AMANAT PRESIDEN SUKARNO PADA ULANG TAHUN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA, 17 AGUSTUS 1963 DI JAKARTA

Saudara-saudara sekalian!

Sebagaimana biasa, maka pada tiap-tiap hari 17 Agustus saya berdiri di hadapan saudara-saudara sekalian. Ini kali di Stadion-Utama Gelora Bung Karno, sedang dahulu selalu di muka Istana Merdeka. Tetapi pada pokoknya : berhadapan dengan Rakyat Indonesia, – muka dengan muka, wajah dengan wajah, jiwa dengan jiwa, semangat dengan semangat, tekad dengan tekad – Rakyat Indonesia, baik yang terkumpul di stadion ini, maupun di seluruh Nusantara melalui radio dan televisi, maupun yang di luar negeri melalui radio dan televisi pula. Dan sayapun sadar, bahwa saya pada tiap hari 17 Agustus itu berhadapan pula dengan dunia luar yang bukan Indonesia, baik sebagai kawan berhadapan dengan kawan, maupun sebagai lawan berhadapan dengan lawan. Dengan kawan-kawan itu saya laksana bermusyawarah atau berkonsultasi antara Ego dengan Alter Ego, – dengan lawan-lawan itu saya tanpa tédéng aling-aling laksana berkonfrontsi “ini dadaku mana dadamu!”. Sebab di s ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - II | Views: 583 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-08-30 | Comments (0)

<<<sebelumnya.....  Ini semua merupakan satu réntétan, satu rantai yang sambung-menyambung, satu proses konfrontasi. Baru jika kita sudah melampaui proses konfrontasi semacam ini, maka kitapunya Revolusi meningkat kepada tingkat “selfpropelling growth”. Tetapi juga dalam tingkat selfpropelling growth itu kita masih dihadapkan kepada konfrontasi-konfrontasi. Tetapi konfrontasi lain macam! Yaitu konfrontasi terhadap diri kita sendiri. Konfrontasi “positif”. Konfrontasi yang juga dinamakan “tantangan”. Konfrontasi yang dinamakan “challenge-challenge”-nya perjuangan. Konfrontasi terhadap pada persoalan-persoalan pembangunan. Konfrontasi terhadap kita sendiri: bisakah atau tidak kita-ini membangun Sosialisme?

Sekarang tergantung dari kita sendirilah, apakah kita ini sanggup menjalankan konfrontasi-konfrontasi macam baru itu, ataukah tidak?

Sekarang, sebab banyak hal yang sudah, saudara-saudara.

... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - II | Views: 291 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-08-30 | Comments (0)

<<<sebelumnya.....   Saya sekarang sedang memberikan perhatian penuh kepada suara-suara Rakyat mengenai pelaksanaan daripada Dekon. Sudah sering kali saya katakan, – malahan di Manila pun saya katakan -, bahwa saya ini sekedar peyambung lidahnya Rakyat. Setelah nanti aku yakin seyakin-yakinnya akan suara-sejati dari Rakyat-jelata, maka Insya Allah lidahku sendiri akan menyuarakan suara-hati dari Rakyat-jelata itu.

Aku gembira sekali, bahwa akhir-akhir ini makin santer kehendak untuk membangun ekonomi nasional kita di atas kaki kita sendiri. Inilah yang saya namakan patriotisme ekonomi, dan saya gembira sekali atas hal itu. Sesuatu bangsa hanyalah bisa menjadi kuat, kalau patriotismenya juga meliputi patriotisme ekonomi. Ini memang jalan yang benar ke arah kekuatan bangsa, jalan yang jitu, jalan yang tepat. Dalam Konferensi Rencana Kolombo di Jogyakarta beberapa tahun yang lalu, saya telah katakan kepada utusan-utusan konperensi itu:

“Ekonomi Indonesia akan bersifat Indonesia; si ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - II | Views: 279 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-08-30 | Comments (0)

AMANAT PRESIDEN SUKARNO PADA ULANG TAHUN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA, 17 AGUSTUS 1964 DI JAKARTA

Saudara-saudara sekalian!

Hari ini 17 Agustus 1964.

Tiap 17 Agustus mempunyai arti-pentingnya sendiri, significance-nya sendiri yang khusus. Di antara bulan-bulan yang duabelas itu, Agustus adalah yang terkeramat bagi kita. Amerika dan Perancis mengkeramatkan bulan Julinya, Tiongkok dan Sovyet-Unie bulan Oktobernya,- kita mengkeramatkan bulan Agustus, bulan Proklamasi. Dan seirama dengan gemuruhnya ombak-sejarah, maka tiap-tiap 17 Agustus mempunyai ciri-khasnya sendiri, gemanya sendiri, arti-pentingnya sendiri.

17 Agustus 1945 saya membacakan Proklamasi Kemerdekan. Kemudian daripada itu, delapanbelas kali 17 Agustus saya telah memberikan “amanat-tahunan”. Sekarang, 17 Agustus 1964, buat kesembilanbelas kalinya saya ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - II | Views: 292 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-08-25 | Comments (0)

<<sebelumnya.....   Pertama, Revolusi mesti punya kawan dan punya lawan, dan kekuatan-kekuatan Revolusi harus tahu siapa kawan dan siapa lawan; maka harus ditarik garis-pemisah yang terang dan harus diambil sikap yang tepat terhadap kawan dan terhadap lawan Revolusi;

Kedua, Revolusi yang benar-benar Revolusi bukanlah “revolusi istana” atau “revolusi pemimpin”, melainkan Revolusi Rakyat; oleh sebab itu, maka Revolusi tidak boleh “main atas” saja, tetapi harus dijalankan dari atas dan dari bawah;

Ketiga, Revolusi adalah simfoninya destruksi dan konstruksi, simfoninya penjebolan dan pembangunan, karena destruksi atau penjebolan saja tanpa konstruksi atau pembangunan adalah sama dengan anarki, dan sebaliknya; konstruksi atau pembangunan saja tanpa destruksi atau penjebolan berarti kompromi, reformisme;

Keempat, Revolusi selalu punya tahap-ta ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - II | Views: 209 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-08-25 | Comments (0)

« 1 2 ... 15 16 17 18 19 ... 32 33 »