Home » Islam dan Nasionalisme Indonesia

"Matahari tidak terbit karena ayam jantan berkokok, tetapi ayam jantan berkokok karena matahari terbit."  (Bung Karno)

Dengan mengawali diri memohon perlindungan Allah dari segala bisikan syaitan yang keji, dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim untuk mensucikan niat diri dari segala kecenderungan yang kotor, saya pun memantapkan diri untuk memulai menulis buku ini. Hadirnya buku ini saya maksudkan dan niatkan untuk menyapa para muslimin di Indonesia dengan penuh harap agar sekiranya kita dapat bersama menjadi orang-orang yang peduli atas keadaan bangsa dan negara ini. Umat Islam sebagai umat terbesar di bumi Indonesia ini tentulah sangat ditunggu peran dan kontribusinya bagi bangsa ini. Dapat kita katakan bahwa kebangkitan umat Islam bersama ajaran Islam yang penuh damai dan cinta itu menjadi salah satu kunci utama bagi terwujudnya keadilan dan kemakmuran di negeri tercinta ini.

Perlu saya katakan di sini bahwa tidak sedikitpun saya, melalui hadirnya buku ini, bermaksud untuk menggurui seorang jua pun. Tentulah saya menyadari betul bahwa masih ban ... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 234 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-08-12 | Comments (0)

Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati"  (QS. Al-Baqarah [2]:38)

Jika Adam as. adalah manusia yang beragama, tentu Islamlah agamanya. Jika Allah membimbingnya untuk beragama tentu agama Islamlah itu. Kita tentu sepakat bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan. Dan setiap ciptaan tentulah diciptakan dengan sebuah maksud. Ada tujuan dan fungsi dari diciptakannya segala sesuatu. Tidak ada satu-pun ciptaan yang diciptakan tanpa maksud dan tujuan tertentu. Maksud diciptakannya sesuatu itulah yang disebut dengan fitrah penciptaan. Memenuhi dan hidup menurut maksud penciptaan itulah yang disebut dengan mangabdi kepada Sang Pencipta. Dengan cara itulah setiap ciptaan mencapai kemuliaan dan kesejatiannya. Coba perhatikan sekitar anda. Lihatlah semua benda yang ada di sekeliling anda. Kursi yang ada duduki, buku yang sedang anda baca ini, televisi, meja, pulpen, handphone, gelas dan segala yang lainny ... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 180 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-08-12 | Comments (0)

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”  (QS. Al-A’raf [7]:34)

Keselarasan antara ajaran Islam, syariatnya dan zaman dimana syariat tersebut hadir, menurut hemat saya adalah hal yang amat penting untuk kita pahami dengan baik. Karena melalui pemahaman yang baik akan hal ini kita akan dapat mengerti kenapa ajaran Islam yang sama dan serupa itu harus hadir dalam bentuk dan rupa syariat yang berbeda-beda di setiap zamannya. Sebagaimana telah kita ketahui dengan baik bahwa sebenarnya ajaran yang dibawa oleh para nabi dari zaman ke zaman itu adalah ajaran yang sama dan serupa. Akan tetapi, sebagaimana juga telah kita ketahui bersama bahwa di tiap-tiap zamannya itu, para nabi hadir membawa syariat yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Tentu ini adalah sebuah perkara yang amat penting yang mesti kita teliti dengan cermat dan pahami dengan kejernihan hati.

Ajaran Islam itu sendiri sesungguhnya merupakan ajaran yang bersu ... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 216 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-08-11 | Comments (0)

“Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).”  (QS. Asy Syuura [42]:13)

Tentang agama itu telah ada pensyariatan untuknya yang Allah tetapkan. Telah Allah wahyukan tentang pensyariatan agama itu kepada Nabi Muhammad saw. sebagaimana telah Allah wasiatkan tentang hal yang sama itu kepada Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan juga Isa. Yaitu bahwa agama itu harus ditegakkan dan bahwa agama itu harus bersifat mempersatukan. Agama itu tidaklah boleh menjadi sumber perpecahan. Dengan kata lain, bahwa penegakan agama itu haruslah merupakan sebuah upaya untuk membangun syariat berkehidupan yang mempersatukan dan mempersaudarakan umat manusia. Agama haruslah menjadi sistem hidup yang menumbuh-kembangkan ... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 176 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-08-10 | Comments (0)

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.  (QS. Ar-Rahman [55]:7-9)

Ada hukum Allah yang tetap atas semesta alam ini. Telah Allah letakan neraca yang tidak boleh dan tidak bisa dicurangi atas kehidupan ini. Sungguh sebenarnya tidak ada satu mahlukpun yang dapat mencurangi Allah. Karena setiap perbuatan pastilah akan terhakimi dalam neraca keadilan-Nya. Dialah Allah hakim yang sebenar-benarnya itu. Dan kenyataan yang demikian ini membuat kepatuhan kepada ketentuan Allah menjadi adalah satu-satunya pilihan yang ada. Kerena itulah kenapa agama Allah itu disebut sebagai agama perserahan diri. Itulah agama Islam itu. Sebuah jalan hidup yang lahir dalam kesadaran bahwa keselamatan hanya dapat ditemukan dalam kepatuhan total kepada neraca-Nya itu. Kepada ketentuan dan ukuran yang telah ditetapkan-Nya atas kehidupan ini.

... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 176 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-08-10 | Comments (0)

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.  (QS. Al-Baqarah [2]:208)

Jika melihat realita kehidupan kita hari ini, sebenarnya masih kita dapati adanya pemisahan antara urusan beragama dengan urusan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kita melihat seolah-olah urusan beragama itu adalah urusan yang kita lakukan di rumah-rumah ibadah saja sedangkan hidup bermasyarakat, urusan hidup berbangsa dan bernegara adalah urusan yang lain lagi dan tidak kaitannya dengan agama. Kenyataan yang demikian membuat tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara seakan hampa tanpa jiwa. Kita masih belum mengartikan bahwa membangun bangsa dan negara merupakan bagian dari bakti kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagi kita urusan membangun bangsa dan negara ini merupakan urusan dunia semata. Agama seolah hanyalah urusan untuk mencapai keselamatan setelah kematian. Padahal haruslah agama itu menjadi sebuah jalan yang nyata untuk mencapai keselamatan di dunia ini sekarang ini dan akhirat nanti.

... Read more »
Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 198 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-08-09 | Comments (0)

Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya´qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri". Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.  (QS. Ali Imran [3]:84-85)

Islam yang kita kenal hari ini tentulah bukan sebuah ajaran yang terputus dari ajaran para nabi sebelumnya. Telah panjang Islam berjalan melintasi ruang dan waktu; melintasi zaman demi zaman sampai kepada kita hari ini. Tidak sedikit umat dan kaum yang telah disentuh oleh Islam di sepanjang masa perjalanannya melintasi peradaban manusia. Kita mengimani Allah dan kita mengimani kebenaran yang telah Allah turunkan kepada para nabi. Tapi kini kita melihat dan menyaksikan bagaimana para pengikut nabi-nabi utusan Allah itu telah terpecah dalam banyak sekali pecahan dan golongan. Entah berapa banyak pecahan dan golongan yang ada dan telah membentuk dinding yang memisahka ... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 237 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-08-09 | Comments (0)

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.  (QS. Al-Qalam [68]:4)

Jika kita berbicara tentang Islam tentu tidaklah bisa lepas dari berbicara juga Nabi Muhammad saw. Karena tentu saja antara Islam dan Nabi Muhammad adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Nabi Muhammad saw. adalah contoh nyata manusia yang berislam dengan sebenar-benarnya. Pada diri nabi Muhammadlah kita dapat melihat seperti apa akhlak yang akan terpancar dari seorang manusia ketika ajaran Islam menjadi jiwa di dalam dadanya. Dialah pribadi dengan budi pekerti yang agung yang terpancar cahaya Islam dari dirinya.

Secara tegas dapat kita katakan bahwa orang yang benar-benar berislam pastilah ia berakhlak mulia. Karena Islam itu hadir membawa aqidah mulia yang dengannya manusia akan berakhlak mulia pula. Seumpama dengan pohon yang kualitasnya dapat kita kenali dari buahnya, demikian juga kita dapat mengenal kualitas aqidah seorang anak manusia dari akhlaknya. Sekali lagi, manusia yang tertanam aqidah Islam di dalam dadanya pastilah berakhlak mulia. Dan jika kita me ... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 197 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-08-09 | Comments (0)

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar! Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?  (QS. Al-Baqarah [2]:30-33)

... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 205 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-08-08 | Comments (0)

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".  (QS. Al-Baqarah [2]:30)

Sebagaimana yang telah kita bahas sebelum ini bahwa meskipun tidak sepenuhnya benar, tapi kekhawatiran para malaikat prihal manusia yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah di muka bumi adalah sangat berdasar. Manusia memang mempunyai potensi merusak dan mempertumpahkan darah yang besar. Dan dari catatan sejarah panjang perjalanan peradaban umat manusia kita melihat kebenaran akan hal itu. Tidak terhitung sudah banyaknya kerusakan yang disebabkan oleh tangan manusia baik di darat maupun di laut. Tidak terhitung pula banyaknya manusia yang mati dan ditumpahkan darahnya oleh sesama manusia itu sendiri. Telah berlangsung masa yang begitu panjang; beribu-ribu tahun lama di sepenjang sejarah peradaban manusia dima ... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 142 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-08-08 | Comments (0)

1 2 3 4 »