Home » 2016 » October » 5 » 34. QUIETEN YOUR MIND IN THE SUPREME LORD
5:37 PM
34. QUIETEN YOUR MIND IN THE SUPREME LORD

34. QUIETEN YOUR MIND IN THE SUPREME LORD
Tenangkan pikiranmu dalam Kesadaran Illahi

Tenangkan pikiranmu dalam Tuhan yang Maha Tinggi, dalam Allah. Yang dimaksud adalah "dalam Kesadaran-Nya, Kesadaran Illahi!” Tanpa itu, ketenangan tidak mungkin. Tanpa kesadaran, ketenangan tidak akan "terjadi”.

Kesadaran adalah Kesadaran Illahi. Tidak ada kesadaran di luar Kesadaran Illahi.

Seorang penjahat yang sadar "berhenti” menjadi penjahat. Ia tidak bisa berbuat jahat, karena "kejahatan bukanlah sesuatu yang alami”. Untuk berbuat jahat, dia harus berpikir. Kejahatan adalah produk pikiran, sebagaimana kebajikan pun produk pikiran.

Bila kita harus berpikir untuk berbuat baik, suatu waktu kita pun pasti berpikir untuk berbuat jahat. Kemudian, kita akan terombang-ambing antara kedua tepi itu. Hari ini baik, besok jahat, kemudian baik lagi, dan kemudian jahat lagi. Keadaan ini pula yang menyebabkan kegelisahan. Kita menjadi gelisah, tidak tenang.

Bagaimana menenangkan pikiran ? Dengan menghanyutkan pikiran kita dalam Kesadaran Illahi.

Bagaimana menghanyutkan pikiran ? Dengan meniti ke dalam diri, karena Kesadaran Illahi tidak berada di luar diri; tidak bsa diperoleh dari kuil, pura, masjid, gereja, dan lain sebagainya. Bangunan-bangunan itu sekedar cermin untuk mengingatkan kita akan keadaan diri kita yang sebenarnya: hening, kosong, plong, namun tidak hampa, tidak sepi. Dalam keheningan itulah terjadi Pertemuan Agung. Kitapun akan merayakan pertemuan itu bersama Krishna yang ceria, Isa yang suka bercanda, dan para Buddha yang cerah !

Kerutan di dahi kita dalah pertanda pikiran. Keceriaan pada wajah kita adalah pertanda kesadaran. Keduanya tidak bisa eksis bersama. Berceria-lah setiap saat, maka kerutan di dahi akan lenyap dengan sendiri. Atau lenyapkan kerutan itu, dan keceriaanpun akan datang sendiri, terjadi sendiri.

Penggalan ayat ke lima yang satu ini dan penggalan sebelumnya saling terkait. Yang satu tidak dapat dipisahkan dari yang lain. Shankara sedang berusaha untuk menjelaskan kebiasaan-kebiasaan mereka yang sudah tercerahkan dengan sejelas-jelasnya. Mereka ceria, mereka tenang.

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 167 | Added by: nasionalisme[dot]id | Tags: Pencerahan, Kesadaran | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar