Home » 2017 » August » 4 » 9. Seek Companionship with Men of Wisdom
9:00 PM
9. Seek Companionship with Men of Wisdom

9. Seek Companionship with Men of Wisdom
Bersahabatlah dengan Para Bijak

Seperti ayat-ayat yang lain, ayat ini dimaksudkan bagi para Saadhaka, yaitu mereka yang "sedang menjalani” pelatihan rohani ; bukan bagi mereka yang merasa "sudah selesai menjalani”-nya ; bukan bagi mereka yang menganggap dirinya sudah cukup bijak, sehingga tidak lagi membutuhkan bantuan dari para bijak. Ayat-ayat ini dimaksudkan bagi mereka yang tidak angkuh, yang siap menundukkan kepala, dan mau belajar.

Kita akan menjadi orang seperti orang-orang yang biasa kita ajak bergaul. Karena ayat ini mudah dimengerti. Bergaullah degan para bijak, bersahabatlah dengan mereka supaya kita sendiri nanti juga bisa bijak.

Tapi, siapa saja yang patut disebut bijak ? Setiap orang yang emosinya tidak bergejolak ; setiap orang yang dapat berpikir dengan jernih dan tidak terbawa oleh amarah ; setiap orang yang bertindak sesuai dengan kesadarannya, bukan karena hasutan orang, bukan karena dipengaruhi orang. Selain itu, orang bijak adalah setiap orang yang dapat mendengarkan suara hatinya ; setiap orang yang dapat membedakan tindakan yang tepat dari yang tidak tepat.

Para bijak bukanlah para dewa penghuni surga. Mereka bukanlah para malaikat yang turun dari angkasa. Bajingan yang sadar akan kebajingannya, dan berusaha untuk membebaskan dirinya dari sifat rendahan itu adalah orang bijak. Para bijak adalah manusia biasa seperti diri kita, yang kemudian menjadi luar biasa karena keyakinan mereka pada manusia dan kemanusiaan.

Seorang bijak tidak berusaha untuk menjadi manusia luar biasa, dan itulah keluarbiasaan dia. Ia tidak perlu tampil sebagai dewa atau malaikat. Ia tidak perlu mengaku sebagai penerima wahyu. Ia percaya pada kebijakan serta Kehendak Allah yang telah menentukan dirinya sebagai manusia. Ia percaya pada kesempurnaan Allah. Ia percaya bahwa Kebijakan serta Kehendak-Nya pun sempurna. Tak ada yang perlu ditambahkan lagi. Ia lahir, hidup, dan mati sebagai manusia. Ia menerima Kehendak Allah sepenuhnya. Kemanusiaan di dalam dirinya itulah Kebijakan.

Bila bertemu seorang "biasa” seperti itu, ciumlah tangannya, karena dialah Sang Bijak yang kehadirannya kita butuhkan dalm hidup kita.

Seorang bijak adalah manusia biasa dengan segala kegagalan dan keberhasilannya, kelemahan dan kekuatannya, kekurangan dan kelebihannya. Ia tidak menutupi sesuatu apapun jua. Ia tidak berpura-pura. Ia tidak memasang topeng untuk tampil beda. Perkayalah dengan bersahabat dengannya.

Bersahabatlah dengan para bijak, karena hanya mereka yang dapat membangkitkan semangat untuk mengabdi dan berbakti. 

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 47 | Added by: GitaMerdeka | Tags: Pencerahan, Kesadaran, Spiritual | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar