Home » 5 Steps to Awareness

Pendahuluan - Saadhanaa Panchakam
Lima langkah menuju Kesadaran Rohani

Guru, aku rajin berdoa,

Kuikuti pula semua akidah agama.

Katakan, apalagi yang harus kulakukan

Untuk memperoleh tempat yang layak di surga ?

Semuanya itu tidak cukup, sahabat.

Belum cukup bila kau ingin masuk surga.

Belum cukup, Guru ?

... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 79 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-08-05 | Comments (0)

1. Study the Vedas daily
Pelajarilah Veda setiap hari

Veda berarti "Pengetahuan”, pengetahuan yang senantiasa berkembang, pengetahuan yang maju dan memajukan; pengetahuan yang tidak kaku, tidak baku; pengetahuan yang tidak mengerdilkan jiwa. Hanya "pengetahuan” macam itu yang dapat dipelajari setiap hari; ditekuni dan didalami dari hari ke hari. Veda bukanlah dogma dan doktrin yang tidak dapat di ganggu gugat. Veda bukanlah dogma, bukan doktrin. Veda tidak memperbudak manusia. Veda tidak menjerat jiwa, tapi membebaskan jiwa manusia.

Mempelajari Veda berarti mempelajari diri, mempelajari potensi diri, kemampuan diri ; melakukan introspeksi dan evaluasi diri. Pengetahuan yang dimaksud bukanlah untuk pengetahuan mengenai hal-hal di luar diri, tetapi pengetahuan mengenai segala yang ada di dalam diri.

Berbeda dari pemahaman umum, Veda bukanlah sekedar kumpulan buku-buku yang di sucikan oleh kalangan tertentu. Veda adalah kesucian itu ... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 76 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-08-05 | Comments (0)

2. Perform diligently the duties (karma) ordained by them 
Laksanakan dengan baik apa saja yang dianjurkan olehnya

 

Berarti : Bertindaklah sesuai dengan pengetahuan sejati itu, sesuai dengan potensi diri, sesuai dengan kemampuan; dan jagalah kesucian setiap tindakan.

Ada dua hal yang sangat penting dalam ayat ini. Pertama, bertindaklah sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh Veda, oleh pengetahuan sejati yang berasal dari dalam diri anda jua. Dalam bahasa modern, dalam bahasa Stephen Covey misalnya, "Ikutilah Suara Hatimu”. Sebelumnya agama-agama sudah menganjurkan supaya Suara Nurani selalu diperhatikan. Bahkan diutamakan, karena itulah Suara Allah, Itulah Pesan Keberadaan bagi kita.

Ke dua, laksanakan dengan baik. Tidak cukup menjaga "kesucian” setiap tindakan. Tidak cukup pula memastikan "kebaikan” setiap tindakan. Setiap tindakan yang baik dan suci pun masih harus dilaksanakan dengan baik.

... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 81 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-08-05 | Comments (0)

3. Dedicate all those actions (karma) as worship unto the Lord
Jadikan setiap tindakan sebagai persembahan kepada Yang Maha Kuasa

Dengan cara "menjadikan setiap tindakan sebagai persembahan”. Inilah tolok ukur yang mesti dipakai.

Dari pagi hingga malam, sejak matahari terbit hingga matahari terbenam, sejak membuka mata hingga memejamkannya, menyangkut hal-hal sepele, hingga kegiatan-kegiatan besar dan penting, lakukan itu sebagai persembahan.
 
Bukalah mata bagi Kebesaran dan Keagungan Illahi. Berusahalah untuk melihat langit luas nan tak terbatas, tak berbingkai. Ia Yang Maha Luas jauh lebih luas daripada langit yang luas itu – Maha Besar Allah, Maha Suci Rabb!
 
Saat membuang air besar atau kecil, niatkan dalam hati ; "Kuil-Mu ini tengah kubersihkan bagi-Mu, ya Allah ! Berkenanlah untuk senantiasa bersemayam di dalamnya.”
 
Bersemangatlah saat menggosok gigi, saat cuci muka, saat mandi, saat membersihkan tubuh, karena sesaat lagi kita akan berjumpa dengan-Nya. Kita akan bertatap muka dengan-Nya di tengah masyarakat. Bu ... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 74 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-08-05 | Comments (0)

4. Renounce all desires in the mind 
Bebaskan pikiranmu dari segala macam keinginan

 

Bukan saja keinginan untuk mendapatkan kedudukan dan ketenaran di dunia, keinginan untuk; memperoleh kapling di surga pun masih keinginan; keinginan untuk mati syahid pun keinginan; keinginan untuk menemukan Tuhan pun keinginan. Sesungguhnya keinginan-keinginan kita itu justru memisahkan kita dari-Nya. Keinginan untuk menemukan Tuhan justru menghilangkan Tuhan dari hidup kita, karena kita tidak dapat menemukan sesuatu yang tidak hilang. Hilangnya Tuhan dari hidup kita betul-betul karena keinginan kita untuk menemukan-Nya. Ajaib!
 
Bagaimana kita dapat mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan, bagaimana sembah sujud kita dapat diterima oleh-Nya, bagaimana ibadah kita memperoleh makna, bila semua itu kita lakukan dengan keinginan untuk memperoleh imbalan!
 
Persembahan haruslah tanpa pamrih. Ibadah haruslah untuk memuliakan-Nya. Sujud semata-mata karena terpesona oleh kebesaran-Nya.
 
Kendati demikian, jangan menjadikan semua ini persoalan agama semata. Terjemahkan semuanya dalam keseharian hidup. Bekerja bukan untuk memperkaya diri, tetapi karena dunia ini adalah seb ... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 76 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-08-05 | Comments (0)

5. Wash away the hoards of sins in the bosom 
Bersihkan dirimu dari segala macam dosa

Dosa berarti kesalahan, kekhilafan. Tindakan berdosa adalah tindakan yang salah, sesuatu yang kita lakukan dalam kekhilafan. Dan, biasanya jiwa yang ragu dan khilaf adalah jiwa yang kehilangan arah, maka tindakannya sudah pasti salah. Kenapa? Karena, terlebih dahulu pikirannya sudah kacau. kemudian, kekacauan pikiran itulah yang menjelma menjadi tindakan yang salah, keliru, tidak pada tempatnya.

Dosa memang keslahan, tetapi bukan tidak dapat diperbaiki. Dosa memang kekhilafan, tetapi bukanlah sesuatu yang tidak dapat di ralat. Dunia ini ibarat pusat rehabilitasi. Saya tidak suka menyebutnya bui atau penjara, tapi pusat rehabilitasi di mana setiap jiwa sedang menjalani program pembersihan, pelurusan, atau apa saja sebutannya.

Keberadaan kita dalam dunia ini semata untuk menjalani program yang paling cocok bagi p ... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 57 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-08-05 | Comments (0)

6. Recognize that the pleasures of sense-objects (samsaar) are riddled with pain
Ketahuilah bahwa segala kenikmatan yang kau peroleh lewat inderamu diselimuti oleh duka

Inilah penyebab dosa. Inilah sebab kesalahan dan kekhilafan. Mempercayai kenikmatan yang kita peroleh lewat indera, dan menganggap kenikmatan itu menghasilkan suka adalah kesalahan atau kesalahpahaman kita.

Kenikmatan yang diperoleh lewat indera adalah hasil interaksi kita dengan hal-hal di luar diri, dengan pemicu-pemicu luaran. Tanpa pemicu itu, tidak ada kenikmatan. Panca indera sendiri tidak dapat menghasilkan sesuatu tanpa pemicu, atau intervensi dari pihak lain.

Karena itu, segala kenikmatan yang diperoleh lewat panca indra tidak mungkin bertahan lama. Sesaat ada, sesaat lagi tidak ada. Saat ini suka, sesaat kemudian duka; bahagia dan sengsara; tawa dan tangis. Demikianlah satu pengalaman menggantikan pengalaman yang lain. Inilah samsaara, pengulangan yang tak berkesudahan. Kata ‘sengsara’ dalam bahsa kita berasal dari samsaara, pengulangan yang menjenuhkan, membosankan, menyengsarakan. Alhasil; duka, duka dan hanya duka. Lambat laun pengalaman sukapun tak dapat membahagiakan, karena kita sadar bahwa ia ... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 57 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-08-05 | Comments (0)

7. Seek the Self with consistent endeavour
Temukan Diri-mu dengan upaya sungguh-sungguh

Inilah jihad sesungguhnya: Jihad untuk mempertemukan kita dengan diri sendiri. Inilah yang mendatangkan kebahagiaan, karena jihad yang satu ini mempertemukan kita dengan Sumber Segala Kebahagiaan di dalam diri kita; kebahagiaan yang tidak membutuhkan pemicu-pemicu dari luar; kebahagiaan kekal, abadi, sekekal diri kita, seabadi diri kita. Kebahagiaan itulah jati diri kita. Itulah sifat dasar kita.

Apa yang disebut jati diri sesungguhnya bukanlah jati diri-"mu” atau jati diri-"ku”—tetapi hanya jati diri. Titik. Jati diri adalah esensi kehidupan, inti sari kehidupan; titik awal dan titik akhir kehidupan. Dua, tapi satu, karena kehidupan melingkar… dan titik darimana ia berawal juga menjadi titik dimana ia berakhir untuk memulai kembali perjalanannya. Sebesar dan seluas apapun lingkaran hidup, ia berawal dan berakhir di titik yang sama. Ia bermula dari satu titik, dan berakhir di satu titik. Satu titik yang sama.

Kita memperoleh kesan bahwa jarak antara titik awal dan "sekaligus” titik akhir itu merupakan lingkaran kehidupan yang sangat luas, padahal "ke ... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 45 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-08-05 | Comments (0)

8. Escape from the bondage of "home”
Janganlah diperbudak oleh keterikatanmu

Ayat ini tidak dimaksudkan bagi para pengecut. Mereka yang tidak bernyali dan tidak berani menghadapi tantangan hidup menggunakan ayat ini untuk membenarkan pelarian mereka dari tantangan dan tanggung jawab. Ayat ini ditujukan kepada para pemberani. Kepada mereka yang berani menghadapi segala tantangan hidup.

Pesan Sang Acharya, Sang Guru Besar yang mengajar dari pengalaman sendiri amat jelas: Bebaskan dirimu dari keterikatan: Janganlah kamu diperbudak oleh keterikatanmu, karena keterikatan dalam bentuk apapun sudah pasti berakhir dengan duka.

Yang dimaksud adalah keterikatan pada pengalaman tertentu ; keterikatan pada benda-benda tertentu; keterikatan pada orang-orang tertentu.

Ada yang pernah bertanya; "Bagaimana dengan keterikatan kepada Tuhan? Apakah itu pun harus dilepaskan?” Pertanyaan seperti ini tidak relevan, dan inipun hanya permainan ilusi. Tidak ada urusan ikat mengikat antara bulan dan rembulan, antara kelembuatan dan air, antara panas dan api, antara gerakan dan angin. Keberadaan manusia semata karena Yang Maha Ada, karena Sang Keberadaan.

Hubungan m ... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 48 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-08-05 | Comments (0)

9. Seek Companionship with Men of Wisdom
Bersahabatlah dengan Para Bijak

Seperti ayat-ayat yang lain, ayat ini dimaksudkan bagi para Saadhaka, yaitu mereka yang "sedang menjalani” pelatihan rohani ; bukan bagi mereka yang merasa "sudah selesai menjalani”-nya ; bukan bagi mereka yang menganggap dirinya sudah cukup bijak, sehingga tidak lagi membutuhkan bantuan dari para bijak. Ayat-ayat ini dimaksudkan bagi mereka yang tidak angkuh, yang siap menundukkan kepala, dan mau belajar.

Kita akan menjadi orang seperti orang-orang yang biasa kita ajak bergaul. Karena ayat ini mudah dimengerti. Bergaullah degan para bijak, bersahabatlah dengan mereka supaya kita sendiri nanti juga bisa bijak.

Tapi, siapa saja yang patut disebut bijak ? Setiap orang yang emosinya tidak bergejolak ; setiap orang yang dapat berpikir dengan jernih dan tidak terbawa oleh amarah ; setiap orang yang bertindak sesuai dengan kesadarannya, bukan karena hasutan orang, bukan karena dipengaruhi orang. Selain itu, orang bijak adalah setiap orang yang dapat mendengarkan suara hatinya ; set ... Read more »

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 47 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-08-04 | Comments (0)

1 2 3 4 5 »