“AKSI PERBAIKAN SEKARANG” DAN “AKSI MAKSUD TERTINGGI”

Di dalam pergerakan Indonesia ada dua uitersten, dua “ujung”. Ujung yang kesatu,- ujung reformis, tidak mau utamakan aksi maksud tertinggi seperti aksi Indonesia Merdeka atau aksi jatuhnya stelsel kapitalisme. Yang mereka kerjakan sehari-hari hanya apa yang bisa dicapai ini hari sahaja, seperti turunnya pajak atau tambahnya sekolahan. Ujung yang kedua, – ujung “radikal mbahnya radikal”, – tidak mau tahu akan aksi “kecil-kecilan” sebagai yang mengejar turunnya pajak itu, tetapi hanya mau kepada “Indonesia Merdeka” dan “jatuhnya kapi­talisme” sahaja,: “alles of niets” (semua atau tidak samasekali)!

Ujung yang kesatu memusatkan mata kepada ini hari sahaja, ujung yang kedua pada hari kemudian sahaja. Mana yang benar? Dua-duanya salah, dua-duanya tak akan bisa membangunkan pergerakan massa aksi radikal yang besar. Tentang ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - I | Views: 57 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-07-02 | Comments (0)

I. Kongres kaum buruh telah langsung di Surabaya, dari tanggal 4 sampai 7 Mei. Sesudah mendengar advies-adviesnya sdr. Sukarno, sdr. Syahrir dan sdr. Sutomo, maka diambilnya beberapa putusan yang penting, di antaranya ialah maksud dan tujuan:

Mempertahankan dan memperbaiki nasib kaum buruh Indonesia di dalam segala lapangan (baik sosial, ekonomi, maupun politik). Menuntut adanya socialistische productiewijze (cara-menghasilkan-barang-barang yang socialistis).

Putusan yang nomor 1) itu sudah menggoyangkan penanya beberapa jurnalis bangsa kita, misalnya tuan J.D.S. di dalam s.k. “Suara Umum” dan tuan S. Di dalam s.k. “Pemandangan”. Pokoknya mereka punya pemandangan ialah, bahwa, katanya, sarekat-sekerja tidak boleh berpolitik. Dengarkanlah misalnya apa yang tuan S. katakan: “Mempertahankan (?) dan memperbaiki nasib kaum buruh; ini seharusnya. Tetapi “di segala lapangan”, ini meskipun memang baik, kiranya kebanyakan kita lebih mufakat jika di belakang mempertahankan dan memperbaiki nasib itu, hanya l ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - I | Views: 76 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-07-01 | Comments (0)

Salah seorang pemimpin pergerakan Indonesia yang terkenal radikal sudah pernah mengeluarkan suatu ucapan, yang sangat menggoda hati saya, karena ucapannya itu ada sangat dangkal. Ucapan itu ialah suatu pujian yang muluk terhadap pada Japan, yaitu oleh karena di dalam zaman meleset ini, di mana Marhaen hidup hanya dengan sebenggol sehari, Japan telah memasukkan barang-dagangan di Indonesia tang murah-keliwat-­murah: Kemeja limabelas sen, handuk lima sen, saputangan dua sen, piring empat sen, – dan begitu seterusnya! itu belum pernah kejadian di Indonesia sebelum zaman sekarang ini. Japan di mata saudara ini ada­lah suatu deus ex machina, suatu dewa-penulung yang datang dari langit, bagi Marhaen yang kini begitu kekurangan uang …

Memang, terlihat dengan sekelebatan mata sahaja, pemasukan barang dari Japan itu adalah suatu deus ex machina, suatu dewa penulung dari kayangan. Memang terlihat dengan sambil-lalu  ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - I | Views: 43 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2016-06-30 | Comments (0)

« 1 2 ... 15 16 17