Home » Ad Board » Pepatah Betawi

Ada asap ada api
2015-01-19, 4:34 PM

Ada asap ada api > Tak dapat dipisahkan, munculnya suatu kejadian / masalah pasti ada penyebabnya. * Ada air ada ikan > Di manapun seseorang itu berusaha, tentu ada rezeki. * Ada gula ada semut > Dimana ada kesenangan di situlah banyak orang datang. * Ada udang di balik batu > Ada suatu maksud yang tersembunyi. * Ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang > kalau orang yang dicintai/dikasihi dapat rezeki maka orang tersebut akan dikasihi, dibelai, dimanja dan kalau rezeki berkurang dan tidak ada penambahan bahkan tidak ada, maka orang tersebut tidak lagi dihiraukan (tidak disayang, dimanja lagi). * Adat teluk timbunan kapal, adat gunung tepatan kabut > Meminta hendaknya kepada yang punya, bertanya hendaknya kepada yang pandai. * Air beriak tanda tak dalam > Orang yang banyak bicara biasanya kurang ilmunya. * Air besar batu bersibak > Persaudaraan akan bercerai berai apabila terjadi perselisihan. * Air tenang menghanyutkan > Orang yang pendiam biasanya banyak ilmunya. * Air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga > Sifat orang tua pasti menurun pada anaknya. * Air susu dibalas air tuba > Kebaikan dibalas kejahatan. * Air tenang jangan disangka tiada buayanya > Orang yang diam jangan disangka pengecut. * Air tenang menghanyutkan > Orang yang pendiam biasanya banyak pengetahuannya. * Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam > Tidak enak makan dan minum ( biasanya karena terlalu bersedih / duka ). * Alah bisa karena biasa > Segala kesukaran tak akan terasa lagi bila sudah biasa. * Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusukan > Selalu membereskan urusan orang lain tanpa mempedulikan urusan sendiri. * Anjing menggonggong, khafilah berlalu > Biarpun banyak rintangan dalam usaha kita, kita tidak boleh putus asa. * Api dalam sekam > Perbuatan jahat yang tak tampak. * Asam di darat, garam di laut, bertemu di belanga > Kalau sudah jodoh, walaupun jauh bertempat tinggal pasti bertemu juga. * Ayam bertelur di padi mati kelaparan > Orang yang selalu kekurangan, meskipun penghasilannya banyak. B * Bagai air di atas daun talas > Orang yang tidak punya pendirian yang tetap. * Bagai api dengan asap > Persahabatan yang abadi. * Bagai anak ayam kehilangan induk > Bercerai berai karena kehilangan tumpuan. * Bagai bara dalam sekam > Perbuatan jahat yang tak tampak. * Bagai bulan kesiangan > Pucat dan lesu. * Bagai duri dalam daging > Selalu terasa tidak menyenangkan hati. * Bagai kacang lupa akan kulitnya > Tidak tahu diri, lupa akan asalnya. * Bagai katak dalam tempurung > Sangat sedikit pengetahuannya, kurang luas pandangannnya. * Bagai kebakaran jenggot > Bingung tak karuan. * Bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau > Hidup dalam kesukaran / kesengsaraan. * Bagai kerbau dicocok hidung> Menurut saja apa yang menjadi keinginan orang. * Bagai mencincang air. > Mengerjakan perbuatan yang sia-sia. * Bagai mendapat durian runtuh. > Mendapat keuntungan yang tidak disangka-sangka tanpa harus bersusah payah mendapatkannya. * Bagai menegakkan benang basah. > Melakukan pekerjaan yang mustahil dapat dilaksanakan. * Bagai mentimun dengan durian. > Orang yang lemah / miskin melawan orang kaya / kuat. * Bagai musang berbulu ayam. > Orang jahat bertingkah laku sebagai orang baik. * Bagai musuh dalam selimut. > Musuh dalam kalangan / golongan sendiri. * Bagai pagar makan tanaman. > Orang yang merusak barang / sesuatu yang diamanatkan kepadanya. * Bagai pinang dibelah dua. > Dua orang yang serupa benar. * Bagai pungguk merindukan bulan. > Seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tak terbalaskan. * Bagai telur di ujung tanduk. > Sesuatu keadaan yang sangat sulit. * Bagaikan air dengan minyak. > Tak dapat bersatu. * Bagai air di daun talas. > Selalu berubah-ubah atau tidak tetap pendiriannya. * Bagai anak ayam kehilangan induk. > Bercerai berai karena kehilangan tumpuan. * Bagai kebakaran janggut. > Bingung tidak keruan. * Bagai makan buah simalakama, dimakan bapak mati, tidak dimakan ibu mati > Melakukn dua pekerjaan yang sama-sama berbahaya. * Belum bertaji hendak berkokok. > Belum berilmu/kaya/berkuasa sudah hendak menyombongkan diri. * Belum beranak sudah ditimang. > Belum berhasil, tetapi sudah bersenang-senang lebih dulu. * Berani karena benar, takut karena salah > Orang yang bersalah senantiasa dalam ketakutan. * Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. > Bersama-sama dalam suka dan duka, baik buruk sama-sama ditanggung. * Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. > Biarpun banyak rintangan dalam usaha kita, kita tidak boleh putus asa. * Bergantung pada akar lapuk. > Mengharapkan bantuan dari orang yang tidak mungkin memberikan bantuan. * Berguru ke padang datar, dapat rusa belang kaki. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. > Belajar harus sungguh-sungguh, jangan terputus di tengah jalan. * Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi > Orang belajar haruslah bersungguh-sungguh tidak boleh setengah-setengah. * Bermain air basah,bermain api hangus. > Setiap pekerjaan atau usaha ada susahnya. * Bertepuk sebelah tangan > Kebaikan yang hanya dari satu pihak. * Besar pasak daripada tiang. > Besar pengeluaran daripada pendapatan. * Biduk lalu kiambang bertaut. > Lekas berbaik atau berkumpul kembali. ( Seperti perselisihan antara sanak keluarga yang kembali rukun ). * Buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya > Sifat seorang anak tidak tidak jauh beda dari orang tuanya. * Bumi tidak selebar daun kelor. > Dunia tidak sempit. * Buruk rupa cermin dibelah > Menyalahkan orang lain meskipun dia sendiri yang bersalah. C * Cupak sepanjang betung, adat sepanjang jalan > Hendaklah kita melakukan sesuatu menurut adat dan kebiasaan yang berlaku. * Cepat kaki , ringan tangan > Cekatan dan lekas mengerjakan sesuatu. ( Suka menolong sesama umat ) D * Dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu > Pikiran orang tidak dapat diketahui. * Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah > Daripada hidup menanggung malu lebih baik mati. * Daripada hidup berputih mata, lebih baik mati berputih tulang. > Lebih baik mati daripada menanggung malu. * Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri. > Sebaik-baik negeri orang tidak sebaik di negeri sendiri. * Datang tampak muka, pulang tampak punggung. > Datang dan pergi hendaklah memberi tahu. * Diam seribu bahasa > Diam sama sekali. * Di luar bagai madu, di dalam bagai empedu > Mulutnya manis tetapi hatinya jahat. * Dimana bumi berpijak, disitu langit dijunjung > Dimana kita tinggal, hendaklah menurut adat istiadat di negeri itu. * Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi > Sejajar kedudukannya ( martabat atau tingkatannya ) E * Esa hilang dua terbilang > Berusaha harus dengan keras hati sampai maksud tercapai. G * Gajah dipandang karena gadingnya, harimau dipandang karena belangnya > Manusia dipandang dengan segala yang ada pada dirinya. * Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak / Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat. > Kesalahan / aib sendiri yang besar tidak tampak, kesalahan / aib orang lain meskipun sedikit tampak jelas. * Gajah mati karena gadingnya. > Orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulannya / tabiatnya. * Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. > Orang terkenal jika ia mati dalam beberapa lama masih disebut-sebut orang namanya. * Gajah berjuang sama gajah, pelanduk mati di tengah-tengah > Jika terjadi pertengkaran antar orang besar, maka rakyat yang akan menderita. * Gali lubang, tutup lubang. > Berhutang untuk membayar hutang yang lain. * Gayung bersambut, kata berjawab. > Menangkis serangan orang, menjawab perkataan orang. * Guru makan berdiri, murid kencing berlari > Dalam segala hal murid akan selalu mencontoh gurunya, jika guru berbuat yang tidak patut maka murid akan berbuat yang jauh lebih buruk. H * Habis manis sepah dibuang > Setelah tidak berguna lagi lalu dibuang tanpa dipedulikan lagi. * Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua. > Budi bahasa / perbuatan yang baik tidak akan dilupakan orang. * Hangat-hangat tahi ayam. > Kemauan yang tidak tetap. * Harapkan guntur di langit, air di tempayan dicurahkan. > Mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang sudah ada dilepaskan. * Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama > Orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedamngkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk. * Hasrat hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. > Keinginan atau cita-cita yang mustahil dapat dicapai. * Hanya sampai dibibir saja > Apa yang dikatakan tidak keluar dari isi hatinya * Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai > Kalau kita ingin kaya hendaklah menabung (berhemat), kalau kita ingin pandai hendaklah rajin belajar. * Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah. >Selama hidup orang harus taat kepada adat kebiasaan dalam masyarakat. 

Added by: edys |
Views: 227 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar