• "Urip Iku Urup" (Hidup itu nyala, hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitarnya)
  • "Inilah kesimpulan Dharma: Jangan perlakukan orang lain sehingga menyakitkanmu jika itu dilakukan padamu." ~ Mahabharata 5:1517
  • “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh" (Saling memintarkan, Saling Mengasihi, Saling Memelihara)
  • “Tidak beriman seorang daripada kamu sehingga dia mengasihi saudaranya sebagaimana dia mengasihi dirinya sendiri.” ~ Hadist
  • “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 7:12)
  • "Jangan sakiti orang sebagaimana itu akan menyakitimu.” ~ Udana-Varga 5:18
  • "Si tou timou tumou tou" (Manusia hidup untuk memanusiakan sesama manusia)

Persatuan itu adalah fitrah yang telah Tuhan kehendaki kepada seluruh umat manusia. Ketika ada persatuan dalam suatu umat maka umat tersebut akan menjadi umat yang kuat dan besar. Berbicara persatuan bukan hanya bicara penyeragaman, akan tetapi bicara bersatu dalam keberagaman.

Ketika semua orang menyadari sebagai mahluk individu maka kita punya hak untuk hidup sebagai individu yang merdeka, dan ketika setiap individu menyadari sebagai mahluk sosial maka kita harus dapat hidup bersama dalam keberagaman dan kita harus dapat saling hormat dan menghormati kemerdekaan orang lain. Karena kita tidak dapat hidup sendirian di muka bumi ini yang begitu luas, kita butuh orang lain untuk hidup bersama. Bahkan pakaian yang kita pakai saja ini dibuat oleh orang lain, tidak mungkin kita melakukan sendiri untuk membuatnya. Itulah bukti bahwa kita hadalah mahluk sosial dan kita membutuhkan orang lain.

Persatuan bangsa kita begitu kuat sebelum datangnya zaman imperealisme dan kolonialisme, budaya gotong-royong y ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 14 | Added by: rahmansemesta | Date: Today | Comments (0)

Ku ikuti kemana pena ini berlari, mengores tinta dalam kanfas yang tak berduri....
Meski nafas ini ter-engaah dalam perjalanannya, hampir dipastikan ku terus berlari, mengejar mimpi dalam jembatan emas yang telah diwariskan oleh merka para pendiri bangsa, Orang tua kami yang berjuang mendermakan nyawa demi aku, demi kamu dan demi kita Penerus bangsa ini
Ternyata Aku tak sendiri, ada kita yang juga berdiri, berdiri tegap dalam derap, dalam gelap, mejaga ibu pertiwi. karna bisa saja bangsa ini terkoyak jika saja kita memaksa semua harus sama, senada, sekehendak benar dalam kelompok

Kemerdekaan ini milik kami Tuhan, milik Bangsa ini yang beragam, milik hati ini yang cinta perdamaian, meski tak sama walau berbeda hati ku dan hati mu adalah kita yang satu

Category: Risalah Kebangsaan | Views: 23 | Added by: harry_jamaludin | Date: Today | Comments (0)

Nasionalisme kita bukanlah nasionalisme yang sempit; ia bukanlah yang timbul daripada kesombongan bangsa belaka; ia adalah nasionalisme yang lebar,--nasionalisme yang timbul daripada pengetahuan atas susunan dunia dan riwayat; ia bukanlah jingo-nationalism atau chauvinism, dan bukanlah suatu kopie atau tiruan daripada nasionalisme Barat.

Nasionalisme kita ialah suatu nasionalisme, yang menerima rasa hidupnya itu sbagai suatu bakti. Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang di dalamnya kelebaran dan keluasannya memberi tempat cinta pada lain-lain bangsa, sebagai lebar dan luasnya udara, yang memberi tempat segenap sesuatu yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup.

Nasionalisme kita ialah nasionalisme ketimuran, dan sekali-kali bukan kebaratan , yang menurut perkataan C.R Das adalah “suatu nasionalisme yang saling serang-menyerang, suatu nasionalisme yang mengejar keperluan sendiri, suatu nasionalisme perdagangan yang ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 26 | Added by: semesta580 | Date: Today | Comments (0)

 

Proklamasi 17 Agustus 1945 yang di proklamirkan oleh Bapak Proklamator Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta bukan hanya pernyataan kemerdekaan saja,:

Proklamsi yang telah di proklamirkan adalah bukti nyata kita berlepas diri dari” kungkungan” kekuasaan tangan para penjajah yang tidak berperikemanusiaan dan berperikeadilan. Buktinya adalah berlepasdirinya tanah air dan bangsa Indonesia dari para penjajah dan di ikat oleh Proklamasi Indonesia maka berdirilah Negara Indonesia Merdeka. 
Apakah setelah negara Indonesia yang merdeka ini sudah di proklamirkan berarti urusan sudah selesai?

Jawabanya adalah belum selesai!!! Karena proklamasi kemerdekaan itu baru “jembatan emasnya” bangsa Indonesia. Dan kalau kita kaitkan di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa kemerdekaan yang telah kita proklamirkan itu baru di depan pintu gerbang kemerdekaan! ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 34 | Added by: semesta580 | Date: Today | Comments (0)

Kedatangan para penjajah ke nusantara itu bukan hanya bicara mereka ingin menjadikan negeri yang didatanginya itu sebagai negeri yang berbudaya, maju, dan memiliki peradaban, bukan itu tepatnya!! Alasan yang benar adalah karena pada saat itu terjadi Revolusi Industri di negara-negara penjajah tepatnya pada abad ke 18 di Amerika dan Inggris atau Eropa.

Inilah yang kemudian mereka jadikan alasan ke nusantara untuk melakukan bisnis, mereka membaw visi dan misi yang kita kenal dengan 3G “GOLD, GLORY, GOSPEL” Jadi tepatnya mereka ingin menjadikan negeri kita sebagai negeri yang dikeruk kekayaan alamnya, yang kemudian melakukan penindasan dan tanam paksa di negeri kita, ditambah lagi dengan politik adu dombanya “Devide et impera” merupakan politik pecah belah atau disebut juga dengan adu domba adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan.

Pelajaran dan sejarah ban ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 30 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-16 | Comments (0)

Bung Karno dalam buku di bawah bendera Revolusi jilid 1 hal 156-157 mengatakan "Di zaman sekarang, di dalam abad kedua puluh, di dalam zaman "kesopanan", di mana imperialisme di Indonesia itu tidak lagi bernama imperialisme-tua tetapi ialah imperialisme-modern-juga di zaman sekarang ini, maka pada hakikatnya politik monopoli itu belumlah dilepaskan oleh imperealisme Belanda itu.

Juga di zaman sekarang ini, maka masih banyaklah monopoli dari zaman Compagni yang masih terus hidup. Imperealisme tua itu mini sudahlah menjelma menjadi imperealisme-modern yang empat macam, adapun imperealisme itu sebagai berikut:


1. Indonesia tetap menjadi levensmiddelengebied (sektor pangan)

2. Indonesia tetap menjadi afzetgebied (pasar)

3. Indonesia tetap menjadi exploitatiegebied (daerah operasi)

... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 40 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-16 | Comments (0)

Apakah definisi kemerdekaan menurut kita hanya terlepas dari kondisi dimana kita memiliki kebebasan, atau kehendak bebas terhadap bentuk apapun yang mengekang diri kita tidak bergantung pada apapun atau siapapun. Kemerdekaan dalam bangsa kita bukan hanya terlepas dari penindasan, tanam paksa, dan kerja paksa atau imperealisme dan kolonialisme. kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hanya memikirkan kepentingan sendiri, golongan, suku, kelompok, atau hanya bangsanya sendiri. Akan tetapi, kemerdekaan bangsa Indonesia adalah “KEMERDEKAAN UMAT MANUSIA”.
Kenapa saya bilang kemerdekaan umat manusia?, karena hakekatnya paham kebangsaan kita adalah berdasarkan akan paham “KEMERDEKAAN” yang sudah Tuhan Karuniakan kepada Bangsa dan Negara kita, seperti di dalam Deklarasi / Pembukaan UUD1945. Alinea pertama "BAHWA SESUNGGUHNYA KEMERDEKAAN ITU IALAH HAK SEGALA BANGSA"

Inilah paham KEMEDEKAAN bangsa Indonesia, kemerdekaan itu adalah hak setiap bangsa-bangsa, kemerdekaan itu adalah hak setiap warga ne ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 49 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-14 | Comments (0)

Cara pandang setiap kita berbeda-beda, tergantung dari mana kita melihat "sesuatu" itu. Tanpa meremehkan dan merendahkan siapapun seharusnya kita sama-sama menyadari akan apa yang kita nilai terhadap seseorang.
Perbedaan cara pandang ini kalau saya perumpamakan, sama seperti orang yang melihat rumahnya dari jarak yang normal/berdiri di depan rumah, pasti yang dia akan melihat rumahnya dari sudut pandang yang terbatas, yang dia lihat hanya bagian rumah yang terjangkau oleh mata dan tidak bisa melihat seluruh bagian rumahnya yang berada diatas.
Lain halnya kalau orang tersebut melihat rumahnya dari ketinggian 10 s/d 20 meter diatas gedung yang tinggi yang ada di sekitar rumahnya, pasti yang akan dia lihat adalah bagian atap rumahnya dan juga mungkin dia akan melihat rumah2 yang ada di sekitarnya dan juga mungkin bisa melihat ada apa saja di sekitar rumahnya.

Cara pandang kita tentang KEBERAGAMAN juga sama, Sepeti ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 43 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-14 | Comments (0)

Terkadang karena Nafsu dan Ego manusia bisa berbuat apa saja, tanpa melihat lebih dalam lagi apa yang sedang dia perbuat dan juga tanpa mentafakuri diri atau perenungan ke dalam diri masing-masing. Sehingga yang terjadi adalah gesekan-gesekan di masyarakat Bangsa dan Negara. Cacian, makian, saling gunjing dan menggunjing antara satu dengan yang lain, tidak adanya rasa toleransi di dalam kehidupan bermasyarakat ini akan menyebabkan “retaknya persatuan dan kesatuan bangsa”.
Sebetulnya karena kitalah yang membuat itu semua terjadi, sebetulnya kita jugalah yang terlalu sombong untuk menilai seseorang hanya karena perbedaan baik dari cara berfikir, cara mencari hidp, cara adat dan istiadat, dan bahkan secara keyakinannya.

Tetapi kalau mau sedikit melihat jauh kedalam diri masing-masing sebenarnya bagaimana perasaan orang lain itu sangat bisa kita rasakan dengan perasaan diri kita sendiri, kalau kita sukanya di puji, maka mulailah belajar memberikan ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 31 | Added by: semesta580 | Date: 2017-08-14 | Comments (0)

Bagaimana mungkin kita dapat mengamalkan bhinneka tunggal ika, kalau kita belum paham persatuan. Bicara persatuan itu adalah bicara "satu" tubuh/individu yang menyadari akan hakekat hidup di dalam wujud yang beragam, dan kemudian menyadari akan asal muasal penciptaan manusia yang telah Tuhan wujudkan dalam satu manusia yaitu Adam as, yang pada saat Adam berada di surga merasa sendirian kemudian Tuhan tahu kegelisahan hati Adam dan menciptakan dari tulang rusuk se belah kiri Adam.

Kemudian dari Adam itulah hadir seorang bunda Hawa yang menemani Adam di surga, hanya karena bujukan dan rayuan "iblis" maka Hawa di bujuk untuk meminta Adam memberikan dan memakan sesuatu yang dilarsng oleh Tuhan sehingga akhirnya Adam dan Hawa diturunkan oleh Tuhan ke Dunia ini. Dari Adam dban Hawa inilah kemudian berkembang biak menjadi manusia-manusia yang bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling kenal-mengenal. Semua kitab suci agama-agama menceritakan hal yang sama, hanya nama-namanya saja yang berbeda-beda dalam penyebutan sejarahnya. 

Disinilah kita harus menyadari bahwa sejatinya "manusia itu satu" dan Tuhan yang menciptakan nya adalah Tuha ... Read more »

Category: Belajar Dari Bung Karno | Views: 37 | Added by: rahmansemesta | Date: 2017-08-13 | Comments (0)

1 2 3 ... 12 13 »