepanjang peradaban. Seolah benar dugaan para malaikat bahwa manusia hanya akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah di atas dunia.

Tapi rupanya akhir dari masa mempertumpahkan darah telah di depan mata. Telah lahir sebuah bangsa yang ditempa dan dipersiapkah untuk menjadi penegak Neraca Keadilan itu. Bangsa Indonesia oleh sejarah panjang kehidupannya diajarkan dan diwariskan kepadanya sebuah ajaran yang menjadi kunci bagi persatuan dan persaudaran umat manusia.

Di dalam buku inilah dijelaskan apa ajaran yang menjadi kunci perdamaian dunia itu. Melalui buku ini kita akan tahu bagaimana Allah mendidik bangsa Indonesia dengan teliti dan mempersiapkannya menjadi sebuah bangsa yang akan menegakan kembali Piagam Madinah yang telah tertunda penggenapannya itu. Kita akan benar-benar paham bagaimana Islam telah diterjemahkan dengan rapih oleh zaman ke dalam Nasionalisme Indonesia.

Nasionalisme Indonesia | Views: 169 | Downloads: 39 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-11-07 | Comments (0)

Haruslah kami di dalam pidato ini masih lebih lebar lagi menguraikan, bahwa kapitalisme itu bukan suatu badan, bukan manusia, bukan suatu bangsa, − tetapi ialah suatu faham, suatu begrip, suatu stelsel? Haruslah kami menunjukkan lebih lanjut, bahwa kapitalisme itu ialah stelselnya cara­produksi, sebagai yang kami telah terangkan dengan singkat itu! Ah, Tuan­tuan Hakim, kami rasa tidak, Sebab tidak ada satu intellektuil yang tidak mengetahui artinya kata itu. Tidak ada satu hal di dunia ini, yang begitu sudah diselidiki dari kanan­kiri, luar dalam, sebagai kapitalisme itu tidak ada satu hal di dunia ini, yang begitu besar litteratuurnya (pustakanya), sebagai kapitalisme itu − hingga berpuluh­puluhan jilid, berpuluh­puluhan­ribu studiën dan standaardwerken dan brochures.

Bung Karno | Views: 127 | Downloads: 55 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-08-13 | Comments (0)

PADA tanggal 17 Mei 1956 Presiden Soekarno mendapat kehormatan untuk menyampaikan pidato di depan Kongres Amerika Serikat dalam rangka kunjungan resminya ke negeri tersebut. Sebagaimana dilaporkan dalam halaman pertama New York Times pada hari berikutnya, dalam pidato itu dengan gigih Soekarno menyerang kolonialisme. Perjuangan dan pengorbanan yang telah kami lakukan demi pembebasan rakyat kami dari belenggu kolonialisme," kata Bung Karno, "telah berlangsung dari generasi ke generasi selama berabad-abad." Tetapi, tambahnya, perjuangan itu masih belum selesai. "Bagaimana perjuangan itu bisa dikatakan selesai jika jutaan manusia di Asia maupun Afrika masih berada di bawah dominasi kolonial, masih belum bisa menikmati kemerdekaan?" pekik Soekarno di depan para pendengarnya. 

Menarik untuk disimak bahwa meskipun pidato itu dengan keras menentang kolonialisme dan imperialisme, serta cukup kritis terhadap Antikolonialisme dan Anti-elitisme dalam Pemikiran Soekarno Muda -- Jumat, 1 Juni 2001 negara-negara Barat, ia mendapat sambutan luar biasa di Amerika Serikat (AS). Namun, lebih menarik lagi karena pidato itu menunjukkan konsistensi pemikiran dan sikap-sikap Bung Karno. Sebagaimana kita tahu, kuatnya semangat antikolonialisme dalam pidato itu bukanlah merupakan hal baru bagi Bung Karno. Bahkan sejak masa mudanya, terutama pada periode tahun 1926-1933, semangat antikolonialisme dan anti-imperialisme itu sudah jelas tampak. Bisa dikatakan bahwa sikap antikolonialisme dan anti-imperialisme Soekarno pada tahun 1950-an dan selanjutnya hanyalah merupakan kelanjutan dari pemikiranpemikiran dia waktu muda. 

Tulisan berikut dimaksudkan untuk secara singkat melihat pemikiran Soekarno muda dalam menentang kolonialisme dan imperialisme-dan selanjutnya elitisme-serta bagaimana relevansinya untuk sekarang. 

Bung Karno | Views: 319 | Downloads: 93 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-12-24 | Comments (0)

Di bawah sinar suryanya Dwitunggal Proklamasi dan Deklarasi itu kita berjalan, di bawah sinar suryanya Dwitunggal Proklamasi dan Deklarasi itu kita berjuang membangun National Dignity (harga diri nasional), dan Perumahan Bangsa kita, yaitu Republik Indonesia yang kita cintai ini. Di bawah sinar suryanya itulah kita menuju kepada penyelesaian revolusi besar kita. Berkat Dwitunggal Proklamasi dan Deklarasi itulah kita, seluruh rakyat Indonesia, tidak pernah sedikit pun putus asa, tidak pernah sedikit pun patah semangat. Sebab, bermacam-macam godaan, beraneka ragam tamparan perjuangan dalam menegakkan revolusi itu, adalah memang sudah inhaerent kepada sesuatu revolusi – embel-embel daripada sesuatu revolusi.”

Nasionalisme Indonesia | Views: 448 | Downloads: 137 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2015-06-01 | Comments (0)

Orang mengatakan bahwa Presiden Republik Indonesia terlalu banyak memiliki darah seorang seniman. "Akan tetapi aku bersyukur kepada Yang Maha Pencipta, karena aku dilahirkan dengan perasaan halus dan darah seni. Kalau tidak demikian, bagaimana aku bisa menjadi Pemimpin Besar Revolusi, sebagaimana 105 juta rakyat menyebutku? Kalau tidak demikian, bagairnana aku bisa memimpin bangsaku untuk merebut kembali kemerdekaan dan hak‐asasinya, setelah tiga setengah abad dibawah penjajahan Belanda? Kalau tidak demikian bagaimana aku bisa mengobarkan suatu revolusi di tahun 1945 dan menciptakan suatu Negara Indonesia yang bersatu, yang terdiri dari pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku dan bagian lain dari Hindia Belanda?

Bung Karno | Views: 571 | Downloads: 149 | Added by: PuteraGaruda | Date: 2014-11-29 | Comments (0)

Ir. Soekarno (6 Juni 1901 - 21 Juni 1970) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 - 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. 

Bung Karno | Views: 598 | Downloads: 191 | Added by: PuteraGaruda | Date: 2014-10-01 | Comments (0)

Ir. Soekarno, lahir di Lawang Seketeng, Surabaya, Jawa Timur 6 Juni 1901. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo (Probolinggo, Jawa Timur) dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai (Singgaraja, Bali). Meninggal di Wisma Yaso, Jakarta 21 Juni 1970, Adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 - 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. 

Bung Karno | Views: 329 | Downloads: 276 | Added by: PuteraGaruda | Date: 2014-10-01 | Comments (0)