PENETAPAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1960 TENTANG GARIS-GARIS BESAR DARI PADA HALUAN NEGARA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang:

1. bahwa Amanat Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang pada tanggal 17 Agustus 1959 yang berkepala "Penemuan Kembali Revolusi Kita" dan yang terkenal sebagai Manifesto Politik RepublikIndonesia 17 Agustus 1959, sesungguhnya adalah satu dengan Dekrit Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang tanggal 5 Juli 1959;

2. bahwa Manifes ... Read more »

Category: Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi | Views: 153 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-11-24 | Comments (0)

PENJELASAN ATAS PENETAPAN PRESIDEN NO. 1 TAHUN 1960 TENTANG GARIS-GARIS BESAR DARIPADA HALUAN NEGARA

Pasal 3 Undang-undang Dasar menentukan bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat membentuk Undang-undang Dasar dan menetapkan garis-garis besar daripada haluan Negara.

Majelis Permusyawaratan Rakyat sekarang belum ada ; sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat menetapkan garis-garis besar haluan Negara, maka untuk melancarkan kelanjutan Revolusi kita dalam keinsyafan demokrasi terpimpin dan ekonomi terpimpin, arah tujuan dan pedoman yang tertentu dan jelas sangat diperlukan.

Arah tujuan dan pedoman yang jelas dan menyeluruh itu terdapat pada Amanat Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang pada tanggal 17 Agustus 1959 yang berkepala ''Penemuan Kembali Revolusi Kita'', dan yang berisi pengupasan dan penjelasan persoalan-persoalan beserta usaha-usaha pokok daripada Revolusi kita yang menyeluruh.

Category: Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi | Views: 122 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-11-24 | Comments (0)

AMANAT PRESIDEN SUKARNO PADA ULANG TAHUN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA, 17 AGUSTUS 1954 DI JAKARTA.

Saudara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat,
Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya,
Seluruh Rakyat Indonesia dari Sabang sampai ke Merauke,

Merdeka!

Dengan penuh minat saya telah mendengarkan pidato saudara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, yang mengandung banyak petunjuk-petunjuk dan anjuran-anjuran yang penting bagi kita, dalam menghadapi saat-saat yang sungguh meminta perhatian kita bersama.

Kita telah tiba pada hari ulang tahun ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - II | Views: 283 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-08-17 | Comments (0)

<<sebelumnya....
Saudara-saudara
!
Saya menganjurkan pembentukan modal nasional. Moga-moga modal nasional itu setapak-demi-setapak, tapi dengan pesat, dapat tersusun, agar supaya cita-cita ekonomi lekas terlaksana. Tanah-air kita memang sangat luas, ia mengandung seribu-satu kemungkinan-kemungkinan untuk membuka macam-macam industri yang besar-besar. Jutaan, ratusan juta rupiah, harus kita himpun. Kalau modal nasional masih belum mencukupi, bolehlah kita memakai modal luar-negeri sebagai supplemen daripada modal nasional kita. Tetapi tekanan-kata kita harus kita letakkan kepada modal nasional! Untuk kepentingan pembangunan tanah-air kita yang luas-maha-luas, kaya-maha-kaya ini, kita bersedia mempergunakan modal-modal dan tenaga-tenaga luar-negeri, yang sungguh-sungguh mempunyai goodwill (kemauan baik) untuk bersama-sama dengan kita berusaha membangun suatu kehidupan ekonomi yang dapat meninggikan taraf kehidupan rakyat kita. Tak perlu ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - II | Views: 215 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-08-17 | Comments (0)

Saat engkau mengerti apa itu cinta, saat engkau mengalami apa itu cinta, engkau menjadi cinta itu sendiri. Maka tidak ada kebutuhan dalam dirimu untuk dicintai, dan tidak ada kebutuhan dalam dirimu untuk mencintai. Mencintai hanya akan menjadi hidupmu yang sederhana dan spontan, menjadi nafasmu. Engkau tidak dapat melakukan hal lain; engkau hanya akan mencintai.

Sekarang, jika sebagai balasannya cinta tidak datang kepadamu, engkau tidak akan merasa sakit hati, dengan alasan sederhana karena hanya orang yang telah menjadi cinta dapat mencintai. Engkau hanya dapat memberikan yang engkau miliki. Meminta orang untuk mencintaimu -- orang-orang yang tidak memiliki cinta dalam hidup mereka, yang belum sampai pada sumber keberadaan mereka dimana cinta memiliki altarnya sendiri - bagaimana mereka dapat mencintai dirimu? Mereka bisa berpura-pura. Mereka bisa mengatakannya, mereka bahkan bisa mempercayainya, tapi cepat atau lambat hal-hal ini akan terjadi ... akan diketahui/ disadari bahwa itu hanya kepura-puraan, bahwa itu hanya akting, bahwa itu adalah kemunafikan.

... Read more »

Category: Tentang Cinta | Views: 235 | Added by: PuteraGaruda | Date: 2017-08-08 | Comments (2)

« 1 2 3 4 5 ... 32 33 »