Home » 2016 » November » 14 » 25. IN HUNGER DISEAES GET TREATED
6:08 PM
25. IN HUNGER DISEAES GET TREATED

25. IN HUNGER DISEAES GET TREATED
Dalam keadaan lapar kau tersembuhkan dari berbagai macam penyakit

Karena itu "puasa dianjurkan. Hampir semua agama dan semua tradisi menganjurkannya. Sayangnya, kadang maksudnya tak dipahami dengan baik. Bila masyarakat masih belum bisa memahami kebenaran di balik puasa, puasa pun dikaitkan dengan pahala dan kewajiban.

Puasa memang penting. Puasa adalah satu-satunya cara untuk mengistirahatkan mekanisme tubuh kita. Khususnya mekanisme atau sistem pencernaan.

Mekanisme yang satu ini berjalan terus tanpa henti. Mulut mengunyah hanyalah proses awal dari pencernaan yang terlihat jelas oleh mata. Di balik itu masih ada serangkaian proses lain yang tidak terlihat oleh mata dan memakan waktu lebih lama.

Saat tidur pulas tanpa mimpi, kita terbebaskan dari pikiran. Demikian pula saat meditasi. Pada saat itupun, proses pencernaan tidak pernah berhenti. Terdeteksi atau tidak, ia berjalan terus. Saat tidur pulas dan dalam keadaan meditasipun, ia berjalan terus.

Badan butuh istirahat, dan itu antara lain bisa dipenuhi dengan puasa. Kendatidemikian, puasa bukanlah kebutuhan badan saja. Energi yang dibutuhkan oleh badan dan diperolehnya lewat makanan dan minuman digunakan pula oleh otak untuk berpikir, dan oleh jiwa untuk merasakan sesuatu. Karena itu, saat badan puasa, pikiran dan perasaanpun ikut berpuasa.

Puasa bukanlah perpindahan jam makan karena kewajiban, ketidakberdayaan atau peraturan. Puasa paksaan semacam itu tidak pernah mengistirahatkan pikiran dan perasaan. Keduanya malah tambah aktif dan bergejolak karena tidak memahami apa yang sedang dikerjakan oleh badan. Tidak heran bila dalam keadaan seperti itu yang terbayang sepanjang hari justru makanan dan minuman. Kemudian, badanpun tidak mmperoleh manfaat semestinya. Saat berbuka puasa, ia cenderung makan berlebihan. Ia menjadi liar.

Berpuasalah dengan penuh kesadaran. Dengan penuh kesadaran akan manfaatnya bagi tubuh, bagi pikiran, bagi perasaan. Bagi keseluruhan pribadimu. Puasamu tidak membantu siapa-siapa kecuali dirimu.

Saat berpuasa, tubuh memperoleh kesempatan untuk melakukan pembersihan dalam rumah. Ia mengeluarkan racun-racun yang tersimpan dalam rumahnya. Saat itu ia tidak terbebani oleh pekerjaan pencernaan, maka keseluruhan energinya dipusatkan untuk pembersihan.

Demikianlah tentang puasa dan kaitannya dengan makanan dan minuman, namun puasa tidak hanya terkait dengan makanan dan minuman. Makan dan minum merupakan pekerjaan salah satu indra manusia. Masih ada empat indra lain yang "suka” makan dan minum dan membutuhkan puasa juga.

Manusia mendengar dengan sepasang telinga; mencium dengan hidung; dan merasakan dengan kulitnya. Bagi telinga, ap yang terdengar itulah makanan dan minuman. Bagi mata, apa yang dilihat, itulah makanan dan minuman. Bagi hidung, apa yang tercium itulah makanan dan minuman. Dan bagi kulit, apa yang dirasakannya itulah makanan dan minuman.

Setiap indra yang melakukan kegiatan makan dan minum juga membutuhkan puasa. Setiap indra membutuhkan istirahat. Mereka membutuhkan waktu untuk mencerna dengan baik apa yang telah diterimanya.

Seorang pembicara yang baik adalah seorang pendengar yang baik, karena saat mendengar sesungguhnya ia sedang "puasa bicara”. Saat itu, ia sedang mencerna apa yang terdengar olehnya. Dan, seorang pendengar yang baik adalah seorang pembicara yang baik, karena ia telah mencerna dengan baik apa yang didengarkannya. Ia memiliki energi yang cukup untuk menyuarakan isi hatinya.

Pengendalian hawa nafsu, pengendalian diri, itupun puasa. Melihat orang makan, minum dan melakukan hubungan intim, bila saya tergoda dan puasa saya batal, saya tidak bisa menyalahkan siapa-siapa kecuali diri saya sendiri. Adalah kelemahan diri saya, kepincangan iman saya yang telah membatalkan puasa saya. Tidak perlu membuat peraturan dan memaksakannya terhadap mereka yang belum sadar akan makna puasa. Peraturan-peraturan yang kita buat dan kita paksakan hanya membuktikan kebodohan kita. Kita pun sesungguhnya belum tahu makna puasa.

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 154 | Added by: nasionalisme[dot]id | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar