Home » 2017 » August » 5 » 3. Dedicate all those actions (karma) as worship unto the Lord
3:09 PM
3. Dedicate all those actions (karma) as worship unto the Lord

3. Dedicate all those actions (karma) as worship unto the Lord
Jadikan setiap tindakan sebagai persembahan kepada Yang Maha Kuasa

Dengan cara "menjadikan setiap tindakan sebagai persembahan”. Inilah tolok ukur yang mesti dipakai.

Dari pagi hingga malam, sejak matahari terbit hingga matahari terbenam, sejak membuka mata hingga memejamkannya, menyangkut hal-hal sepele, hingga kegiatan-kegiatan besar dan penting, lakukan itu sebagai persembahan.
 
Bukalah mata bagi Kebesaran dan Keagungan Illahi. Berusahalah untuk melihat langit luas nan tak terbatas, tak berbingkai. Ia Yang Maha Luas jauh lebih luas daripada langit yang luas itu – Maha Besar Allah, Maha Suci Rabb!
 
Saat membuang air besar atau kecil, niatkan dalam hati ; "Kuil-Mu ini tengah kubersihkan bagi-Mu, ya Allah ! Berkenanlah untuk senantiasa bersemayam di dalamnya.”
 
Bersemangatlah saat menggosok gigi, saat cuci muka, saat mandi, saat membersihkan tubuh, karena sesaat lagi kita akan berjumpa dengan-Nya. Kita akan bertatap muka dengan-Nya di tengah masyarakat. Bukankah wajah=Nya ada di mana-mana? Di Barat, di Timur, di Utara, di Selatan.
 
Bukan saja makanan dan minuman, tetapi bacaan, pikiran, perasaan … persembahkan semuanya kepada Dia … namun, sebelumnya bertanyalah kepada diri anda sendiri, "Patutkah kupersembahkan semua itu kepada-Nya?”
 
Bila kita belum memiliki kasih, janganlah berpura-pura … Persembahkan apa yang anda miliki, termasuk segala kebencian yang selama ini bersarang di dalam hati dan kalbu anda, lalu dengan jujur berucap, "Ya Allah, hanyalah ini yang ku miliki. Tak ada sesuatu lain yang berharga … Tak sesuatu apapun lagi yang kumiliki … berkenanlah untuk  menerima apa yang ku miliki ini.” Dan, anda pun akan kaget sendiri bahwa dalam kejujuran itu kebencian anda seketika berubah menjadi cinta.
 
Mari kita jadikan setiap tindakan sebagai persembahan kepada Yang Maha Kuasa, tanpa mencari pembenaran terhadap kejahatan yang kita lakukan atas nama agama dan pemahaman kita yang sempit tentang keagamaan. Aksi bom bunuh diri bukanlah persembahan kepada Yang Maha Kuasa. Para pembom melakukan demi surga, demi mati syahid, demi para provokator yang meracuni otak mereka. Aksi-aksi jahanam seperti itu dari awal sudah tidak merupakan persembahan. Niat di balik aksi itu sudah menghianati kepercayaan-Nya terhadap kita sebagai Khalifah, sebagai pemegang amanah, sebagai wali bagi dunia ini.
 
Ia menginginkan kita berlaku sebagai pemelihara, pelestari, penjaga, tetapi kita malah menjadi perusak. Ia menginginkan supaya kita membawa berkah, tetapi kita malah menyebabkan bencana. Seorang penjahat berdarah dingin membunuh banyak orang atas nama agama dan Tuhan, tanpa mengetahui arti agama, tanpa menyelami keagungan serta kebesaran Tuhan. Apa yang dia ketahui tentang agama dan tentang Tuhan? Ia bertindak "karena” sesuatu … dan "karena” itulah yang membuat jiwanya tidak kembali ke asal. Berasal dari Allah, ia kembali ke dunia, tidak kembali ke Allah. Berasal dari Ketinggian Tak Terhingga, ia merata dengan tanah, malah menjadi makanan cacing-cacing di bawah tanah. Jiwanya gentayangan ke mana-mana, hingga ia tersadarkan bahwa hanya pertobatan yang dapat membebaskannya.

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 73 | Added by: GitaMerdeka | Tags: Pencerahan, Kesadaran, Spiritual | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar