AMANAT PRESIDEN SOEKARNO PADA ULANG TAHUN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA, 17 AGUSTUS 1953 DI JAKARTA

Saudara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat!
Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya!
Seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai ke Merauke!


Terlebih dahulu saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas pidato saudara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, yang tadi saya dengarkan dengan penuh minat. Pidato saudara Ketua itu berisi banyak sekali petunjuk-petunjuk dan anjuran-anjuran yang amat berharga bagi kita dalam menempuh masa yang mengandung banyak kesukaran ini. Dengan itu, ia memberi keyakinan kepada kita, bahwa betapapun besarnya kesukaran-kesukaran yang kita hadapi itu, Insya Allah kita akan dapat mengatasinya di masa yang akan datang. Keyakinan yang demikian itu pantas kita hidupkan dalam kalbu kita, pada hari bersejarah seperti sekarang ini.

... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - II | Views: 21 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-12-16 | Comments (0)

1. "Lahirnya Pancasila", Pidato Bung Karno tanggal 1 Juni 1945.

2. Udang-undang Dasar 1945 beserta penjelasannya.

3. Manifisto Politik, beserta perinciannya dari DPA.

4. Pidato Presiden tanggal 17 Agustus 1960, yang terkenal dengan nama "Jarek", beserta perinciannya dari DPA.

5. Pidato Bung Karno di muka Sidang Umum PBB tanggal 30 September 1960, beserta perinciannya dari DPA.

6. Penjelasan Manipol dan Usdek, rangkaian pidato-pidato radio, Ketua Panitia Pembina Jiwa Revolusi, H. Roeslan Abdulgani.

7. Amanat Pembangunan Presiden pada Sidang Depernas tanggal 28 Agustus 1959, beserta Buku Ringkasan Pembangun ... Read more »

Category: Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi | Views: 52 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-12-16 | Comments (0)

<<<sebelumnya..... Karena itu maka tiap-tiap operasi pembasmian kekacauan harus direncanakan atas segala perhitungan, disiapkan matang-matang lebih dulu, dilaksanakan dengan tegas dan dalam hubungan arti seperti yang kukemukakan tadi. Bukan semata-mata berperang dengan gerombolan-gerombolan pengacau saja, bukan semata-mata mempergunakan bedil dan meriam membasmi kepada gerombolan-gerombolan pengacau itu, bedil dan meriam itu sekarang memang ternyata perlu dipergunakan -, tetapi juga memperhatikan segala sesuatu yang perlu berhubung dengan “nabehandelingnya” keadaan: penerangan yang luas, perbaikan ekonomi, pertolongan sosial, pemulihan perhubungan, controle polisionil yang keras tapi adil dan bijaksana, – pendek kata – Kawibawan Gezag, sekali lagi Kawibawan Gezag.

Sekianlah saudara-saudara, kata-kata yang mengenai pemulihan keamanan. Marilah saya sekarang membicarakan lain-lain hal lagi. Sebagai kukatakan pada tanggal 17 Augustus tahun yang lalu, belum pernah kita men ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - II | Views: 20 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-12-16 | Comments (0)

Paduka Tuan Ketua yang mulia! 

Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapatpendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka Tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya. Saya akan menepati permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini. 

Maaf, beribu maaf! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenamya bukan permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh paduka Tuan Ketua yang mulia ialah, dalam bahasa Belanda: "Philoso- fische grondslag" dari pada Indonesia Merdeka. Philosofische grondslag itulah pond ... Read more »

Category: Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi | Views: 24 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-12-16 | Comments (0)

<<<sebelumnya...... Pendek kata, bangsa Indonesia, Natie Indonesia, bukanlah sekedar satu golongan orang yang hidup dengan "le desir d'etre ensemble" di atas daerah yang kecil seperti Minangkabau, atau Madura, atau Yogya, atau Sunda, atau Bugis, tetapi bangsa Indonesia ialah seluruh manusia-manusianya yang, menurut geopolitik yang telah ditentukan oleh Allah s.w.t, tinggal dikesatuannya semua pulau-pulau Indonesia dari Ujung Utara Sumatera sampai ke Irian! Seluruhnya! karena antara manusia 70.000.000, ini sudah ada "le desir d'etre ensemble", sudah jadi "Charaktergemeinschaft"! Natie Indonesia, bangsa Indonesia, umat Indonesia jumlah orangnya adalah 70.000.000, tetapi 70.000.000, yang telah menjadi satu, satu, sekali lagi satu! 

(Tepuk tangan hebat). 

... Read more »

Category: Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi | Views: 34 | Added by: GitaMerdeka | Date: 2017-12-16 | Comments (0)

AMANAT PRESIDEN SUKARNO PADA ULANG TAHUN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA, 17 AGUSTUS 1959 DI JAKARTA

Saudara-saudara sekalian!
Hari ini adalah “Hari 17 Agustus”. 17 Agustus 1959. 17 Agustus, – tepat empatbelas tahun sesudah kita mengadakan Proklamasi.

Saya berdiri di hadapan saudara-saudara, dan berbicara kepada saudara-saudara di seluruh Tanah-Air, bahkan juga kepada saudara-saudara bangsa Indonesia yang berada di luar Tanah-Air, untuk bersama-sama dengan saudara-saudara memper-ingati, merayakan, mengagung-kan, mencamkan Proklamasi kita yang keramat itu.

... Read more »

Category: Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi | Views: 27 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-11-24 | Comments (0)

<<sebelumnya.....  Keenam. Kepercayaan pada kemampuan dan keuletan bangsa sendiri, yang sudah dibuktikan di zaman yang lampau, juga jika dibandingkan dengan revolusi-revolusi bangsa lain yang sedang berjalan sekarang, ya, juga jika dibandingkan dengan revolusi-revolusi di negeri-negeri luaran yang sekarang sudah selesai.

Ketujuh. Kekayaan alam, kekayaan di atas bumi dan kekayaan di dalam bumi, yang sungguh saya tidak omong-kosong tak ada bandingan-nya di seluruh dunia ini, tak ada tandingannya di delapan penjuru angin.

Maka Tujuh hal inilah, – dan dapat ditambah dengan beberapa hal lagi -, menjadi modal kita untuk melanjutkan perjoangan, menjadi kereta kita untuk melanjutkan perjalanan.

Tidakkah modal-modal ini m ... Read more »

Category: Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi | Views: 28 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-11-24 | Comments (0)

<<sebelumnya......  Apa yang kita namakan Pemerintah yang stabil? Pemerintah yang stabil menurut faham kita ialah Pemerintah yang berwibawa, yang dapat bekerja tenang-teguh bertahun-tahun, tanpa setiap hari Rebo Wage atau setiap hari Sabtu Paing dijatuhkan oleh oposisi, Pemerintah yang dapat bekerja tenang-teguh, tidak untuk menjamin kepentingan modal asing, tetapi untuk menjamin sandang-pangan bagi Rakyat!

Ya, biar kaum imperialis gègèr! Kita berjalan terus! Biar anjing menggonggong, kafilah kita tetap berlalu!

Kita tetap melanjutkan pelaksanaan Demokrasi Terpimpin sebagai “tool” untuk memberi pimpinan dalam tingkatan Revolusi kita sekarang ini, agar supaya Revolusi kita itu nanti dengan lancar dapat memasuki fasenya sosial-ekonomis, yaitu pembinaan masyarakat yang adil dan makmur. Kita tetap menjalankan retooling di segala ... Read more »

Category: Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi | Views: 28 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-11-24 | Comments (0)

PENETAPAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1960 TENTANG GARIS-GARIS BESAR DARI PADA HALUAN NEGARA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang:

1. bahwa Amanat Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang pada tanggal 17 Agustus 1959 yang berkepala "Penemuan Kembali Revolusi Kita" dan yang terkenal sebagai Manifesto Politik RepublikIndonesia 17 Agustus 1959, sesungguhnya adalah satu dengan Dekrit Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang tanggal 5 Juli 1959;

2. bahwa Manifes ... Read more »

Category: Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi | Views: 52 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-11-24 | Comments (0)

PENJELASAN ATAS PENETAPAN PRESIDEN NO. 1 TAHUN 1960 TENTANG GARIS-GARIS BESAR DARIPADA HALUAN NEGARA

Pasal 3 Undang-undang Dasar menentukan bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat membentuk Undang-undang Dasar dan menetapkan garis-garis besar daripada haluan Negara.

Majelis Permusyawaratan Rakyat sekarang belum ada ; sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat menetapkan garis-garis besar haluan Negara, maka untuk melancarkan kelanjutan Revolusi kita dalam keinsyafan demokrasi terpimpin dan ekonomi terpimpin, arah tujuan dan pedoman yang tertentu dan jelas sangat diperlukan.

Arah tujuan dan pedoman yang jelas dan menyeluruh itu terdapat pada Amanat Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang pada tanggal 17 Agustus 1959 yang berkepala ''Penemuan Kembali Revolusi Kita'', dan yang berisi pengupasan dan penjelasan persoalan-persoalan beserta usaha-usaha pokok daripada Revolusi kita yang menyeluruh.

Category: Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi | Views: 30 | Added by: nasionalisme[dot]id | Date: 2017-11-24 | Comments (0)

1 2 3 ... 16 17 »