Home » 2016 » November » 29 » 15. WORSHIP "OM” THE IMMUTABLE
3:24 PM
15. WORSHIP "OM” THE IMMUTABLE

15. WORSHIP "OM” THE IMMUTABLE
Bersembahlah kepada OM yang Kekal Abadi 

Berlindunglah pada seorang Guru Sejati dan melayaninya siang malam, supaya kita makin dekat dengan Zat Yang Maha Agung "Itu” !

Bersembahlah kepada OM yang Kekal Abadi, yang Tak Pernah Mutasi ; Tak Pernah Berakhir, karena Tak Berawal pula. Ia adalah Sanaatana, selalu "Ada”, di mana-mana "Ada”.

Anda boleh menyebutnya YHV, That I Am – Esensi Diri. Atau, Brahman Yang Maha Misterius, Tak Pernah Terungkap Misteri Nya. Atau, Allah Yang Tak Terwujud, namun Wajah Nya tampak jelas di barat dan di timur, di mana-mana. Buddha, Tao – apa saja sebutan anda tidak menjadi soal.

OM adalah sebuah kata generik, sebuah formula, rumusan ….. seperti H2O. Anda boleh menyebutnya air, water – apa saja tidak menjadi soal. Perbedaan nama tidak mengubah Zat-Nya. Bahkan OM sebenarnya bukan sebuah kata, tetapi sebuah "Suara” ; Suara Abadi, Getaran-getaran Illahi yang mengelilingi semesta dan menyelimutinya.

OM berada di luar dan di dalam diri kita, namun "aku” yang kecil ini, aku anand krishna, hanya bisa berada di dalam Nya.

Saat kita sadar akan keberadaan kita di dalam Nya, kita menyatu dengan Nya. Saat itu kita adalah OM ….. Kita dapat memahami hal ini ; Kita dapat menyatu dengan-Nya, namun kita tak mampu menjelaskan apa yang terjadi "saat” itu.

Saat itu "waktu” terlampaui, kata Isa, Sang Masiha. "Waktu” itu terjadilah Mi’raj bagi Nabi Muhammad. "Waktu” itu Siddharta berubah menjadi Buddha, dan Lao Tze menemukan Tao.

Kita berawal dan berakhir, namun Ia yang mengelilingi kita, OM, tidak berawal dan tiada berakhir. Kita lahir dan oleh karenanya pasti mati. Ia tidak pernah lahir, dan tidak pernah mati. Bagaimana kita mengetahui-Nya ? Darimana kita tahu bahwa Ia Tak Berawal dan Tak Berakhir ? Dari pengalaman kita sendiri. Ketika kita menyadari keberadaan diri kita di dalam-Nya, segala sesuatu yang membatasi kita runtuh. Kita merasakan Ketakterbatasan-Nya.

Namun, apakah OM itu segalanya ? Tak ada apa-apa lagi di atasnya ? Para Resi menjawab, "Entah !”. Dan, mereka jujur. OM pun berlapis-lapis. Lapis teratas yang mana, dan terbawah yang mana — entah ! Berapa banyak lapisnya, entah ! Berlapis-lapis, namun Ia Tak Terbagi. Bagaimana menjelaskan hal ini, entah !

Barangkali OM pun hanyalah Penunjuk. Barangkali, Ia pun hanya menunjuk kepada Hyang ….., entah !

Kata orang, "Ini ajaran yang tidak pasti.”

Dan ketidak pastian itu yang membuatnya sangat ilmiah, karena penemuan-penemuan ilmiah berangkat dari ketakpastian. Ketakpastian itu yang memberikan energi kepada para ilmuwan untuk mencari terus. Ketakpastian itu yang menjadi pemicu bagi perkembangan dan kemajuan di segala bidang.

Evolusi batinpun tergantung pada ketakpastian, karena "kepastian” justru menghentikan evolusi. Bila manusia sudah "pasti” tidak luput dari dosa, kemudian untuk apa berperilaku baik segala ? Ia tetap makhluk berdosa. Kepastian tidak memberi peluang kepada kita untuk berubah, untuk berkembang.

Sesungguhnya, "kepastian” hanyalah sebuah kata. Sesungguhnya kepastian tidak ada, tidak eksis. "Kematian” pun tidak dapat dijelaskan secara pasti. Karena, kematian bukanlah sebuah titik. Kematian adalah sebuah proses. Dalam proses itu terjadi "perubahan”. Tidak ada yang berakhir.

Ilmu bukanlah sesuatu yang pasti. Bahkan yang disebut ilmu pastipun tidak pasti. Ilmu berkembang terus. Dan perkembangannya tidak pasti. Berkembang ke arah mana — entah, tidak pasti ! Dan, ketidakpastian itu yang membuat ilmu menarik. Ketidakpastian ituyang memicu para ilmuwan untuk meneliti terus, untuk berkembang terus. Perkembangan hanya mungkin dalam alam ketakpastian.

Bersembahlah kepada OM Yang Kekal Abadi. Dan, berkembanglah bersamaNya dalam kekekalan-Nya, dalam Keabadian-Nya.

Category: 5 Steps to Awareness | Views: 197 | Added by: nasionalisme[dot]id | Tags: Pencerahan, Spiritualisme, Kesadaran | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
avatar