Home » 2016 » November » 14 » 26. DAILY TAKE THE MEDICINE OF BHIKSA-FOOD
6:07 PM
26. DAILY TAKE THE MEDICINE OF BHIKSA-FOOD

26. DAILY TAKE THE MEDICINE OF BHIKSA-FOOD
Makanlah setiap hari apa yang kau peroleh dengan mudah, dan anggaplah makanan sebagai obat

Anggaplah makanan yang anda makan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit lapar. Tidak lebih, tidak kurang dari itu.

Makin banyak jumlah restoran yang kita temukan di setiap tikungan jalan dan food-courts di mall membuktikan bahwa masyarakat kita sangat sakit. Dari hari ke hari ia bertambah sakit. Celakanya, ia juga tidak mempercayai ramuan rumah dan lebih suka ke apotik, ke farmasi, ke dokter-dokter di luar — maksudnya ke restoran-restoran itu.

Tubuh membutuhka makanan untuk dijadikannya energi, guna memenuhi berbagai kebutuhan, antara lain untuk menggerakkannya. Jensi makanan yang kita makan menentukan kualitas energi itu dan kinerja tubuh sangat tergantung pada kualitas energi.

Makanlah sesuatu yang diperoleh dengan mudah. Bila kita berada di Indonesia dan mencari apel dari Amerika, itu bukanlah sesuatu yang "mudah”. Kemudahan import adalah sesuatu yang dibuat-buat, diciptakan sendiri oleh manusia. Itu bukanlah kemudahan alami.

Yang dimaksud di sini adalah "kemudahan alami”. Sesuatu yang kita peroleh dengan mudah dari alam Indonesia menjadi obat bagi penyakit lapar kita, orang Indonesia. Itulah kemudahan alami yang dimaksud.

Biasakanlah makan sesuai dengan "kebiasaan asal” Indonesia. Banyak pohon kelapa di sini, maka gunakanlah santan untuk memasak. Tidak perlu menggunakan minyak goreng atau mentega import. Banyak sayuran segar di sini, untuk apa membeli makanan kaleng ?

Bagi seorang petapa, bhiksha adalah makanan apa saja yang diperolehnya dari salah satu dari lima rumah yang dikunjunginya setiap hari. Bila ia tidak memperoleh sesuatu dari kelima rumah yang dikunjunginya, hari itu ia berpuasa. Ia tidak mengeluh. Ia tidak mengutuk mereka. Ia berterima kasih dan bersyukur atas kesempatan berpuasa yang diperolehnya. Baginya, berpuasa merupakan sesuatu yang indah. Sesuatu yang tidak dibuat-buat. Bginya, puasa adalah Pemberian Keberadaan — Keputusan dan Kebijakan Keberadaan untuknya.

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 193 | Added by: nasionalisme[dot]id | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar