Home » 2017 » August » 5 » 7. Seek the Self with consistent endeavour
3:02 PM
7. Seek the Self with consistent endeavour

7. Seek the Self with consistent endeavour
Temukan Diri-mu dengan upaya sungguh-sungguh

Inilah jihad sesungguhnya: Jihad untuk mempertemukan kita dengan diri sendiri. Inilah yang mendatangkan kebahagiaan, karena jihad yang satu ini mempertemukan kita dengan Sumber Segala Kebahagiaan di dalam diri kita; kebahagiaan yang tidak membutuhkan pemicu-pemicu dari luar; kebahagiaan kekal, abadi, sekekal diri kita, seabadi diri kita. Kebahagiaan itulah jati diri kita. Itulah sifat dasar kita.

Apa yang disebut jati diri sesungguhnya bukanlah jati diri-"mu” atau jati diri-"ku”—tetapi hanya jati diri. Titik. Jati diri adalah esensi kehidupan, inti sari kehidupan; titik awal dan titik akhir kehidupan. Dua, tapi satu, karena kehidupan melingkar… dan titik darimana ia berawal juga menjadi titik dimana ia berakhir untuk memulai kembali perjalanannya. Sebesar dan seluas apapun lingkaran hidup, ia berawal dan berakhir di titik yang sama. Ia bermula dari satu titik, dan berakhir di satu titik. Satu titik yang sama.

Kita memperoleh kesan bahwa jarak antara titik awal dan "sekaligus” titik akhir itu merupakan lingkaran kehidupan yang sangat luas, padahal "keluasan” itu hanya ilusi. Keluasan itu adalah ciptaan satu titik. Dalam "satu titik” itu pula kita semua bertemu.

Saya bertemu dengan anda; Anda bertemu dengan saya. Kita semua bertemu dengan semua. Kendati demikian, sesungguhnya pertemuan itu pun hanya sekedar ilusi, karena kita tidak prnah berpisah. Kita dipersatukan oleh titik awal sekaligus akhir itu. Titik yang sama mempersatukan kita dengan jagat raya.

Marilah bersungguh-sungguh dalam upaya kita untuk menemukan titik ini di dalam diri. Titik ini tidak ada di luar diri; ia berada di dalam diri kita; dalam sanubari kita, nurani kita, kesadaran serta pencerahan diri kita, sekaligus sumber segala keilahian dan kemuliaan di dalam kita.

Marilah bersungguh-sungguh, karena kita membutuhkan energi yang luar biasa untuk menemukan kembali apa yang sesungguhnya tidak pernah hilang itu. Kenapa demikian ? Kenapa justru di butuhkan energi yang luar biasa untuk menemukan sesuatu yang tidak pernah hilang? Karena "kehilangan” itu terjadi dalam pikiran kita. Kehilangan itu adalah ilusi pikiran kita. Untuk menemukan kembali apa yang "terasa” hilang itu, kita harus menaklukkan perasaan kita sendiri. Kita harus mengoreksi sendiri pikiran kita.

Dalam segala hal yang lain, panca indera membantu kita. Dalam penemuan jati diri, panca indramu justru harus di istirahatkan. Perjalanan yang satu ini harus ditempuh sendiri. Tidak ada bantuan dari luar. Yang ada hanyalah diri Anda, perjalanan Anda, pencarian Anda, dan penemuan Anda …. Anda, Anda, Anda, Anda … Itulah Diri Anda !

Berupayalah dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten. Jangan menyerah dalam perjalanan. Lanjutkan perjalanan Anda, pencarian Anda, perjuangan Anda … Anda pasti berhasil. Anda pasti menemukan apa yang Anda cari. Tidak ada pilihan lain, tidak ada opsi lain. Apa yang anda rasakan sebagai kegagalan hanyalah sebuah pengalaman saat Anda berhenti sebentar, saat Anda menghentikan pencarian Anda untuk sesaat. Anda tidak bisa gagal, karena Anda tidak bisa berhenti lama-lama. Roda Sang Kala berputar terus. Kehidupanpun berlanjut, dan Anda adalah bagian dari kehidupan itu … Anda tidak bisa berhenti. Pemberhentian Anda pun hanyalah sebuah ilusi.

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 24 | Added by: GitaMerdeka | Tags: Pencerahan, Kesadaran, Spiritual | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar