36. RECOGNIZE THAT THE FINITE UNIVERSE IS A PROJECTION OF THE SELF
Sadarilah bahwa alam yang serba terbatas ini hanyalah proyeksi dari "Sang Aku”

Alam yang serba terbatas, walau masih tetap berada di luar jangkauan pikiranku, hanyalah proyeksi dari "Sang Aku”., proyeksi dari Ia yang meliputi segalanya. Ia yang berada di luar dan di dalam diri kita. Persis seperti air dan ikan di dalam kolam. Air berada di luar ikan dan berada pula di dalamnya.

Alam yang terasa maha luas oleh pikiran kita dan tak terjelaskan inipun hanyalah proyeksi dari ”Sang Aku” — sebagaimana diriku yang serba terbatas, sebagaimana dirimu yang serba terbatas pula … Kita semua adalah proyeksi dari "Sang Aku” yang sama.

Proyeksi "Sang Aku” tidak menjadi diri "ku” dan diri "mu”. "Ia” juga tidak menjadi alam semesta ini, namun semuanya adalah projection of the Self & ... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 212 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-08-30 | Comments (0)

37. CONQUER THE EFFECTS OF THE DEEDS DONE IN EARLIER LIVES BY THE PRESENT RIGHT ACTION
Atasi pengaruh tindakan-tindakanmu di masa lalu dengan memperbaiki tindakan-tindakanmu di masa kini

Silahkan menerjemahkan "masa lalu” secara terbatas atau tidak terbatas, tidak menjadi soal. Bobot penggalan ayat ke lima ini tidak menjadi kurang atau lebih karena terjemahan kita.

Sah-sah saja bila masa lalu diterjemahkan sebatas masa yang telah berlalu dalam hidup ini. Tidak perlu menariknya jauh ke belakang, bila ada yang apriori terhadap Hukum Daur Ulang yang biasa disebut reinkarnasi, dan Hukum Aksi-Reaksi, Sebab-akibat, atau Hukum Karma.

Karma berarti "perbuatan: tindakan, kegiatan, pekerjaan. Ada akibat, ada sebab. Masuk anginpun tidak mungkin tanpa sebab. Apalagi musibah, kecelakaan, dan bencana alam. Semuanya itu hanyalah akibat. Dan, bila kita menderita karenanya, sebabnya sudah pasti kita pula. Hukum Alam yang satu ini tidak memungkinkan k ... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 216 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-08-30 | Comments (0)

38. THROUGH WISDOM BECOME DETACHED FROM FUTURE (RESULTS OF YOURS) ACTIONS
Dengan kebijakan (Pemahaman yang benar), hendaknya kau membebaskan diri dari akibat-akibat yang masih dapat terjadi di masa depan

Tidak semua benih yang ditanam langsung tumbuh, bertunas, dan berbuah. Ada yang membutuhkan waktu beberapa bulan. Ada yang berbuah setelah beberapa tahun.

Persis seperti itu pula dengan tindakan kita, dengan ucapan dan pikiran kita. Tidak semuanya berbuah langsung.

Sanchita adalah karma-karma dari masa lalu; akumulasi dari masa lalu, yang saat ini baru berbuah. Buahnya disebut praarabdha. Sesuatu yang sudah tidak mungkin dielakkan. Kendati demikian, kita masih memiliki pilihan — yaitu memetik panen dengan mengaduh-aduh atau dengan girang, dengan bersuka cita, dengan menyanyi dan menari. Taruhlah panennya tidak sesuai dengan harapan — tak apa, it is not the end of the world. Saat itu kita masih belum mahir dalam seni cocok tanam. Sekarang, ... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 232 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-08-30 | Comments (0)

39. EXPERIENCE AND EXHAUST “PRAARABDHA”, THE FRUITS OF PAST ACTIONS
Alami dan habisilah “Praarabdha”, hasil dari perbuatanmu di masa lalu

Suka dan duka, panas dan dingin, ketenangan dan kegelisahan — apa saja yang tengah kita alami saat ini adalah karena tindakan kita di masa lalu. Inilah Praarabdha yang harus kita terima, kita alami, dan kita lewati.

Tidak perlu menyombongkan diri atas keberhasilan kita hari ini. Keberhasilan kita hari ini adalah kerja keras kita kemarin. Tidak perlu juga berkecil hati atas kegagalan yang menimpa diri kita hari ini, karena kita masih bisa berbuat baik untuk memastikan hasil yang lebih baik di masa depan.

Pengalaman suka dan duka, apapun yang sedang kita alami saat ini, sedang berlalu. Saat ini masih ada, sesaat kemudian sudah lewat. Apa yang kita gelisahkan dan khawatirkan ? Apapula yang kita banggakan dan sombongkan ?

... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 200 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-08-30 | Comments (0)

40. THEREAFTER, LIVE ABSORBED IN THE BHAV — “I AM BRAHMAN”!
Setelah itu, hiduplah dalam kesadaran “Akulah Dia”!

Thereafter, setelah itu ….. setelah apa ? Setelah mendalami, menghayati, dan mencontohi 39 kebiasaan orang yang tercerahkan …..

Setelah itu, hiduplah dalam Kesadaran Illahi ….. Sesungguhnya, setelah itu Kesadaran Illahi datang sendiri. Persoalannya bukanlah "setelah itu hidup” dalam Kesadaran Illahi, tetapi "mempertahankan” Kesadaran Illahi.

Brahman berarti Tuhan. Brahman juga berarti Ia yang berada di mana-mana, sebab itu Ia juga berada dalam dunia ini. Di dalam diri anda dan di dalam diri saya. Tuhan bagi Shankara dan peradaban yang diwakilinya tidak jauh dari manusia. Ia tidak perlu berada di atas langit, di lapisan langit keberapa dan memerintah dunia ini dari Ketinggian-Nya. Ia berada dalam dunia ini. Ia-lah Keberadaan ini. Ia pula Ketiadaan Abadi. Ia-lah Keramaia ... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 231 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-08-30 | Comments (0)

« 1 2 ... 14 15 16 17 18 ... 32 33 »