En vraagt men U: Hoevelen zijt gij? Antwoordt dan: Wij zijn een!

Delamennals,

“Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia” nanti pada hari tanggal 30 Agustus sampai tanggal 2 September akan berkongres di Surabaya. Dengan kongres yang pertama ini, maka kita pertama kali pula akan melihat berkumpulnya utusan-utusan partai-partai politik Indonesia yang berazas kebangsaan atau bersifat kebangsaan. Utusan-utusan dari Partai Nasional Indonesia, dari Partai Sarekat Islam, dari Pasundan, dari. Boedi Oetomo, dari Studieclub, dari Sarekat Sumatera, dari Sarekat Madura, dari Kaum Betawi, – dan utusan-utusan dari berpuluh-puluh lagi perkumpulan Indonesia yang belum masuk permufakatan tetapi sengaja diundang,- utusan-utusan itu akan berjabatan tangan satu sama lain. Surabaya akan menjadi saksi akan hari-hari yang besar. Sebab bukankah Kongres P.P.P.K.I. yang pertama ini boleh kita namakan suatu kejadian nasional yang maha-penting? Bukankah kongres ini boleh juga kita sebutkan permulaannya suatu masa-baru di dalam riwayatnya kita punya pergerakan nasional?

... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - I | Views: 196 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-07-23 | Comments (0)

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. (QS. Al-Balad [90]:10-17)

Sejatinya dunia ini dapat menjadi tempat dimana setiap orang dapat hidup makmur berkecukupan. Hanya saja di sepanjang sejarah peradaban manusia selalu saja kita mendapati banyaknya penduduk negeri-negeri yang hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Dan kita dapat pastikan bahwa letak permasalahan ini sepenuhnya ada pada kesalahan umat manusia itu sendiri. Bukan karena apa yang Allah sediakan untuk kehidupan umat manusia di bumi ini tidaklah mencukupi. Bahkan sebenarnya Allah sendiri telah memberi sebuah jaminan yang pasti akan melimpahkah berkah dari langit dan dari bumi jika penduduk negeri-negeri mau bertakwa kepada-Nya.

... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 196 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-07-23 | Comments (0)

“Saudara-saudara kaum revolusioner sejati, kita berjalan terus, ya kita berjalan terus, berjuang terus, kita tidak akan berhenti. Kita berjalan terus, berjalan terus, menuju terus pada sasaran-tujuan seperti diamanatkan oleh Proklamasi 17 Agustus 1945 beserta anak kandungnya yang bernama Deklarasi Kemerdekaan yang tertulis sebagai Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945.

Di dalam Resopim telah saya tandaskan dan gamblangkan cetusan tekad nasional kita itu, cetusan segala kekuatan nasional secara total, cetusan isi jiwa nasional sedalam-dalamnya. Pendek kata, dalam Resopim itu saya telah memberikan Darstellung daripada deepest innerself ... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 302 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-07-22 | Comments (0)

NASIONALIS INDONESIA – SOSIAL-DEMOKRAT

En Weest niet gegriefd dat ik de

waarheid zegge.

Socrates

Tulisan saudara Mohammad Hatta yang kita muat dalam nomor ini, dan yang mengeritik akan sikapnya sosialis-internasional II terhadap pada soal-jajahan, sebagaimana yang telah ditetapkan di dalam kongresnya di Brussel akhir-akhir ini, – tulisan itu adalah membangunkan kecewanya hati kaum sosialis di sini, terutama tuan (Stokvis). Di dalam “Indische Volk” No. 29, maka sebagai “Leitartikel” adalah termuat jawaban tuan Stokvis itu terhadap pada kritiknya saudara Mohammad Hatta tahadi. Ja­waban ini memang sedari mulanya kita ketahui datangnya. “Betul I.S.D.P. programnya dan kerjanya tidak dibawa-bawa, akan tetapi kita merasa diri begitu keras berhubungan dengan susunan internationale sociaal democratie, yang ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - I | Views: 158 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-07-22 | Comments (0)

Susunan Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia yang terdiri dari BHINEKA TUNGGL IKA – PANCASILA – UUD 1945 – NKRI, inilah rahasia hidup kita sebagai sebuah bangsa. Susunan tersebut adalah sebuah formula yang merubah paham kemerdekan kita menjadi kemerdekaan nyata. Formula inilah yang kemudian harus kita jadikan pegangan hidup kita dalam menyelenggarakan ‘nation building’ (pembangunan bangsa). Agar menjadi sebuah ‘nation building’ yang berorientasi kepada ‘nation character buil ... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 200 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-07-21 | Comments (0)

Bedenk dat het voor de eer van de natie is, dat India’s vrouwen dag na dag treden voor de poorten den doods, zodat het yolk van India geboren mag worden duizendmalen vrij!

Sarojini Naidu,

Pada penghabisan bulan Desember ini, maka kaum ibu Indonesia akan berkongres di Jogya.

Bahagialah kongres kaum ibu: Diadakan pada suatu waktu, di mana masih ada sahaja kaum bapak Indonesia yang mengira, bahwa perjoang­annya mengejar keselamatan nasional bisa juga lekas berhasil zonder sokongannya kaum ibu; diadakan pada suatu waktu juga, di mana masih belum banyak tertanam keyakinan, bahwa tiada keselamatan nasional bila tidak terpikul oleh keselamatan kaum bapak d a n kaum ibu, dan bahwa “keselamatan nasional” yang demikian itu ialah keselamatan nasional yang pincang;- diadakan pada waktu yang demikian itu, maka kita sangatlah gembira hati.

... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - I | Views: 166 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-07-21 | Comments (0)

Menyambut tulisan H. A. Salim.

Kaum pergerakan di Indonesia adalah berbesar hati, bahwa semangat persatuan Indonesia sudah masuk ke mana-mana.

Semangat itu sudah melengket di atas bibir tiap-tiap orang pergerakan Indonesia, mendalam ke hati tiap-tiap orang Indonesia yang berjoang membela keselamatan tanah-air dan bangsa. Ia mewahyui berdirinya Studie Club di Surabaya dan di Bandung. Ia menjadi kekuatan-penghidup yang menyerapi badan-persaudaraan pandu Indonesia, yakni P.A.P.I. Ia menjadi alas dan sendi yang teguh bagi gerak dan terjangnya P.N.I. Ia menjadi rokh dan penuntun bagi berdirinya dan geraknya P.P.P.K.I Ia, Semangat Persatuan Indonesia, ialah yang menyebabkan kini tiada lagi perselisihan antara fihak kanan dan fihak kiri, tiada lagi pertengkaran antara kaum “sabar” dan kaum “keras”, tiada lagi percerai-beraian antara kita dengan kita …

Dan di dalam Kerja-Persatuan ini, yang memang tiap-tiap putera Indonesia dan tiap-tiap pa ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - I | Views: 189 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-07-20 | Comments (0)

Monas harus melambangkan revolusi kita, mencerminkan kepribadian Indonesia, menggambarkan dinamik Indonesia, mencerminkan cita-cita Indonesia, melambangkan api yang berkobar di dalam dada kita, dan harus tahan 1000 tahun. Monas harus menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia: Jiwanya, hatinya, rohnya, kalbunya, harus menjulang tinggi ke langit laksana TUNAS sekarang ini. Bahkan sepuluh kali, seratus kali, seribu kali tingginya kita punya kehendak, kita punya cita-cita kita punya tekad untuk meneruskan revolusi ini.”  (Bung Karno)

Dari keterangan-keterangan sebelumnya, kita tahu bahwa apa yang dijelaskan oleh alinea ke 4 Deklarasi Kemerdekaan itu tentang penyelenggaraan Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia yang wujudkan melalui penyelenggaraan Negara Republik Indonesia dengan susunannya itu. Jadi, ada dua hal besar yang dibahas di dalam itu. ... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 426 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-07-20 | Comments (0)

Sukamiskin, 17 Mei 1931.

Saudaraku!

Barulah sekarang ada sepucuk surat dari Sukamiskin kepada Saudara. Lebih baik saya katakan daripada tidak sama sekali saya berkirim surat kepada Saudara, karena orang tangkapan seperti macamku ini hanyalah sekali dalam dua minggu boleh berkirim surat. Dua pekan yang lalu ada jugalah kesempatan bagiku untuk mengirimkan surat, tetapi kesempatan itu saya pakai untuk memberi kabar kepada isteriku, bahwa saya sudah dipindahkan ke Sukamiskin, dan dia boleh datang melihat dan berbicara dengan saya dua kali dalam sebulan, serta tidak boleh membawa apa-apa sebagai tanda-kasih atau “oleh-oleh” untukku. Berapakah lamanya, cuma sepuluh menit. Menerima surat bolehlah saya tiap-tiap hari; tentu sahaja diperiksa baik-baik.

Tidak berapa lamanya sesudah masuk ke dalam rumah kurungan, maka saya lalu bertukar pakaian dengan pakaian orang kurungan yang berwarna biru; rambutku dipotong hampir menjadi gundul, di milimeter dalam bahasa Be ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - I | Views: 173 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-07-19 | Comments (0)

Tulisan ini bermula dari rasa penasaran saya melihat gambar susunan kemerdekaan kebangsaan Indonesia dengan empat lingkaran yang tersusun itu nampak mirip dengan gong. Dan setelah saya melakukan pencarian di google, rupanya satu-satunya gong yang memiliki empat lingkaran seperti itu hanyalah ‘Gong Perdamaian Dunia’. Terlepas dari mungkin kemiripan ini hanya kebetulan saja, tapi yang pasti bahwa sejak awal lahirnya bangsa Indonesia ini, ia telah menjadi suatu bangsa yang mampu meyuarakan suara perdamaianan. Ia telahir membawa sebuah ajaran kemerdekaan. Ajaran kemerdekaan bangsa-bangsa. Dwi tunggal Proklamasi dan Deklarasi Kemerdekaan Indonesia itu dapatlah kita sebut sebagai sebuah dentuman suara gong perdamaian dunia yang dibunyikan oleh bangsa Indonesia.

Satu yang cukup mengejutkan, yang saya sendiri baru tahu ketika menuliskan ini, rupanya Gong Perdamian Dunia ya ... Read more »

Category: Islam dan Nasionalisme Indonesia | Views: 1126 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2016-07-19 | Comments (1)

« 1 2 ... 12 13 14 15 16 17 »